Peringati Hari Puisi Nasional, Kepala MAN 3 Jombang Tulis Puisi

 

Peringati Hari Puisi Nasional, Kepala MAN 3 Jombang Tulis Puisi

 

Perpustakaan MAN 3 Jombang, Menara Ilmu bekerja sama dengan komunitas baca Arpelbuk MAN 3 Jombang mengadakan peringatan Hari Puisi (28—29/4). Peserta didik dari jurusan bahasa menyambut dengan antusias acara tersebut. Sebuah acara yang juga merupakan peringatan hari meninggal dari penyair terkenal di negeri ini, Chairil Anwar. Peringatan Hari Puisi berupa kegiatan kirim doa kepada Chairil Anwar, membagikan bunga segar, menulis puisi, dan pembacaan puisi.

Kanvas yang bergambar Chairil Anwar juga dihadirkan untuk prosesi menulis puisi. Gambar Chairil Anwar merupakan karya dari guru Prakarya MAN 3 Jombang, M. Akhyak. Selain itu, Sutrisno, Kepala MAN 3 Jombang juga menulis puisi bertema pendidikan. Puisi tersebut juga ditulis pada sebuah kanvas dan dipajang di perpustakaan MAN 3 Jombang. Selain itu, juga ada pembacaan puisi karya Chairil Anwar. Puisi karya penyair legendaris tersebut dibacakan oleh siswa dan guru. Para guru yang terlibat pada pembacaan puisi adalah Maya Pertiwiningrum selaku  guru Sejarah, M. Akhyak selaku guru Prakarya, Rialita Fithra Asmara dan Arfin Suwarno selaku guru Bahasa dan Sastra Indonesia.

“Acara ini penting kita peringati selain untuk mengenal para penyair juga meningkatkan kecintaan peserta didik untuk menulis,” jelas Rialita Fithra Asmara, pembina program literasi MAN 3 Jombang. (LiT)

 

Pembelajaran Menulis Puisi di MAN 3 Jombang Terapkan 4 M

Pembelajaran Menulis Puisi di MAN 3 Jombang Terapkan 4 M

 

MAN 3 Jombang sebagai madrasah berliterasi terus bergeliat melakukan gerakan literasi yang asyik dan menyenangkan. Salah satu bukti dari hal tersebut adalah praktik pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan teknik 4 M (28/2). Para siswa yang mendapat materi menulis puisi, diajak menuju outdoor reading. Di sana, mereka mencari lima jenis benda. Benda tersebut diletakkan di tempat khusus, seperti gelas bekas air mineral.

Setelah kegiatan tersebut, kegiatan 4 M dimulai. Kegiatan 4 M meliputi mengamati, mendeskripsikan, mengaitkan, dan menulis. Semua kegiatan bertumpu pada benda-benda yang telah ditemukan oleh siswa. Tahap yang paling memerlukan banyak pengetahuan adalah tahap mendeskripsikan dan mengaitkan. Pada kedua tahap itu, siswa harus memahahi benda yang telah dipilih atau ditemukan. Mengaitkan benda-benda tersebut dengan harapan, perasaan, dan keadaan Negara Republik Indonesia. Pelopor dari kegiatan tersebut adalah guru Bahasa dan Sastra Indonesia MAN 3 Jombang yaitu Rialita Fithra Asmara.

“Kegiatan ini semoga menjadi variasi lain dari cara menulis puisi yang asyik. Siswa berada di luar ruangan dan memahami benda,” jelas Rialita Fitra Asmara. (LiT)

 

Penulis MAN 3 Jombang Beri Latihan Menulis di Perpusda Kab. Jombang

Penulis MAN 3 Jombang Beri Latihan Menulis di Perpusda Kab. Jombang

 

Salah satu penulis MAN 3 Jombang sekaligus guru Bahasa Indonesia, Rialita Fithra Asmara memberikan pelatihan menulis di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Jombang (21/4). Pelatihan tersebut merupakan program dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Jombang. Setiap peserta mengikuti pelatihan tersebut secara gratis. Pelatihan juga ditujukan untuk kalangan umum. Bisa semua jenjang pendidikan, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, hingga perguruan tinggi. Bahkan, Bapak/Ibu Guru dan masyarakat umum pun banyak yang mengikuti pelatihan tersebut. Pelatihan ini dilakukan secara berkelanjutan yaitu pada setiap hari Minggu.

Materi pelatihan terbagi menjadi empat tahap yaitu bekal menulis, langkah yang harus ditempuh saat menulis, praktik menulis, dan mengedit tulisan. Peserta yang datang pada pelatihan tersebut adalah sejumlah lima puluh peserta.

“Saya berharap agar peserta yang sudah mendaftar bisa secara berkelanjutan mengikuti pelatihan. Hal ini bertujuan agar tidak ada materi yang terputus dan peserta bisa praktik menulis ragam jenis tulisan, fiksi maupun nonfiksi,” tutur Rialita Fithra Asmara selaku pemateri. (LiT)

 

Wajih Zaman Raih Juara Satu Pencak Silat pada Ajang O2SN Kabupaten

  1. Wajih Zaman Raih Juara Satu Pencak Silat pada Ajang O2SN Kabupaten

 

Perwakilan peserta didik dari MAN 3 Jombang meraih tiga kejuaraan pada ajang O2SN (Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional) seleksi Kabupaten Jombang  (28/4). Pada ajang lomba yang diselenggarakan oleh Kemendiknas ini, MAN 3 Jombang meraih juara satu dan dua pencak silat serta juara tiga lari. Mereka secara berurutan adalah M.  Wajih Zaman kelas XI IPA 2, Yuliana kelas  X IPS 4, dan Faki Khairun N. kelas XI MIPA 1.

Olimpiade ini menggunakan system seleksi untuk melaju ke tingkatan yang lebih tinggi. Peraih juara satu akan mewakili kabupaten untuk melaju ke tingkat provinsi. Baru tahun ini, MAN 3 Jombang terlibat pada ajang O2SN. Latihan dilakukan secara mendadak dan tidak ada persiapan khusus karena mendapat informasi secara mendadak. Selain itu juga karena pada tahun yang lalu siswa dari Kemenag tidak boleh ikut. Hadir sebagai pelatih adalah Muktar Salimi selaku pembina cabang lari dan Nur Laili Munadifah pembina cabang pencak silat.

“Jadi, nanti akan ada satu peserta didik dari MAN 3 Jombang yang akan melaju ke tingkat provinsi. Dia adalah M.  Wajih Zaman dari cabang pencak silat,” tutur Syamsul Huda, salah satu pembina OSIS MAN 3 Jombang. (LiT)

 

MAN 3 Jombang Raih Juara Satu Olimpiade PAI Tingkat Jawa Timur  

Salah satu peserta didik MAN 3 Jombang Ponpes Bahrul’ulum, Tambakberas telah meraih Juara 1 Olimpiade PAI Tingkat Jawa Timur (20/4). Peserta didik tersebut adalah Fani Azfar Olimpiade tersebut dalam rangka Harlah PAI ke-51 IAIN Tulungagung. Pada ajang tersebut, masing-masing sekolah dibatasi maksimal mengirim empat siswa. MAN 3 Jombang pun mengirim empat orang peserta didik. Mereka adalah. Fani Azfar, Dini Sanaya, Ziana Mazidatur R, dan Niki Nanda Nila.

“Olimpiade PAI ini melalui 3 proses seleksi. Untuk ke semifinal, diambil dua puluh besar.  Semua peserta dari MAN 3 Jombang masuk semifinal. Sistemnya ranking 1 atau sistem gugur. Dari semifinal, diambil lima anak untuk final, dua peserta dari MAN 3 Jombang masuk final. Dari babak final, diambil juara 1,2, dan 3,” tutur Eryati Fikiriyah, pembina Olimpiade PAI MAN 3 Jombang.

Sebelum mengikuti olimpiade, keempat peserta dari MAN 3 Jombang mengikuti bimbingan secara khusus dan intensif. Bimbingan dilakukan di ruang BPMO (Bimbingan Pemantapan Materi Olimpiade). BMPO PAI MAN 3 Jombang merupakan salah satu cabang olimpiade yang sering meraih penghargaan. (LiT)

 

MAN 3 Jombang Raih Juara 3 Bridge Construction Competition Tingkat Nasional di ITS

 

Tim Robotika MAN 3 Jombang kembali menuai prestasi. Setelah kemarin meraih juara umum pada kontes Robot Hidrolik Spaghetti  Stucture Chalenge  di Universitas Widya Kartika Surabaya, kini meraih juara 3 pada ajang Bridge Construction Competition di ITS (31/3). Penyelenggara lomba adalah Fakultas Teknik Sipil ITS Surabaya. Lomba yang diikuti oleh 296 tim dari seluruh Indonesia ini, berhasil mengantarkan salah satu tim dari MAN 3 Jombang meraih juara tiga. Setiap tim terdiri dari dua orang.Tim tersebut adalah Tim Doa Ibu. Anggota tim adalah  M. Yazid Mubarok dan M. Aldi Bimantoro kelas X MIPA 3.

MAN 3 Jombang mengirim enam belas tim untuk mengikuti ajang Bridge Construction Competition. Lomba dilaksanakan selama dua hari yaitu  30—31 Maret 2019. Hari pertama, semua peserta lomba merakit bahan hingga menjadi jembatan dengan durasi waktu selama enam jam. Hari kedua adalah pengujian beban yang mampu ditanggung oleh jembatan di Hall Tunjungan Plaza lantai enam. Jembatan karya tim Doa Ibu MAN 3 Jombang mampu menahan beban sebesar 320 kilogram. Jembatan terbuat dari stik ice cream.

“Dua Minggu sebelum pelaksanaan lomba, setiap hari anak-anak berlatih mulai dari pembuatan konstruksi dan berlatih merakit jembatan di laboratorium Fisika dan bengkel keterampilan,” tutur M. Bagus Amrullah sebagai salah satu pembina lomba. Selain M. Bagus Amrullah, tim lomba ini juga dibimbing oleh M. Akhyak. (LiT)

 

 

 

Fani Azfar Berjaya di Ajang Olimpiade PAI Tingkat Provinsi

Setelah beberapa hari yang lalu, Fani Azfar meraihh juara satu di ajang olimpiade PAI tingkat provinsi di IAI Tarbiyatut Tholabah, kini ia kembali berjaya. Juara satu pada ajang lomba yang sama tetapi berbeda tempat kembali ia raih (21/4). Olimpiade kali ini diselenggarakan oleh IAI Tarbiyatut Tholabah, Lamongan. Sebuah ajang olimpiade yang digelar dalam rangka Gebyar Dies Natalis IAI Tarbiyatut Tholabah ke-2.

Sebelum mengikuti lomba, Fani mengikuti latihan secara intensif setiap hari Selasa. Setiap hari Selasa memang merupakan hari khusus latihan bagi semua jenis olimpiade. Ketika ada lomba, mereka akan dikarantina selama beberapa hari. Hal ini bertujuan agar para peserta lomba memiliki bekal yang cukup.

“Pola bimbingan selain berlatih menjawab soal tertulis juga berupa tanya jawab secara cepat dan tepat,” tutur Eryati Fikriyah, pembina olimpiade PAI. (LiT)