Buku Berkualitas Karya Alumni Hadir di Perpustakaan MAN 3 Jombang

Senin, 24 Februari 2020, 15:51

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Perpustakaan MAN 3 Jombang mendapat berkah ketika para alumni masih rajin berkarya dan mengirimkan karya tersebut ke madrasah. Setelah F Aziz Manna dengan buku puisinya yang berjudul Playon, kali ini hadir buku karya M. Firdaus Rahmatullah di Perpustakaan MAN 3 Jombang (23/2). Buku karyanya berjudul Cerita-Cerita yang Patut Kau Percaya. Kumpulan cerpen tersaji secara memesona di buku tersebut. Salah satunya adalah cerita tentang tokoh bernama Lek Sudar.

Cerpen-cerpen di buku tersebut adalah cerpen-cerpen pilihan yang pernah dimuat di media massa. Buku yang telah diterbitkan oleh Diva Press ini bisa dibaca oleh peserta didik MAN 3 Jombang di perpustakaan atau bisa membeli dari penulis . Menurut penulis, cerpen-cerpen di buku Cerita-Cerita yang Patut Kau Percaya ditulis dalam kurun waktu sembilan tahun. Hal ini dikarenakan penulis sambil mengerjakan kegiatan lain.

  1. Firdaus Rahmatullah suka menulis sejak di Madrasah Tsanawiyah. Kemudian kesukaannyadalam dunia menulis semakin terasah ketika dia kuliah di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

“Jangan lupa membaca. Yang banyak. Sampai kau menadapatkan banyak hal. Jangan suka main telepon genggam,” tutur M. Firdaus Rahmatullah saat ditanya pesan untuk peserta didik MAN 3 Jombang. (LiT)

 

MAN 3 Jombang Raih Juara Satu Olimpiade PAI Tingkat Jawa Timur  

Salah satu peserta didik MAN 3 Jombang Ponpes Bahrul’ulum, Tambakberas telah meraih Juara 1 Olimpiade PAI Tingkat Jawa Timur (20/4). Peserta didik tersebut adalah Fani Azfar Olimpiade tersebut dalam rangka Harlah PAI ke-51 IAIN Tulungagung. Pada ajang tersebut, masing-masing sekolah dibatasi maksimal mengirim empat siswa. MAN 3 Jombang pun mengirim empat orang peserta didik. Mereka adalah. Fani Azfar, Dini Sanaya, Ziana Mazidatur R, dan Niki Nanda Nila.

“Olimpiade PAI ini melalui 3 proses seleksi. Untuk ke semifinal, diambil dua puluh besar.  Semua peserta dari MAN 3 Jombang masuk semifinal. Sistemnya ranking 1 atau sistem gugur. Dari semifinal, diambil lima anak untuk final, dua peserta dari MAN 3 Jombang masuk final. Dari babak final, diambil juara 1,2, dan 3,” tutur Eryati Fikiriyah, pembina Olimpiade PAI MAN 3 Jombang.

Sebelum mengikuti olimpiade, keempat peserta dari MAN 3 Jombang mengikuti bimbingan secara khusus dan intensif. Bimbingan dilakukan di ruang BPMO (Bimbingan Pemantapan Materi Olimpiade). BMPO PAI MAN 3 Jombang merupakan salah satu cabang olimpiade yang sering meraih penghargaan. (LiT)

 

canangan Gerakan Literasi Madrasah di MAN 3 Jombang,  Luncurkan Dua Buku Karya Warga Madrasah

Pencanangan Gerakan Literasi Madrasah di MAN 3 Jombang,

 Luncurkan Dua Buku Karya Warga Madrasah

 

MAN 3 Jombang mencanangkan gerakan literasi madrasah (7/5). Gerakan tersebut telah didahului dengan ragam kegiatan yang merupakan embrio dari gerakan literasi madrasah. Kegiatan yang telah lebih dulu ada adalah pembuatan sudut baca yang terdapat di kelas-kelas percontohan dan pemilihan duta baca di masing-masing kelas. Dalam pencanangan literasi madrasah tersebut, Unit Pengembang Mutu MAN 3 Jombang bekerja sama dengan perpustakaan MAN 3 Jombang mengundang perpustakaan keliling Kabupaten Jombang. Selain mengungdang perpustakaan keliling, juga peluncuran dua buku karya warga madrasah dan outdoor reading corner.

Buku-buku tersebut meliputi buku Bahasa Indoensia yang ditulis oleh Nur Faizah dan kumpulan puisi berjudul Gerakan Ajaib di dalam Kelas oleh Rialita Fithra Asmara. Selain itu, ada buku Tambakberas, Menelisik Sejarah, Memetik Uswah yang ditulis oleh Tim Sejarah Tambakberas, Ponpes Bahrul’ulum Tambakberas, Jombang. Kepala madrasah  dengan didampingi oleh para penulis menyerahkan ketiga buku tersebut kepada perwakilan Perpustakaan Daerah Kabupaten Jombang.

“Madrasah harus berperan serta dalam gerakan literasi madrasah, salah satunya dengan menumbuhkan budaya baca bagi semua warga madrasah. Budaya baca terwujud salah satunya bisa terwujud dengan membuat tempat yang asyik dan mendukung untuk membaca,” tutur Sutrisno, kepala MAN 3 Jombang.

Dengan dicanangkannya MAN 3 Jombang sebagai madrasah literasi, beragam kegiatan literasi semakin bergeliat. Perpustakan didesain sedemikian rupa berdasarkan selera siswa, komunitas baca Arpelbuk, klinik menulis, bedah buku, penerbitan buku, dan pentas karya serta masih banyak kegiatan lainnya yang turut mendukung gerakan literasi madrasah. (LiT)

 

 

Bakat Vs Minat

Maslakhatul Nadhiroh

Oleh Maslakhatul Nadhiroh
Bakat dan minat, seringkali kita mendengar persoalan itu. Nah, banyak orang mengira bahwa bakat dan minat itu memengaruhi perjalanan kita berkarier di masa depan. Sekarang, kita harus mengetahui dulu apa itu bakat, bakat ialah kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan orang lain. Namun, hasilnya justru lebih baik.

Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir. Sedangkan minat ialah suatu proses pengembangan dalam mencampurkan seluruh kemampuan yang ada untuk mengarahkan individu kepada suatu kegiatan yang diminatinya.
Dalam berkarir bakat dan minat selalu banyak berpengaruh dalam potensi kinerja. Lalu bagaimana ketika bakat dan minat kita berbeda?, contohnya saja A punya bakat menulis, tapi si A sangat berminat besar dengan matematika.
Skill sangat mempengaruhi dalm etos kerja kita. Tapi jika bakat dan minat kita tidak sama bagainama memilihnya?. Menurut saya ada 2 cara yakni :
1) Pilih pekerjaan yang dapat berkolaborasi antara menulis dan berhitung.
2) Jika masih bingung maka pilihlah minat. Karena dengan memilih minat kita masih bisa mengerjakan pekerjaan kita esok dengan senang hati. Sebab walaupun kita tidak berbakat tetapi ada minat setidknya kita masih bisa menghasilkan hasil yang maksimal.

* Penulis Merupakan Santri dan Siswa di MAN 3 Jombang

Rank One of Economics (Room 2018) Mengantar MAN 3 Jombang Raih Peringkat Dua

Rank One of Economics (Room 2018)

Mengantar MAN 3 Jombang Raih Peringkat Dua

 

Siti Nur Aini, siswa kelas XII IIS 3 MAN 3 Jombang berhasil mendapatkan peringkat dua di ajang Rank One of Economics (Room 2018). Ajang tersebut diselenggarakan oleh HIMA Manajemen STIE PGRI Dewantara Jombang (4/2). Para peserta berasal dari sekolah satu wilayah kerja Surabaya meliputi Surabaya, Jombang, Mojokerto, Gresik, dan Sidoarjo.

Kegiatan yang terinspirasi dari acara Rangking 1 di televisi tersebut dilaksanakan di Hall STIE PGRI Dewantara Jombang. Ada lima tahapan yang harus dilalui oleh para peserta untuk sampai menuju tiga besar. Tahap pertama adalah babak menentukan benar atau salah. Soal berbentuk pilihan ganda disajikan pada tahap kedua. Tahap ketiga, para peserta dihadapakan pada soal berbentuk pilihan pendek. Tahapan yang cukup rumit dan menantang ada di tahap keempat yaitu analisis. Tahapan berakhir di tahap kelima yang merupakan babak final. Ada tiga peserta terpilih yang berhak mengikuti tahap final.

“Sebelum mengikuti lomba, para siswa yang mengikuti lomba mengikuti bimbingan intesif selama tiga hari,” tutur Lailatul Hikmah, pembimbing lomba. (LiT)

 

Sekolah itu Candu

Sekolah itu Candu

Oleh Zean Elhamas B.

Etimologi kata sekolah berasal dari bahasa Latin, schola, yang berarti waktu luang, waktu senggang. Pada zaman Yunani kuno biasanya orang-orang mengisi waktu luang dengan cara mengunjungi suatu tempat, atau orang pandai untuk menanyakan atau mempelajari apa saja yang mereka anggap sangat dibutuhkan dalam hidup. Namun, pada abad pertengahan tepatnya saat zaman kegelapan di Eropa, banyak kaum intelektual terbunuh dan oleh karena itu  sekolah yang semula menggunakan Model ‘Gentong’ berganti  Model ‘Kendi’, dan Model ‘Kendi’ itu yang berlangsung hingga saat ini.

Sudah berapa tahun kita menghabiskan waktu di sekolah? Saya sendiri jika dihitung sejak TK hingga sekarang menghabiskan 12,5 tahun. Tentunya, konteks sekolah yang kita diskusikan di sini dimaknai sebagai pendidikan formal. Sekolah bukan satu-satunya lembaga yang berkontribusi untuk mencerdaskan bangsa, kata Roem Tomatimasang. Bila itu kita renungkan, mungkin kita akan menjawab bahwa memang sekolah bukan satu-satunya tempat untuk belajar.

Memahami tentang pendidikan dan sekolah, tidak bisa kita pungkiri bahwa pendidikan dan sekolah adalah arena yang bertujuan untuk mewujudkan generasi mendatang yang berakhlak mulia, berpikir ilmiah dan terampil dalam segala bidang ilmu. Begitu bukan tujuan dari pendidikan kita? Ya, tujuan yang hebat memang diperlukan.

Bagi saya, sekolah adalah arena kompetisi dan kontestasi. Sekolah adalah ruang publik, banyak pihak memiliki kepentingan. Siapa pun bisa memiliki kepentingan atas terselenggaranya sebuah pendidikan, baik secara politis, sosial, maupun kultural. Lebihnya kelompok-kelompok organisasi yang menjadikan sekolah sebagai agen kaderisasi dan regenerasi maupun internalisasi nilai-nilai organisasi.

Kelompok pebisnis juga berkepentingan yang tak kalah hebatnya, berbagai macam perangkat pendidikan dibuat, diciptakan seolah-olah atau bahkan memang menjadi kebutuhan primer untuk terselenggaranya sebuah pendidikan. Kurikulum dan standardisasi dibisniskan. Alternatif-alternatif pendidikan diciptakan, katanya sih untuk meningkatkan kualitas anak didik. Yah, katanya.

Mau sekolah itu candu atau bukan, yang terpenting dari sebuah proses pembelajaran adalah what were you born to be?

Hanya intermezzo, tulisan ini mengingatkan saya pada lirik lagu “Another Bricks In The Wall” dari Pink Floyd : “…we don’t need, no education” dan sambil menulis, saya mendengarkan lagu itu beberapa kali. Salam Pink Floyd!