Cara Menulis Cerpen Berbasis Pertanyaan Siswa

Cara Menulis Cerpen Berbasis Pertanyaan Siswa

Rialita Fithra Asmara, S.Pd.

 

Bagaimana cara mengawali sebuah cerpen?

Untuk mengawali sebuah cerpen, kalian bisa menggunakan beberapa cara berikut!

  1. Awalilah dengan hal yang mengejutkan pembaca!

Hal yang mengejutkan pembaca bisa berupa bunyi-bunyian benda-benda keras yang  jatuh atau bertabrakan, pukulan, dan kata tanya.

Contoh

“Apa?” Meila mencoba menajamkan pendengarannya. Hampir saja tubuhnya yang kurus itu rebah.

“Itu benar!” Hakka menepuk pundak Meila lembut. Menyumbang aroma kedamaian kepada Meila.

  1. Hal-hal yang menggiring rasa penasaran pembaca.

Kalian menyajikan hal-hal yang membuat pembaca penasaran untuk membaca karya kalian sampai tuntas.

Contoh

Ini bukanlah cokelat yang bisa ditemukan di setiap sudut toko, supermarket, atau bahkan pabrik cokelat terbesar di seluruh dunia. Sebuah cokelat yang takkan diperebutkan oleh dua saudara karena kenikmatannya. Cokelat ini, hanyalah coklat yang terlahir dari ketulusan kasih seorang adik pada kakaknya. Jika kau ingin mengenalnya, inilah Cokelat Alif, Ba, Ta.

(Cokelat Alif, Ba, Ta, Chairunnisa)

 

 

  1. Mendeskripsikan tempat, peristiwa, orang, dan benda ! Deskripsi tempat, peristiwa, orang dan benda bisa juga kalian sajikan sebagai paragraf pembuka cerpen.

Contoh

Elemen kecil yang membentuk tubuhnya bukanlah unsur yang terlalu banyak menyimpan elektron, atau pun senyawa yang bersifat negatif, bukan juga senyawa logam yang direaksikan menjadi senyawa ionik. Melainkan neutron yang netral nan adil, juga senyawa yang bersifat positif  dan keistimewaannya adalah ketika reaksi yang dilakukannya itu menghasilkan suatu senyawa ionik yang begitu apik lagi menarik.

(Pasangan-Milik-Tuhan, Bekty Roisa Dewi)

  1. Membuka cerpen dengan puisi dan syair lagu.

Nah, untuk kalian yang suka menulis puisi atau mendengarkan lagu, bisa juga puisi atau lagu tersebut untuk mengawali sebuah cerpen. Jika puisi atau syair lagu yang kalian kutip adalah karya orang lain, kalian haru mencantumkan penulisnya! Tentunya, kalian harus memilih puisi atau syair lagu yang sesuai dengan isi cerpen yang kalian tulis.

Contoh

Kuteringat hati yang bertabur mimpi

Kemana kau pergi cinta

Perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri

Kuatkanlah hati cinta

Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja

Yang menemanimu sebelum cahaya

(Sebelum Cahaya, Letto)

Ingin rasanya Gigih menyanyikan syair lagu itu untuk gadis itu. Ratusan hari, gadis itu hanya berteman gelap. Tuhan menakdirkannya begitu. Ia hanya bisa mencium aroma wangi bunga-bunga tanpa bisa mengeja bentuk melalui kedua bola matanya.

 

Bagaimana cara menjaga kelancaran ide dalam menulis cerpen?

Ayo membuat peta konsep! Peta konsep tulisan sangat kalian perlukan untuk menulis cerpen. Peta konseplah yang membantu kalian saat ide tiba-tiba hilang.

Kalian bisa membuat peta konsep seperti berikut. Bisa berupa peta konsep alur cerita, peta konsep watak tokoh, peta konsep latar tempat, dan lain-lain.

 

Urutan paragraf  tersebut hanya sebagai contoh. Kalian bisa mengubahnya.

Contoh

  1. Bagian pembuka (paragraf 1— 4)

Pertemuan tokoh Haidar dan Galih di sebuah senja. Keduanya adalah kawan lama yang bertahun-tahun tidak berjumpa. Haidar sangat senang tetapi Galih tidak memiliki rasa yang sama.

  1. Bagian tengah (paragraf 5—8)

Paragraf  ini diisi dengan mulai munculnya ketegangan sampai konflik. Misalnya, Galih mulai menghindar dari Haidar. Namun, Haidar selalu berusaha menjumpainya. Galih, sangat benci dengan kawan-kawannya yang sukses termasuk Haidar. Bagi Galih, mereka adalah manusia-manusia sombong yang selalu pamer kehebatan. Sang ibu sudah berusaha menasihati tetapi Galih tidak memedulikannya.

  1. Bagian penutup (9—11)

Bagian penutup berupa penyelesaian. Ada tiga macam penyelesaian, sad ending, happy ending, dan open ending. Misalnya, kisah ini berakhir dengan happy ending.

Haidar berhasil menemui Galih dan berbincang dalam tempo yang lama. Berhasil meyakinkan Galih bahwa tidak semua teman yang sukses itu sombong. Sejak saat itu, Galih bisa merasa nyaman bergaul dengan teman-temannya yang sukses. Bahkan, akhirnya Galih pun bisa menjadi pemuda sukses. Sukses menjadi penyanyi.

 

Selain peta konsep alur cerita, kalian juga bisa membuat peta konsep watak tokoh. Hal ini bertujuan agar tokoh-tokoh yang kalian ciptakan memiliki perwatakan yang kuat dan memudahkan untuk mendeskripsikan tokoh.

Contoh

Tentukan terlebih dahulu nama-nama tokoh yang akan kalian ceritakan.

  1. Galih memiliki watak keras kepala dan tidak percaya diri.
  2. Haidar memiliki watak ramah, pantang menyerah, dan penyayang.
  3. Ibu memiliki watak sabar dan penyayang.

Bagaimana cara menciptakan konflik dalam cerpen?

Ciptakan perbedaan! Perbedaan bisa berupa pendapat antartokoh, perbedaan prinsip hidup, dan perbedaan dalam menjalani kehidupan. Selain itu, bisa berupa keinginan tokoh yang tidak terkabul atau tokoh utama dihadapkan pada beberapa pilihan yang sama-sama sulit dan berisiko.

Apa yang harus saya lakukan ketika tidak bisa membuat judul cerpen yang saya tulis?

Ringkaslah isi ceritamu menjadi dua kalimat. Kemudian persingkat lagi menjadi dua sampai lima kata. Judul cerpen usahakan berupa lambing atau hal-hal yang menimbulkan rasa penasaran pembaca. Deretlah kemungkinan-kemungkinan judul yang akan muncul, kemudian kalian bisa memilih yang sesuai. Misalnya, saya membuat judul berdasarkan konsep cerita di atas.

Benci Edisi Akhir

Galih dan Suara

Galih dan Sepenggal Luka

Galih dan Haidar dalam Tawa

Dari beberapa kemungkinan judul di atas, saya memilih Benci Edisi Akhir karena judul inilah yang terkesan indah dan mewakili isi cerita. Di akhir cerita, Galih menghentikan kebenciannya terhadap teman-temannya yang mengalami kesuksesan hidup.

Bagaimana cara menulis cerpen yang berkualitas?

Rajinlah membaca cerpen-cerpen yang dimuat di koran atau majalah. Bisa juga membaca cerpen-cerpen pemenang lomba. Intinya, rajinlah membaca contoh-contoh cerpen. Kalau Koran, biasanya rubrik cerpen muncul setiap hari Minggu sedangkan majalah, biasanya muncul setiap edisi. Majalah Horison juga bisa menjadi rujukan kalian dalam membaca dan menulis cerpen.

 

Bagaimana cara menemukan ide?

Di mana pun ada ide. Saat akan kalian berlibur ke sebuah kota, duduk di sebuah taman, bahkan saat pelajaran di kelas. Ide itu bisa dirangsang dari membaca, berjalan-jalan, melihat film, mendengarkan lagu, membaca berita, mencari informasi dari internat, dan mendengarkan cerita teman. Nah, jika ide sudah ditemukan segera tulis garis besar ide agar tidak hilang sia-sia.

Bagaimana cara mengakhiri cerita?

Ada beragam cara mengakhiri cerita. Cerita bisa diakhiri dengan happy ending, sad ending, dan open ending.

  1. Akhirilah cerita dengan tercapainya cita-cita atau keinginan tokoh utama. Akhir cerita seperti ini berakhir dengan bahagia (happy ending).
  2. Akhirilah cerita dengan tidak tercapainya keinginan tokoh utama atau tokoh utama mendapatkan musibah (sad ending).
  3. Akhirilah cerita dengan sesuatu yang masih membuat pembaca masih penasaran atau member kebebasan kepada pembaca untuk menyimpulkan akhir cerita (open ending).

Untuk melatih kemampuan kalian dalam mengakhiri sebuah cerpen. Kalian bisa menulis akhir dari beragam cerpen yang telah kalian baca. Masukkanlah akhir cerita tersebut ke dalam tabel berikut.

No. Judul Cerpen Tempat Pemuatan (Tulislah Nama Koran atau Majalah yang Memuat Cerpen Tersebut) Akhir Cerita  (Tulislah bagaimana si penulis mengakhiri cerita) Jenis Akhir cerita (happy ending, sad ending, dan open ending)

 

Bagaimana cara mencari kalimat atau kata yang mengandung makna tersirat yang indah?

Bertemanlah dengan kamus Besar Bahasa Indonesia, koran, majalah, buku Antologi Cerpen, Syair Lagu, dan perpustakaan yang ada di sekolah, atau perpustakaan di kota kalian. Itu semua adalah media kalian untuk mengumpulkan sebanyak mungkin kata. Bisa juga kalian mendapatkan kalimat tersebut melalui internet. Catat kata-kata yang menarik perhatian kalian.

 

 

 

Bagaimana cara memperkuat watak tokoh?

Caranya dengan memberi penjelasan watak usai tokoh itu berdialog dan melaui dialog tokoh. Bisa juga dengan mendeskripsikan tingkah laku tokoh.

Contoh cara memperkuat watak tokoh melalui penjelas watak tokoh  usai berdialog dan dialoh tokoh adalah sebagai berikut.

 

“Apa yang paling murah di negeri itu?” tanya seseorang kepadaku. Ia sudah berkali-kali datang menemuiku. Aku pun sudah mengingatkannya untuk tidak mengunjungi negeri itu. Ia tak percaya.

“Air mata.”

“Paling mahal?” tanyanya lagi. Aku melihat kilatan dalam matanya. Bulu kudukku berdiri.

“Sebuah senyuman.”

“Aku mau jual senyuman di negeri itu.”

“Mengapa? Mengapa kau nekat ke sana?”

“Aku ingin kaya. Di negeriku, senyuman sangat murah.”

(Negeri Asing, Rialita Fithra Asmara).

Kalimat yang dicetak tebal merupakan penjelas watak tokoh yang menjelaskan bahwa sang tokoh ia memiliki sifat pantang menyerah. Pemilihan dialognya juga menunjukan watak sama yang dimiliki oleh tokoh ia.

 

Watak tokoh yang tetap, tidak berubah-ubah juga bisa memperkuat watak tokoh. Jika di awal cerita, ia berwatak penakut sampai akhir cerita tetap penakut. Namun, jika kalian ingin mengubah watak tokoh dari penakut menjadi pemberani maka kalian harus menyajikan alasan atau peristiwa logis yang menyebabkan perubahan watak tokoh tersebut.

 

Bagaimana cara mengurangi rasa minder dalam menulis?

Terus menulis dan tidak malu bertanya. Satu hal yang paling penting teruslah mengikuti lomba menulis walaupun kalah. Berproseslah terus. Rajin membaca banyak cerpen atau bergabung dengan organisasi kepenulisan yang ada di lingkungan terdekat kalian. Beranilah!

 

Apa manfaat dari menulis cerpen?

  1. Bisa menjadi sarana untuk menyalurkan bakat.
  2. Bisa menjadi media untuk menyampaikan kebenaran.
  3. Bisa merangsang jiwa kepekaan kita terhadap penderitaan sesama.
  4. Bisa menjadikan kita sebagai penulis terkenal.
  5. Bisa mendatangkan uang.
  6. Bisa mengurangi resah dan gelisah.
  7. Bisa menjadi media pencurah isi hati.

 

Bagaimana menentukan jenis cerita yang banyak disukai orang?

Rajinlah berkunjung ke toko buku dan meneliti jenis buku yang banyak beredar di toko buku. Akhir-akhir ini, cerita-cerita yang bersifat motivasi dan berisi wawasan budaya lokal banyak menarik perhatian pembaca. Kalian juga bisa mencari di internet tentang buku-buku fiksi yang laku di pasaran. Selain itu, cerita yang berkisah tentang kehidupan remaja juga tetap menarik. Satu hal yang paling penting adalah tetaplah menulis dan berani menulis.

 

Bagaimana cara menanggulangi munculnya ide-ide yang spontan muncul saat menulis cerpen?

Jika ide-ide itu sejalan dengan cerita yang kalian tulis, boleh digunakan. Namun, jika tidak, jangan sia-siakan ide itu. Ambil selembar kertas, tulis inti dari ide tersebut. Nanti, jika tulisan kalian selesai, kalian bisa mengembangkan ide baru tersebut menjadi tulisan yang utuh.

 

Bagaimana cara mendapatkan mood yang baik untuk menulis cerpen?

Menulislah di tempat-tempat yang kalian sukai dan menulis hal yang disukai! Usahakan saat menulis, kondisi emosi stabil. Suasana tempat menulis juga harus asyik. Kalau kalian sudah merasa jenuh menulis, beristirahatlah sebentar. Jalan-jalan ke luar dan nyemil. Kalau sudah penat dan jenuh, jangan dipaksa. Kalian juga bisa mencatat sesuatu yang didapat jika tulisan kalian selesai. Satu hal yang boleh kalian coba adalah bergabunglah dengan komunitas penulis yang ada di sekolah atau di kotamu.

 

Bagaimana cara mengurangi kejenuhan saat menulis?

Jika kalian merasa jenuh menulis, cobalah beberapa kegiatan di bawah ini!

  1. Beristirahatlah sejenak, bisa dengan ke luar ruangan, kemudian duduk-duduk di depan rumah menikmati pemandangan.
  2. Makan makanan ringan,
  3. Berjalan-jalan ke tempat yang menyenangkan.
  4. Menonton film, mungkin dengan menonton film, kalian bisa mendapatkan ide-ide baru untuk menulis.
  5. Mendengarkan musik yang disukai.

 

Mana yang lebih bagus cerpen populer atau cerpen nyastra?

Keduanya bagus, hanya saja lebih baik jika kalian belajar menulis keduanya. Karena keduanya memiliki tempat tersendiri di hati para pembaca. Ada pembaca yang suka cerpen populer, ada juga pembaca yang suka cerpen nyastra. Untuk itu, belajarlah menulis keduanya.

 

 

Selamat Menulis dengan Jiwa Berani, Berani Menulis J

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *