Alhamdulillah. Kegiatan MATSAMA MAN 3 Jombang telah terlaksana dengan baik. Berikut kami sajikan dokumentasi kegiatan MATSAMA melalui link Google Drive.
MAN 3 Jombang (Humas) – Matsama (06/07) merupakan hari terakhir. Pada hari tersebut, ada dua kegiatan. Kedua kegitan itu yaitu ziarah makam Masyayich Ponpes Bahrul’Ulum, Tambakberas, Jombang dan demonstrasi ragam kegiatan ekstrakurikuler di MAN 3 Jombang. Seperti hari kemarin, sebelum kegiatan Matsama dimulai, dibuka terlebih dahulu dengan kegiatan apel pagi. Pada hari terakhir pelaksanaan Matsama, bertindak sebagai pembina apel pagi adalah Ketua Yayasan Ponpes Bahrul’ulum Tambakberas Jombang. Beliau adalah Dr.K.H. M. Wafiyul Ahdi, S.H. M. Pd.I. (Gus Wafi).
“Jadilah manusia yang baik. Manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, jadilah orang yang bermanfaat dan selamat menjadi bagian dari Pondok Pesantren Bahrul’ulum Tambakberas Jombang dan MAN 3 Jombang,” tutur Gus Wafi memberi semangat bagi semua peserta Matsama.
Peserta Matsama melakukan ziarah ke makam para Masyayich Ponpes Bahrul’Ulum setelah mereka melakuan apel pagi. Kemudian disusul dengan kegiatan demonstrasi ekstrakurikuler yang ada di MAN 3 Jombang. Misalnya, ekstrakurikuler teater, bahasa Inggris, bahasa Arab, jurnalistik, paduan suara, KKR, pramuka, silat, dan sebagainya. Semua dikemas dalam format acara yang memikat. Tentu saja hal itu membuat tepuk tangan yang gemuruh menyambut setiap penampilan.
Menjelang penutupan kegiatan Matsama, ada pemberian hadiah bagi empat peserta terbaik. Masing-masing peserta terbaik mendapat bingkisan dan beberapa buku karya peserta didik anggota ekstrakurikuler Jurnalistik. Empat peserta terbaik Matsama terbagi menjadi dua ketegori yaitu putra dan putri. Penghargaan diperoleh dari akumulasi jumlah bintang yang mereka terima. Peserta Matsama menerima bintang ketika aktif di ragam kegiatan atau menjadi pemula dan peraih nilai tertinggi. Untuk kategori putra ada ada Anandito Alit Firdaus (X Agama 1) meraih enam bintang. Setelah Anandito, ada Dymas Zainul. Dymas berasal dari kelas yang sama dengan Anandito yaitu kelas X Agama 1. Peserta Matsama ini mendapat empat bintang.
Brilian Kurnia (X MIPA 7) dan Nilam Audiya (X MIPA 5) merupakan peserta Matsama yang mendapat penghargaan dari kategori putri. Mereka meraih enam bintang dan lima bintang. Penghargaan kepada keempat peserta terbaik tersebut diberikan oleh Waka di bidang kesiswaan yaitu Bapak K.H. Moch. Syifa’ Malik, M.Pd.I. (Gus Syifa’). Kemudian, Matsama ditutup dengan pelepasan tanda peserta Matsama. Hal ini menandakan mereka telah resmi menjadi peserta didik MAN 3 Jombang. Setelah itu, Matsama pun berakhir dengan pembacaan doa dari Waka bidang Sarana Prasarana, Bapak M. Ma’sum, M.Pd.I. (Gus Ma’sum). (LiT)
MAN 3 Jombang (Humas) – Matsama pada sesi ketiga (05/07) semakin menarik untuk diikuti. Kegiatan Matsama pada hari tersebut adalah Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang sebelumnya dibuka dengan apel pagi. Waka sarana prasarana yaitu Bapak Drs. Sudarnoto bertindak sebagai pembina apel.
“MAN 3 Jombang adalah madrasah yang memiliki banyak gelar. Seperti Madrasah Kaya Juara, Madrasah Adiwiyata, Madrasah Literasi, Madrasah Riset, dan Madrasah Keterampilan. Selain itu, madrasah ini juga memiliki PPI (Pusat Prestasi dan Inovasi) yang bisa menjadi wadah bagi kalian untuk mecapai prestasi. Oleh karena itu, kalian hendaknya terus memupuk semangat untuk berkarya dan berprestasi di madrasah ini,” tutur Pak Sudarnoto.
Usai melakukan apel, peserta Matsama makan pagi dan kemudian mereka minum tablet penambah darah. Kegiatan itu merupakan program dari UKS MAN 3 Jombang. Setelah jeda sejenak, mereka diajak menuju ke Lapangan Untung S. untuk mengikuti PBB. PBB dibina oleh Bapak Lettu Yusuf Mulyana dari Satrad 222 TNI AU Kabuh. Ada tiga hal yang akan dicapai melalui kegiatan PBB ini yaitu pertama, menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab. Kedua, memahami dasar baris-berbaris dengan baik. Ketiga, peserta didik dapat berbaris membentuk formasi tulisan MAN 3 Jombang. Tujuan itu terwujud dan formasi tulisan MAN 3 Jombang pun bisa terbentuk dengan baik. Selain itu, ada hal yang menarik selama pelaksanaan PBB yaitu tidak ada satu pun peserta yang pingsan. Semua peserta mengikuti arahan dari Satrad 222 TNI AU Kabuh dengan baik dan penuh kegembiraan. (LiT)
MAN 3 Jombang (Humas) – Matsama sesi dua yang berlangsung pada (04/07) masih melanjutkan beberapa materi pada hari pertama. Selain itu, ada dua materi tambahan yaitu budaya madrasah, prestasi, inovasi, dan ragam hal terkait Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Hal ini bertujuan agar peserta didik baru lebih memahami tentang tata cara interaksi yang baik dan bagaimana cara meraih prestasi.
Tim Guru BK MAN 3 Jombang bertindak sebagai pemateri di bidang budaya madrasah. Budaya madrasah tersebut menyangkut Standar Etika Widya Pakerti Siswa di Madrasah. Misalnya, cara menyapa Bapak/Ibu Guru, cara menyapa teman, cara masuk dan keluar kelas, dan sebagainya. Selanjutnya, materi OSIS berisi tentang organisasi yang mewadahi kompetensi berorganisasi yang dimiliki oleh peserta didik. Struktur organisai, divisi-divisi, tugas setiap devisi, dan program kerja. Divisi di OSIS tersebar di tiga bidang yaitu bidang pembinaan siswa, bidang minat dan bakat, dan bidang penalaran.
Ustaz Moh. Ilyas, Lc, M.M.Pd. selaku ketua PPI (Pusat Prestasi dan Inovasi) memberikan pemaparan terkait prestasi dan inovasi yang dimiliki oleh MAN 3 Jombang. Ustaz Ilyas memaparkan tentang ragam cara untuk meraih prestasi dan juara tingkat daerah hingga tingkat internasional. Hal ini selaras dengan slogan yang dimiliki oleh madrasah yaitu MAN 3 Jombang Kaya Juara. Pemateri pun dengan penuh semangat memberikan contoh tentang peserta didik kelas tengah dan akhir yang telah meraih prestasi. Peserta didik yang mendengarnya memberi tepuk tangan yang gemuruh.
“Kalian hendaknya bisa meraih prestasi sebanyak mungkin seperti kakak kelas kalian. Caranya, bisa bergabung dengan ragam kegiatan yang ada di PPI. Di PPI, kalian akan dibina untuk mengembangkan potensi bersama para mentor. Ada beberapa bidang yang diwadahi oleh PPI. Seperti, olimpiade, bahasa dan seni, riset, inovasi, dan digitalisasi,” tutur Ustaz Ilyas memberikan penjelasan secara terperinci. (LiT)
Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Pembangunan gedung berbiaya SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) MAN 3 Jombang secara resmi dimulai pada Jum’at (1/7/2022). Hal itu ditandai dengan dilaksanakannya peletakan batu pertama. Kegiatan seremonial ini dihadiri oleh PLH Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Nawawi. Turut hadir pula KH. Moh Hasib Wahab Hasbullah selaku Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Taufiqurrahman selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, KH Sholahul Aam Notobuwono sebagai Ketua Komite MAN 3 Jombang, dan tentu Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno beserta jajarannya.
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH. Moh Hasib Wahab Hasbullah, dengan terlebih dahulu membacakan do’a agar proyek tersebut berjalan dengan lancar. Peletakan batu kemudian dilakukan Kakanwil, diikuti Kepala Kemenag Jombang, Ketua Komite dan Kepala MAN 3 Jombang.
Gedung berbiaya SBSN tersebut akan diperuntukkan sebagai Ruang Kelas Baru (RKB). Total terdapat 6 lokal RKB yang akan dibangun. Lokasi pembangunan di sebelah Makam Pahlawan Nasional, K.H. Abdul Wahab Hasbullah. Proyek tersebut dikerjakan selama lima bulan dan ditargetkan selesai pada 3 Desember. Sutrisno menyampaikan bahwa peresmian gedung baru itu akan dilaksanakan pada 4 Desember. “InsyaAllah akan dihadiri Menteri Agama, Bapak H. Yaqut Cholil Qoumas,” ujar Sutrisno dalam sambutannya.
Sementara itu, Nawawi menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian MAN 3 Jombang. Nawawi berharap, adanya fasilitas gedung baru berbiaya SBSN tersebut dapat meningkatkan semangat belajar peserta didik Madrasah Kaya Juara ini. (Zul)
Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – MAN 3 Jombang turut serta dalam kegiatan Ekspo Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Plus Keterampilan. Kegiatan tingkat nasional ini terlaksana di MAN Bangkalan selama tiga hari, dari Selasa (22/6). Dalam kesempatan itu, MAN 3 Jombang mengenalkan Galeri Karya Apik sebagai tempat untuk memasarkan produk keterampilan siswa.
Stand pameran MAN 3 Jombang cukup menarik perhatian pengunjung. Konsep stand yang estetis dan instragamable membuat pengunjung betah berlama-lama mengamati produk keterampilan MAN 3 Jombang, diantaranya hiasan furniture hingga busana rancangan siswa. Tak sedikit pengunjung yang tertarik dan membeli produk-produk tersebut. Keunikan stand MAN 3 Jombang membuat madrasah kaya juara ini meraih penghargaan sebagai Juara 3 Stand Creatif dalam pameran tersebut.
Ekspo MAN Plus Keterampilan juga diwarnai dengan berbagai lomba. Selain Stand Creatif, ada pula lomba Cinematograph, Design Tata Busana, Robotik, dan lain sebabaginya. MAN 3 Jombang berhasil mendapat prestasi The Best Creatif ke-3 dalam Lomba Designer Tata Busana dan The Best Idea ke-1 untuk Lomba Cinematograph.
Prestasi MAN 3 Jombang dalam Ekspo MAN Plus Keterampilan membuat Sutrisno, Kepala MAN 3 Jombang bangga. Sutrisno menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim keterampilan MAN 3 Jombang dalam menyiapkan kegiatan pameran tersebut.
Sudarnoto selaku Wakil Kepala Sarana dan Prasarana MAN 3 Jombang, mengatakan bahwa keberhasilan tim keterampilan dalam ekspo tersebut menunjukkan kalau produk siswa sangat berkualitas dan dapat bersaing. Untuk itu, pihaknya akan meningkatkan kualitas program keterampilan dengan berbagai macam strategi. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan dunia industri. “Semoga program keterampilan MAN 3 Jombang semakin maju dan dapat mencetak pengusaha-pengusaha kreatif dan sukses,” harap Sudarnoto. (Zul)
MAN 3 Jombang (Humas) – Seusai pembekalan kemarin, Matsama MAN 3 Jombang masih berlangsung dengan gembira (03/07). Pada hari pertama pelaksanaan Matsama tersebut, peserta didik baru mendapat informasi lebih lengkap terkait ragam tata tertib di Pondok Pesantren Bahrul’ulum (PPBU) dan MAN 3 Jombang. Selain itu, mereka juga mendapat ragam pengetahuan terkait wiyata mandala dan kepesantrenan. Untuk tata tertib PPBU dan MAN 3 Jombang, peserta didik baru juga bisa mendapatkan informasi di Buku Panduan Matsama. Buku panduan setebal empat puluh halaman tersebut telah dibagikan kepada semua peserta didik baru.
Wawasan wiyata mandala berisi tentang ragam hal yang ada di madrasah. Ragam hal itu seperti sejarah madrasah, visi misi, struktur organisasi, program, fasilitas, prestasi, dan sebagainya. Kepesantrenan meliputi sejarah pondok, visi misi organisasi, periode pengembangan, struktur organisasi, dan sebagainya. Bapak K.H. Ahmad Amin Yahya menjadi pemateri di bidang tata tertib PPBU. Materi terkait dunia kepesantrenan disampaikan oleh Gus Shofi. Sementara itu, terkait materi wiyata mandala disampaikan oleh dua orang pemateri yaitu wakil kepala bidang humas (Bapak H.M. Ma’shum, S.Ag., M.Pd.I) dan wakil kepala bidang sarana prasarana (Bapak Drs. Sudarnoto).
Hari pertama Matsama ini, juga merupakan pembukaan Matsama. Pembukaan ditandai dengan bunyi sirene, pelapasan balon, dan penyematan tanda peserta Matsama oleh Kepala Madrasah (Bapak Sutrisno, S.Pd. M.E.). Peserta didik pun semakin semangat mengikuti Matsama ketika pemandu acara mengutarakan moto Matsama.
“Matsama Gembira, MAN 3 Jombang Kaya Juara,” ujar pemandu acara yang kemudian disusul dan ditirukan oleh semua peserta Matsama. (LiT)
MAN 3 Jombang (Humas) – MAN 3 Jombang dalam rangka menyambut siswa baru mengadakan Matsama. Matsama merupakan akronim dari Masa Taaruf Siswa Madrasah. Kegiatan ini merupakan program yang dilakukan untuk mengenalkan madrasah kepada siswa baru (02/07). Kegiatan ini berlangsung selama lima hari yaitu 2—6 Juli. Hari pertama Matsama dibuka dengan pembekalan dan wisata madrasah. Pembekalan berupa pengenalan alur Matsama dan wisata madrasah.
Siswa baru dalam mengikuti pembekalan mendapat serangkaian alur Matsama yang hendaknya mereka ikuti dengan baik dan benar. Alur kegiatan tersebut misalnya mengikuti apel, melaksanakan kegiatan, dan mendapatkan materi yang sesuai. Materi meliputi wawasan wiyata mandala, kepesantrenan, budaya madrasah, dan tata tertib siswa. Mereka juga mendapat serangkaian informasi terkait prestasi dan ragam ekstrakurikuler di madrasah.
Seusai mengikuti pembekalan, para siswa baru mengikuti wisata madrasah. Mereka dipandu oleh pengurus OSIS untuk mengenal ragam fasilitas dan ruangan yang ada di marasah. Tujuannya adalah supaya siswa lebih mengenal secara dekat profil madrasah. Selain itu, agar mereka tahu tentang tata cara menggunakan fasilitas yang ada. Beberapa tempat dan fasilitas yang menjadi sasaran wisata madrasah adalah ruang kepala madrasah, ruang wakil kepala mdarasah, ruang guru, Kantor Program Unggulan, Perpustakaan, ruang OSIS, PPI (Pusat Prestasi Inovasi), Laboratorium Fisika, Laboratorium Biologi, dan sebagainya.
“Wah, fasilitas yang ada di perpustakaan lengkap ya Bu!” ujar salah seorang siswa baru ketika melakukan kunjungan wisata madrasah ke Perpustakaan Menara Ilmu MAN 3 Jombang. (LiT)
Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Tim Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) kembali harumkan nama MAN 3 Jombang. Pada gelaran Olimpiade PAI di Universitas Islam Lamongan (UNISLA), delegasi MAN 3 Jombang berhasil mendominasi. Pada peringkat lima besar, empat diantaranya adalah peserta didik MAN 3 Jombang.Mereka adalah Neyla Marshadina Aufa yang meraih juara 2, Septiana Mar’atus Sholihah sebagai Juara 3, M. Azhar Efendi mendapat Juara Harapan 1, dan Raed Fuady yang memperoleh Juara Harapan 2.
Kompetisi tingkat Provinsi ini terdiri atas tiga tahapan. Penyisihan terlaksana pada Kamis (16/6). Pada tahapan ini, peserta menyelesaikan 50 soal pilihan ganda secara virtual. Terdapat 20 peserta terbaik yang melaju ke semi final pada Sabtu (18/6). Tahapan semi final ini berlangsung di kampus UNISLA. Peserta menjawab satu persatu pertanyaan pada sebuah papan tulis kecil. Peserta yang menjawab salah harus gugur, sementara yang menjawab benar dapat melanjutkan pertandingan hingga tersisa lima peserta terbaik .
Tahap final berlangsung hari itu juga. Peserta mendapat amplop berisi suatu permasalahan. Mereka diminta mempresentasikan solusi beserta dalil yang berkaitan dengan permasalahan tersebut. “Saya mendapat soal tentang konsep berlomba-lomba dalam kebaikan,” ujar Neyla. Peserta didik XI IPS 3 ini mengakui bahwa tahapan final cukup berat. Dia dituntut berpikir cepat dan bisa menyampaikan pendapat dengan tepat.
Eryati Fikriyah selaku pembina mengaku bangga dengan pencapai anak-anak didiknya. Menurut Eryati, kesuksesan tersebut tak lepas dari dukungan madrasah yang senantiasa memfasilitasi siswa yang akan berlomba. “Semoga pada lain kompetisi, kami dapat kembali membuat MAN 3 Jombang bangga,” harap Eryati. (Zul)
Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Ajang Competition Week MAN 3 Jombang berakhir meriah pada Sabtu (18/6). Kegiatan yang berpusat di Gedung Serba Guna (GSG) itu dihadiri Erick Thohir. Menteri BUMN itu tampak kagum dengan tiga pemenang Competition Week yang membawakan dua buah lagu dan pertunjukkan silat seni. Erick dengan didampingi Ketua Majelis Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (YPPBU), KH. Moh Hasib Wahab Hasbulloh, Ketua Umum YPPBU, KH. M. Wafiyul Ahdi, dan Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno lalu menyerahkan piala penghargaan kepada para pemenang.
Usai prosesi penyerahan hadiah, Erick memberikan motivasi kepada siswa MAN 3 Jombang. Dia mengawali dengan meminta tiga siswa maju untuk diberikan pertanyaan. Kepada tiga siswa itu, Erick menanyakan cita-cita mereka. Dua siswa menjawab ingin menjadi dokter sedangkan sisanya seniman. Erick lalu mengajak semua siswa untuk bersemangat meraih impian.
Dalam pidatonya, Erick juga menyampaikan tentang pentingnya pendidikan. Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah ini menceritakan perjuangan ayahnya, H. Muchamad Teddy Thohir saat menimba ilmu. “Almarhum Bapak saya yatim dan miskin. Beliau percaya bahwa pendidikan adalah kunci kesuksesan. Sejak usia 10 tahun beliau merantau untuk mengenyam pendidikan hingga kuliah. Beliau pantang menyerah sehingga sukses menjadi pengusaha,” jelas Erick.
Erick juga memaparkan bahwa pendidikan merupakan salah satu program yang menjadi fokus CSR BUMN, yaitu dengan memberikan beasiswa untuk 7700 generasi muda. Dalam kesempatan itu pula, Erick memberikan beasiswa kepada siswa MAN 3 Jombang terpilih. Tiga diantaranya adalah siswa yang telah maju dan menjawab pertanyaan Erick. (Zul)