Andik dan Wildan Raih Juara 3 Olimpiade PPKn Tingkat Nasional

Andik dan Wildan Raih Juara 3 Olimpiade PPKn Tingkat Nasional

 

Dua orang siswa dari MAN 3 Jombang berhasil meraih juara 3 olimpiade nasional (16/9). Keduanya adalah Andik Hidayatullah dan Muhammad Wildan Ramadani, siswa jurusan IPA. Olimpiade tersebut diadakan oleh HMJ HKn Universitas Negeri Malang. MAN 3 Jombang mengirim tiga tim. Olimpiade dibagi menjadi tiga tahapan yaitu portofolio, mengerjakan soal, dan presentasi.

Semua peserta harus mengirim abstrak portofolio untuk menuju pada tahap penyisihan. Semua tim lolos pada tahap penyisihan. Ada lima puluh peserta yang diseleksi pada tahap penyisihan. Pada tahap penyisihan, peserta mengirim portofolio secara utuh untuk dipilih menjadi sepuluh peserta yang lolos menuju tahap final. Dua tim dari MAN 3 Jombang lolos pada tahap ini.

Portofolio dengan judul Upaya Peningkatan Keterampilan Berbahasa Jawa melalui Maknani Kitab serta Memahami Aksara Jawa Menggunakan Media Plakat di Madrasah Aliyah Negeri Jombang yang ditulis oleh Andik Hidayatullah dan Muhammad Wildan Ramadani berhasil meraih juara 3 di olimpiade tersebut.

“Setiap hari bimbingan, selama tiga minggu. Minggu pertama berupa materi olimpiade, minggu kedua berapa power point, dan mingu ketiga berupa latihan presentasi,” tutur Devy Tri Wahyuni, salah satu pembina olimpiade PPkn. (LiT)

Tiga Siswa MAN 3 Jombang Mewakili Jatim di Ajang KSM Nasional

Tiga Siswa MAN 3 Jombang Mewakili Jatim di Ajang KSM Nasional

BPMO (Bimbingan Pemantapan Materi  Olimpiade) kembali mencetak siswa berprestasi. Kali ini, tiga siswa dari MAN 3 Jombang mewakili Jatim menuju KSM (Kompetisi Sains Madrasah) tingkat Nasional. Mereka pun mendapat penghargaan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi  Jawa Timur (21/8). Penghargaan berupa piala, sertifikat, dan tabanas. Tabanas yang diterima sejumlah satu juta rupiah. Ketiga siswa tersebut adalah  Azharul Jannah kelas XII MIPA 5, Qonita Nailul Muna kelas XII MIPA 5, dan Aditya Eka Wahyuningsih kelas XII IPS 3. Mereka secara berurutan mewakili cabang olimpiade Fisika, Matematika, dan Ekonomi.

Di Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Jawa Timur, mereka mendapatkan penghargaan, pembekalan, dan pembinaan dari  Kantor wilayah Kementerian Agama Propinsi  Jawa Timur. Sebelumnya mereka mengikuti seleksi tingkat provinsi yang dilaksanakan di MAN 3 Jombang dan MTsN 3 Jombang. Di seleksi tersebut, Azharul Jannah meraih juara 2 Fisika, Qonita Nailul Muna meraih juara harapan 2 Matematika, dan Aditya Eka Wahyuningsih meraih juara 3 Ekonomi .

“BPMO akan terus melakukan terobosan-terobosan baru dalam hal peningkatan kualitas siswa bimbingan sehingga bisa terus meningkatkan prestasi,” tutur M. Bagus Amrullah, S.Pd. selaku koordinator BPMO MAN 3 Jombang. (LiT)

Lomba Da’I Muda, Cetak Pendakwah Berkualitas

Lomba Da’I Muda, Cetak Pendakwah Berkualitas

 

Dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, anggota Remas (Remaja Masjid) Al Madinah MAN 3 Jombang mengadakan lomba Da’I (14/8). Lomba diikuti oleh semua perwakilan kelas X, XI, dan XII. Tema lomba adalah Kemerdekaan Bernuansa Islami.

“Remaja Masjid Al Madinah bisa memiliki jiwa dakwah atau menyampaikan kebenaran dan memiliki program kerja yang bervariasi,” tutur Herlin Sri W. selaku ketua remas Al Madinah.

Beberapa hal yang menjadi penilaian dalam lomba tersebut adalah sebagai berikut:

  1. pelafalan;
  2. ekspresi;
  3. penguasaan materi;
  4. adab; dan
  5. kesesuaian isi dengan tema.

Juri dalam lomba tersebut terdiri dari dua orang yaitu Yantini, M.Pd.I. dan Manasiful Anam, S. Ag.

“Saya menemukan bibit-bibit baru dalam kemampuan berdakwah,” ujar Yantini. (LiT)

Dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, anggota Remas (Remaja Masjid) Al Madinah MAN 3 Jombang mengadakan lomba Da’I (14/8). Lomba diikuti oleh semua perwakilan kelas X, XI, dan XII. Tema lomba adalah Kemerdekaan Bernuansa Islami.

“Remaja Masjid Al Madinah bisa memiliki jiwa dakwah atau menyampaikan kebenaran dan memiliki program kerja yang bervariasi,” tutur Herlin Sri W. selaku ketua remas Al Madinah.

Beberapa hal yang menjadi penilaian dalam lomba tersebut adalah sebagai berikut:

  1. pelafalan;
  2. ekspresi;
  3. penguasaan materi;
  4. adab; dan
  5. kesesuaian isi dengan tema.

Juri dalam lomba tersebut terdiri dari dua orang yaitu Yantini, M.Pd.I. dan Manasiful Anam, S. Ag.

“Saya menemukan bibit-bibit baru dalam kemampuan berdakwah,” ujar Yantini. (LiT)

Semarak HUT RI ke-73 di MAN 3 Jombang

Semarak HUT RI ke-73 di MAN 3 Jombang

 

Beragam lomba digelar di MAN 3 Jombang dalam rangka semarak HUT RI ke-73 (18/9). Lomba diadakan dalam rangka untuk memupuk semangat persatuan dan kesatuan warga madrasah. Siswa putri memiliki enam jenis lomba yang harus diikuti. Lomba tersebut meliputi:

  1. makan kerupuk;
  2. bambu berjalan;
  3. koin dalam tepung
  4. balon gesek
  5. kepruk plastik; dan
  6. bola voli.

 

Siswa putra memiliki lomba yang berbeda dengan siswa putri. Ada empat lomba yang berbeda yaitu di siswa putra terdapat lomba rafia berjalan, kursi goyang, kelereng, dan dancing tempeh. Selain lomba itu, juga terdapat lomba kebersihan kelas dan sudut baca terbaik yang wajib diikuti oleh masing-masing kelas.

“Semua kegiatan lomba bisa berlangsung secara tertib dan lancar karena kerja sama dan bantuan dari semua pihak,” ujar Muhammad Farid Nugraha ketua kegiatan pelaksanaan HUT RI ke-73. (LiT)

 

Madrasah Literasi Luncurkan Empat Buku Karya Warga Madrasah

Madrasah Literasi Luncurkan Empat Buku Karya Warga Madrasah

 

MAN 3 Jombang sebagai madrasah literasi terus berkomitmen untuk berkarya. Kali ini, warga MAN 3 Jombang meluncurkan empat buku sekaligus (9/8). Keempat buku tersebut merupakan karya warga madrasah yang terdiri dari para siswa dan guru. Keempat buku tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Lelaki di Kota Gawai (Kumpulan Cerpen Terbaik dan Peraih Penghargaan) karya Komunitas Baca Arpelbuk MAN 3 Jombang.
  2. Membunuh Monster di dalam Kelas karya Komunitas Baca Arpelbuk MAN 3 Jombang.
  3. Bahasa Indonesia untuk MA/ SMA karya Dra. Nur Faizah, guru MAN 3 Jombang.
  4. Gerakan Ajaib di dalam Kelas (kumpulan Puisi) karya Rialita Fithra Asmara, guru MAN 3 Jombang.

Keempat buku tersebut diterbitkan Dreamlitera, Malang. Acara peluncuran buku tersebut juga dihadiri oleh penyair Jawa Timur, peraih beragam penghargaan di bidang sastra sekaligus alumni MAN Tambakberas Jombang (MAN 3 Jombang) yaitu F. Aziz Manna. Selain peluncuran buku, juga terdapat pemberian penghargaan terhadap para penulis dan penulis berprestasi warga MAN 3 Jombang.

“Ini merupakan angin segar bagi dunia tulis-menulis di madrasah. Madrasah menghargai dan mengapresiasi para penulis yang terdapat di madrasah,” ujar F. Aziz Manna. (LiT).

 

Komunitas Baca Arplebuk Lolos Semifinalis Gramedia Reading Community

Komunitas Baca Arplebuk Lolos Semifinalis Gramedia Reading Community

 

Pada (21/7) komunitas baca Arpelbuk (Arek Pelahap Buku) MAN 3 Jombang mendapat tamu istimewa. Tamu istimewa tersebut adalah tim Garmedia. Kedatangan mereka adalah untuk mensurvei ragam aktivitas dari komunitas baca Arplebuk MAN 3 Jombang. Sesuai dengan data seleksi Gramedia Reading Community, komunitas baca Arpelbuk lolos sebagai semifinalis sehingga harus disurvei oleh pihak Gramedia.

“Tahap seleksi awal adalah  dengan mengirim esai yang berupa program kegiatan dari komunitas baca,” ujar Rialita Fithra Asmara selaku pembina komunitas Baca Arpelbuk MAN 3 Jombang.

Tim Gramedia disambut dengan peragaan karya Arpelbuk, seperti lukisan pasir, buku-buku karya anggota Arpelbuk di outdoor reading. Tim Gramedia juga diajak untuk belajar melukis bersama anggota komunitas. Seusai dari Outdoor Reading, tim Gramedia menuju perpustakaan. Perpustakaan adalah salah satu tempat Arpelbuk untuk melakukan kegiatan literasi.

Di perpustakaan, para duta literasi dan duta antikorupsi melalui literasi siap untuk melakukan presentasi. Seusai menyaksikan presentasi, tim Gramedia ikut serta memainkan alat permainan pendidikan antikorupsi. Arpelbuk MAN 3 Jombang bekerja sama dengan komunitas baca RBS (Rumah Baca Sahabatku) yang merupakan  mitra KPK dalam sosialisasi pendidikan antikorupsi melalui literasi. Kegiatan berlanjut dengan wawancara dari tim Gramedia kepada pembina komunitas Arpelbuk. Survei berakhir dengan penyerahan ragam karya komunitas baca Arpelbuk kepada tim Gramedia. Salam Literasi, Lawan Koruspi, dan Salam Oke (Orang Kreatif). (Lit).

 

Rihlah sebagai Upaya Penyegaran bagi Guru dan Tenaga Kependidikan MAN 3 Jombang

Rihlah sebagai Upaya Penyegaran bagi Guru dan Tenaga Kependidikan MAN 3 Jombang

Ketika libur lebaran, MAN 3 Jombang melakukan rihlah selama dua hari (3—4/7). Rihlah ini diikuti oleh semua guru dan tenaga kependidikan MAN 3 Jombang. Para guru dan tenaga pendidikan juga diperkenankan mengajak anggota keluarga mengikuti rihlah. Ada empat tujuan rihlah yaitu Desa Wisata Pujon Kidul, Agrowisata Batu, Pantai Balekambang, dan Masjid Cheng Ho Pasuruan. Hari pertama, peserta rihlah menuju Desa Wisata Pujon Kidul kemudian ke Agrowisata untuk wisata petik buah apel.

Menjelang sore, peserta rihlah sudah sampai di Hotel Victory untuk istirahat dan menginap. Keesokan harinya, tempat tujuan berikutnya adalah Pantai Balekambang. Para guru dan tenaga kependidikan beserta keluarga menikmati keindahan Pantai Balekambang. Selain itu, mereka juga makan siang di pinggir pantai sambil menikmati debur ombak pantai. Menjelang sore, para peserta rihlah menuju tempat tujuan akhir yaitu Masjid Cheng Ho, Pasuruan. Tepat pukul 19.00 perjalanan dilanjutkan menuju Kota Jombang.

“Rihlah sangat penting sebagai upaya penyegaran bagi guru dan tenaga kependidikan MAN 3 Jombang. Ketika sudah masuk dan aktif kegiatan pembelajaran, para guru dan tenaga kependidikan memiliki semangat baru untuk mulai beraktivitas,” tutur Fatchul Hidayati selaku wakil kepala madrasah bidang humas. (LiT)

 

MAN 3 Jombang Sambut Awal Tahun Ajaran Baru dengan Rapat Koordinasi

MAN 3 Jombang Sambut Awal Tahun Ajaran Baru dengan Rapat Koordinasi

 

MAN 3 Jombang mengawali kegiatan belajar-mengajar pada (7/7). Sebelum siswa memasuki kelas, terlebih dahulu para siswa, guru, dan tenaga pendidikan melakukan halal bi halal  di lapangan induk MAN 3 Jombang. Semua siswa yang berasal dari kampus utara dan timur berkumpul di lapangan kampus induk. Usai kegiatan halal bi halal, para siswa kembali ke kelas untuk membentuk para pengurus kelas.

Untuk mengawali kegiatan pembelajaran dan supaya kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik dan tertib, MAN 3 Jombang melakukan rapat koordinasi. Rapat secara langsung dipimpin oleh Bapak Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno. Sebagai pembuka rapat adalah pembagian SK kepada para guru dan tenaga pendidikan. Dengan SK tersebut, guru dan tenaga pendidikan mengetahui tugas yang diembannya selama satu tahun pembelajaran.

“Sebagai guru dan tenaga pendidikan yang bernaung di dalam Kementerian Agama, hendaknya kita tidak boleh melupakan lima budaya kerja. Kelima budaya kerja tersebut meliputi integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan. Budaya-budaya tersebut mari kita terapkan secara maksimal di MAN 3 Jombang,” tutur Sutrisno, Kepala MAN 3 Jombang saat memimpin rapat. (LiT)

Matsama sebagai Sarana Mengenal Madrasah

Matsama sebagai Sarana Mengenal Madrasah

Para siswa baru mendapat ragam bekal pengetahuan terkait MAN 3 Jombang. Selama empat hari (9—12/7), mereka mengikuti Matsama (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah). Selama empat hari tersebut mereka mendapatkan ragam materi seperti berikut.

  1. Wawasan Wiyata Mandala
  2. Kepesantrenan
  3. Wawasan Wiyata Mandala
  4. Widya Pakerti
  5. Tata tertib Siswa
  6. Etika Adiwiyata
  7. Ke-OSIS-an dan PBB.

Pada hari terakhir yaitu Kamis, para siswa melakukan ziarah makam, jalan sehat, dan demonstrasi kegiatan ekstrakurikuler OSIS. Matsama resmi ditutup pada pukul 12.30 dengan melakukan apel. Penutupan juga ditandai dengan pelepasan tanda peserta Matsama. Dua orang siswa yang mewakili prosesi pelepasan adalah Satria Abrar dari kelas X Agama 1 dan Bella Pertiwi dari kelas X IPS 6.

“Semoga apa yang kalian dapat dari Matsama bisa mendorong kalian untuk berprestasi di MAN 3 Jombang. Selain itu, semoga kalian bisa menjaga kebersihan lingkungan madrasah. MAN 3 Jombang merupakan madrasah beradiwiyata, berkarakter, dan berliterasi sehingga kalian harus berperan serta menjaganya dengan baik,” tutur Sudarnoto, selaku pembina apel penutupan matsama dan wakil kepala bidang sarana dan prasarana. (LiT)