MGMP Guru Fiqih se-Jawa Timur, Ciptakan Guru Fiqih Kreatif
Guru fiqih se-Jawa Timur yang tergabung dalam MGMP mengadakan seminar di MAN Tambakberas Jombang (9/8). Acara tersebut dilaksanakan selama tiga hari yaitu 9 Agustus sampai 11 Agustus 2017. Seminar yang bertema Urgensi Mapel Fiqih dalam Pembentukan Karakter Bangsa ini dihadiri oleh kepala kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur yaitu Drs. H. Syamsul Bahri, M.Pd.I.
Seminar tersebut dihadiri oleh beberapa nara sumber yang kompeten di bidangnya diantaranya adalah Prof. Mifta Arifin, dosen dari IAIN Jember. Menurutnya, untuk guru MGMP fiqih lebih baik membuat jurnal. Jurnal tersebut untuk wadah hasil PTK (Penelitian Tindakan Kelas) semua anggota secara bergantian.
Ada beberapa materi yang disajikan dalam seminar. Seperti materi bimbingan pembuatan PTK, kurikulum 2013 edisi revisi, dan penilaian autentik K13. Inti dari seminar tersebut adalah menganjurkan guru fiqih harus kreatif dalam kegiatan belajar mengajar. Hal itu dikarenakan fiqih semakin berkembang dan biasanya siswa sudah tahu terlebih dahulu dari berbagai media. Seminar ditutup dengan praktik membuat buku, jurnal, RPP, dan PTK. (LiT)
Masa Taaruf Siswa Baru, Masa Mengenali Lingkungan Madrasah
Sekitar 853 siswa baru mengikuti masa taaruf siswa. Masa untuk mengenali lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari dan dua tahap. Tahap pertama berlangsung dari 1 Juni, 3 Juni—4 Juni 2017 dan bertepatan dengan bulan puasa. Tahap kedua pada 16 Juli—17 Juli 2017. Materi yang didapatkan siswa selama masa taaruf adalah wawasan wiyata mandala, kepesantrenan, tata tertib siswa, adiwiyata, dan tentang OSIS.
Selain materi, mereka juga melakukan ragam kegiatan yang bermanfaat. Seperti, wisata madrasah, sholat dhuha berjamaah, ziarah, jalan sehat, pendidikan baris-berbaris (PBB), dan menyaksikan demonstrasi ektrakurikuler yang ada di MAN Tambakberas. Pada demonstrasi tersebut, siswa mendapatkan informasi tentang ragam ekstra dan yang bisa mereka pilih. Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan pada setiap hari Selasa seusai kegiatan pembelajaran di kelas. Ekstrakurikuler yang mengikuti demonstrasi adalah musik, jurnalistik, KIR, pagar nusa, PMR, KKR, Paskibra, teater, bahasa Jepang, pramuka, bola basket, dan bola voly.
Masa taaruf dimulai dari pukul 07.00—11.40 WIB pada tahap satu. Waktu tersebut berbeda dengan pelaksanaan pada tahap dua. Tahap satu memiliki rentang waktu yang lebih pendek karena dilaksanakan bertepatan dengan bulan puasa. Pada tahap dua pelaksanaanya dimulai pukul 07.00—14.00 WIB. Untuk hari terakhir, masa taaruf berakhir pada pukul 13.30 WIB. (LiT)
Kelas Unggulan Sambut Siswa Baru dengan Fun Game dan Program Motivasi
Kelas unggulan memiliki program unggulan untuk siswa baru yaitu kelas X. Program tersebut berupa Fun Game dan program motivasi. Selain itu, terlebih dahulu, siswa baru mengikuti martikulasi pengenalan pelajaran olimpiade dan ditutup dengan Fun Game dan program motivasi. Tujuan dari martikulasi pengenalan materi olimpiade adalah untuk mempersiapkan anak-anak pada bidang mapel olimpiade yang ada di madrasah.
Fun Game dan program motivasi bertujuan untuk membangun keakraban semua siswa baru dan melatih kemandirian. Program tersebut dilaksanakan pada (27/7) untuk putri dan (31/7) untuk putra. Tempat yang dipilih adalah Obis Camp, Mojojejer Trawas, Mojokerto. Di sana, mereka berlatih tentang sosialisasi dengan lingkungan, melakukan game yang bertujuan untuk bisa bekerja sama dengan tim, menahan ego emosional, dan toleransi antarteman dalam kondisi apa pun. Setelah pelaksanaan serangkaian kegiatan tersebut, para siswa diharapkan bisa meraih prestasi terbaiknya. (LiT)
Kelas unggulan MAN Tambakberas Jombang mengadakan farewell party (7/8). Sebuah acara pembukaan dan penutupan program unggulan kelas unggulan di bidang intensif bimbingan kursus bahasa Arab dan bahasa Inggris. EEC (Excellent English Course)untuk kelas bahasa Inggris dan AEC (Excellent Arabic Course) untuk kelas bahasa Arab.
“Kedudukan bahasa Arab dan bahasa Inggris sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Ada empat hal yang harus dikuasai dalam belajar bahasa yaitu keterampilan berbicara, menulis, mendengar, dan membaca,” ujar Neng Hj. Maslachatul Ammah, M.A., koordinator program unggulan MAN Tambakberas.
Pada acara tersebut juga diumumkan para siswa berprestasi di bidang bahasa Arab dan bahasa Inggris serta pemberian penghargaan kepada mereka. Masing-masing kelas diambil tiga terbaik. Tiga terbaik ini dari kelas sebelas dan dua belas di semua jurusan. Berikut nama-nama siswa terbaik dengan urutan pertama untuk masing-masing kelas.
Kursus Bahasa Arab
XII MIPA 4 atas nama Latifa Qorin Nursyifa
XII MIPA 5 atas nama Ummu Salamah
XII MIPA 1 atas nama Muhammad Kemal Jalaluddin
XII IPS 3 atas nama Khodijatul Munawaroh
Kursus Bahasa Inggris
XI MIPA 1 atas nama Ahmad Nur Habib
XI MIPA 4 atas nama Diana Nabila
XI MIPA 5 atas nama Alfa Alfin Maghfiroh
XI IPS 3 atas nama Letifa Qothrunnada
Farewell party juga menampilkan kreativitas para siswa di bidang bahasa Arab dan bahasa Inggris. Acara ditutup dengan doa. (LiT)
MAN Tambakberas memiliki program unggulan untuk mempererat tali silaturahmi sesama guru dan tenaga pendidikan. Program tersebut adalah Forsil (Forum Silaturahmi). Forum dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Pada bulan Agustus dilaksanakan pada (6/8). Ada beragam kegiatan yang dilakukan. Membaca Alquran sampai tamat atau yang lebih dikenal dengan istilah khotmil Qur’an, pembacaan tahlil, ceramah agama, dan arisan.
Pada bulan Agustus ini, forsil dilakukan di rumah Gus Maksum Khudhori. Bertindak sebagai penceramah adalah K.H. Mujib Adnan. Tema ceramah berkisar tentang bagaimana cara kita menjadi guru sebenarnya. Misalnya, menjadi guru yang istiqomah, kita bisa menjadi guru yang mendapat berkah dengan jalan ikhlas dalam mengajar. Kegiatan forsil ditutup dengan pembacaan doa oleh K.H. M. Fadlulloh, M.H.I. (LiT)
Anisatul Malihah Raih Juara Dua KSM Tingkat Provinsi
Tim olimpiade MAN Tambakberas Jombang kembali menorehkan prestasi. Kali ini atas nama Anisatul Malihah. Siswa kelas XII MIPA 5 yang memiliki nama lengkap Anisatul Malihah Al Wahthomy ini meraih juara dua pada ajang KSM tingkat provinsi (24/5). KSM merupakan ajang kompetisi sains madrasah. Kompetisi pada tahun 2017 ini diadakan di hotel Utami Surabaya. Ada beragam madrasah aliyah se-Provinsi Jawa Timur yang mengikuti kompetisi tersebut.
MAN Tambakberas mengirimkan dua siswa untuk kategori Fisika dan Ekonomi. Sebelumnya, kedua kategori tersebut meraih emas pada seleksi tingkat kabupaten. Siswa yang lolos seleksi kabupaten untuk kategori fisika adalah Muhammad Aufa Al Bariqi, XII MIPA 1. Sebagai konsekuensi logis dari hal itu, perwakilan MAN Tambakberas bidang ekonomi dan dan fisika berhak melaju ke KSM tingkat provinsi. Di tingkat tersebut, hanya ekonomi yang lolos masuk tiga besar yaitu juara dua.
“Pola bimbingan yang dilakukan adalah setiap hari Selasa. Selain itu, ada intensif bimbingan selama satu Minggu sebelum pelaksanaan kompetisi,” ujar Siti Lailatul Hikmah, pembimbing olimpiade ekonomi. (LiT)
Ekstrakurikuler Bahasa Jepang MAN Tambakberas kembali meraih prestasi. (13/5) Tim bahasa Jepang berkesempatan mengikuti lomba Bahasa Jepang di Universitas Brawijaya dengan tema Ishhoni Tanoshimimashou 12. Ada enam siswa yang mengikuti lomba tersebut.
Keenam siswa tersebut adalah sebagai berikut.
Indah Kumala (XII IPS-3) mengikuti lomba Benron.
Ajeng Nadlifah (XII MIPA-5) mengikuti lomba Benron.
Nadyatus Nur Solicha (XII MIPA-7) mengikuti lomba Kakikitori.
Shoimaturrodliyah (XII MIPA-7) mengikuti lomba Shoudou.
Lia Aprilia Utami (XII MIPA-5) mengikuti lomba Shoudou.
Barkah Luthfiyyah Hamidi (XII MIPA-6) mengikuti lomba Karaoke.
Ekstrakurikuler yang dibina oleh Taufan Amirul Sensei berhasil membawa pulang juara 1 lomba Shoudou. Siswa dari MAN Tambakberas yang mendapatkan juara yaitu Lia Aprilia Utami dari kelas XII MIPA-5. Lomba tersebut merupakan ajang bergengsi tingkat provinsi. Beragam SMA dan Madrasah Aliyah mengikuti lomba tersebut. Selamat bagi pemenang yang berhasil membanggakan madrasah dalam bidang lomba Bahasa Jepang! Ganbatte kudasai! (LiT)
MAN 3 Jombang (Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas)
Rintisan awal berdirinya MAN Tambakberas Jombang, telah dimulai sejak tahun 1954, dengan nama Madrasah Mu’alimin (Mu’allimat) Atas 4 tahun atau MMA yang didirikan oleh para Ulama dan diprakarsai oleh Al-Maghfurlah KH. Fatah Hasyim. Ciri khas utama MMA adalah merupakan lembaga pendidikan Pondok Pesantren dengan mengutamakan kajian kitab-kitab kuningnya dan berada di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur.
Seiring dengan perhatian Orang Tua / Wali murid dari tahun ke tahun semakin bertambah pesat, ini ditandai dengan semakin banyaknya siswa-siswi yang berdatangan dari berbagai penjuru Indonesia, pemikiran-pemikiran inovatif terus dilakukan. Untuk peningkatan mutu, dimunculkan gagasan menambah masa studi, dari 4 tahun menjadi 6 tahun, dan diberi nama Madrasah Mu’allimin Muallimat Atas 6 Tahun (MMA).
Seiring dengan kemajuan Madrasah dan tuntutan peningkatan mutu pendidikan nasional, maka pada tahun 1969 berdasarkan SK. Menag No. 23 Tanggal 4 Maret 1969, Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Atas di Negerikan dengan perubahan kelas 1, 2, 3 menjadi Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Negeri (MTsAIN), dengan kepala sekolah Bapak Drs. H. Moh. Syamsul Huda As, SH., dan kelas 4, 5, 6 menjadi Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN), dengan kepala Al Maghfurlah KH. Al Fatich Abd. Rohim.
Pada tahun 1980, MAN memiliki 3 (tiga) program jurusan, yaitu: program Agama, IPA dan IPS. Pada tahap berikutnya, muncul kebijakan baru dari Depag RI yang menghapus program Agama, maka MAN Tambakberas merespon perubahan itu dengan mengganti program baru, yaitu bahasa. Sampai sekarang ini MAN Tambakberas Jombang membuka program jurusan Bahasa, IPA (kelas Unggulan, Reguler, dan program ketrampilan) dan IPS.
Dalam perkembangan berikutnya, agar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) benar-benar dapat melaksanakan kurikulum Depag RI secara penuh dan Madrasah Mu’allimin Mu’allimat atas (MMA) tetap berjalan sesuai ciri khas utama Pondok Pesantren, yaitu kurikulum yang lebih banyak memporsikan kajian kitab-kitab kuning, maka Madrasah ini dipisahkan menjadi MMP dan MTsAIN (setingkat SLTP) dan MMA dan MAAIN (setingkat SMA). Dengan adanya pemisahan ini maka MAN Tambakberas Jombang dapat lebih fokus dalam pembinaan dan menjadi semakin berkembang hingga saat ini.
Pada tahun 1980 terjadi alih tugas kepimpinan, Bapak KH. Ach. Al Fatich Ar. ditugaskan menjadi kepala MTsAIN dan Bapak Drs. KH. Moh. Syamsul Huda As. SH menjadi kepala Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN) yang sekarang menjadi MAN (Madrasah Aliyah Negeri).
Pada tahun 1980, MAN memiliki 3 (tiga) program jurusan, yaitu: program Agama, IPA dan IPS. Pada tahap berikutnya, muncul kebijakan baru dari Depag RI yang menghapus program Agama, maka MAN Tambakberas merespon perubahan itu dengan mengganti program baru, yaitu bahasa. Sampai dengan sekarang ini MAN Tambakberas Jombang memiliki program jurusan: Bahasa, IPA (kelas Unggulan, Reguler, dan program ketrampilan) dan IPS.
Hingga saat ini MAN Tambakberas telah melalui 6 periode kepemimpinan, beliau adalah: