Menyajikan Jombang di Kelas

Oleh : Rialita Fithra Asmara, S.Pd.

Saya menggambar peta Indonesia di papan. Saat itu, saya sebagai guru yang baru pindah dari Gorontalo. Murid-murid begitu antusias ketika saya menceritakan ragam budaya dari daerah yang ada di peta. Sebagai perantau, tentu saya memiliki banyak kisah budaya seputar tempat-tempat yang saya singgahi. Lombok, Bali, Gorontalo, Makasar, tidak luput jadi bahan pembicaraan saya di kelas. Lamongan, sebagai kota kelahiran saya pun, tidak lepas menjadi bahan cerita. Ketika giliran saya bertanya tentang Jombang, tidak ada satu pun siswa di kelas menjawab pertanyaan saya.
Ternyata, mereka tidak menghayati tempat kelahirannya. Di sekolah saya, selain terdiri dari siswa daerah juga banyak siswa yang berasal dari luar daerah. Penghayatan mereka terhadap tanah kelahiran dan tempat mereka mencari ilmu masih perlu ditingkatkan. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Beberapa hal yang menjadi penyebabnya adalah kurangnya informasi tentang Jombang yang mereka dapat dan kekurangtertarikkan mereka untuk mengenal Jombang lebih jauh.
Jika keadaan tersebut terus dibiarkan nilai-nilai kearifan lokal dari ragam budaya Jombang tidak akan terbaca oleh para generasinya. Mereka lahir di Jombang tetapi tidak mengenal Jombang. Pernah tinggal di Jombang tetapi tidak bisa bercerita tentang Jombang. Sebagai guru bahasa Indonesia, saya memiliki kewajiban untuk mengenalkan Indonesia kepada para siswa. Mulailah saya menyajikan Jombang di dalam kelas. Penyajian Jombang di dalam kelas bisa melalui teks seputar Jombang dan puisi yang bertema Jombang. Soal-soal pun bisa disajikan dengan teks yang bertema Jombang.
Beberapa aspek yang bisa disajikan dalam teks bahasa Indonesia adalah aspek budaya Jombang, tokoh nasional dari kota Jombang, dan makanan khas Jombang. Melalui kertiga aspek tersebut, semoga generasi Jombang dan para siswa yang mencari ilmu di Jombang memahami dan mencintai Jombang.
Budaya, membuat para siswa mengenal ragam produk budaya yang berada di Jombang. Selain itu, nilai-nilai luhur yang terdapat pada budaya tersebut bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di antara ragam budaya Jombang yang bisa dikenalkan kepada para siswa adalah sebagai berikut:
1. besutan,
2. bantengan,
3. remo bolet, dan
4. wayang topeng jatiduwur.
Tokoh Nasional dari Kota Jombang bisa menjadi penyemangat para siswa untuk terus memberikan pengabdian yang terbaik bagi tanah air. Selain itu, juga bisa menjadi panutan mereka dalam meraih-raih cita. Ternyata, Kota Jombang melahirkan orang-orang berprestasi. Siapa saja mereka? Coba cermati beberapa nama berikut!
1. K. H. Abdurrahman Wahid, Presiden ke-3 Republik Indonesia,
2. K.H. Hasyim Asy’ari, Pahlawan Nasional,
3. K.H. Wahab Chasbullah, Pahlawan Nasional,
4. Emha Ainun Najib, budayawan, dan
5. Nurcholis Madjid, Intelektual Muslim.
6. Cucuk Espe, Seniman.
Selain nama-nama tersebut, masih banyak nama yang lain.
Nah, hal yang yang tak kalah menarik untuk dikenalkan kepada para siswa adalah tentang makanan khas Jombang. Bayangkan, jika mereka pergi ke suatu kota kemudian mereka ditanya apa makanan khas Jombang dan mereka tidak bisa menjawabnya. Beberapa nama makanana berikut dikenal sebagai khas Kota Jombang.
1. Soto dhok
2. Tahu pong
3. Durian wonosalam
4. Pecel Rengkek
5. Sego Sadukan
6. Kikil
Selain pelajaran bahasa Indonesia, pelajaran yang lain juga bisa menyajikan Jombang di dalam kelas. PKn, Sejarah, Antropologi, Sosiologi, dan lain-lain, bisa menginformasikan ragam hal tentang Jombang. Bisa juga dengan memberikan tugas terkait Jombang. Misalnya, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, siswa bisa diberi tugas mencari folklor tentang Jombang dan menceritakannya kembali di kelas. Contoh folklor yang bisa diceritakan adalah Kebo Kicak, Sendang Made, Ringin Contong, Asala-usul Kota Jombang, dan Asal-usul Tebu Ireng.
Pelajaran Antropologi, para siswa bisa diminta untuk mencari tayangan besutan dan bantengan. Akhirnya, selamat menyajikan Jombang di dalam kelas. Selamat mendekatkan Jombang dengan para siswa. Lebih asyik lagi, jika segala hal yang terkait Jombang bisa dijumpai di semua sekolah yang ada di Kota Jombang.

* penulis Adalah Guru Bahasa dan sastra di MAN 3 Jombang sekaligus Penulis produktif beberapa buku sastra dan puisi.

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *