canangan Gerakan Literasi Madrasah di MAN 3 Jombang,  Luncurkan Dua Buku Karya Warga Madrasah

Pencanangan Gerakan Literasi Madrasah di MAN 3 Jombang,

 Luncurkan Dua Buku Karya Warga Madrasah

 

MAN 3 Jombang mencanangkan gerakan literasi madrasah (7/5). Gerakan tersebut telah didahului dengan ragam kegiatan yang merupakan embrio dari gerakan literasi madrasah. Kegiatan yang telah lebih dulu ada adalah pembuatan sudut baca yang terdapat di kelas-kelas percontohan dan pemilihan duta baca di masing-masing kelas. Dalam pencanangan literasi madrasah tersebut, Unit Pengembang Mutu MAN 3 Jombang bekerja sama dengan perpustakaan MAN 3 Jombang mengundang perpustakaan keliling Kabupaten Jombang. Selain mengungdang perpustakaan keliling, juga peluncuran dua buku karya warga madrasah dan outdoor reading corner.

Buku-buku tersebut meliputi buku Bahasa Indoensia yang ditulis oleh Nur Faizah dan kumpulan puisi berjudul Gerakan Ajaib di dalam Kelas oleh Rialita Fithra Asmara. Selain itu, ada buku Tambakberas, Menelisik Sejarah, Memetik Uswah yang ditulis oleh Tim Sejarah Tambakberas, Ponpes Bahrul’ulum Tambakberas, Jombang. Kepala madrasah  dengan didampingi oleh para penulis menyerahkan ketiga buku tersebut kepada perwakilan Perpustakaan Daerah Kabupaten Jombang.

“Madrasah harus berperan serta dalam gerakan literasi madrasah, salah satunya dengan menumbuhkan budaya baca bagi semua warga madrasah. Budaya baca terwujud salah satunya bisa terwujud dengan membuat tempat yang asyik dan mendukung untuk membaca,” tutur Sutrisno, kepala MAN 3 Jombang.

Dengan dicanangkannya MAN 3 Jombang sebagai madrasah literasi, beragam kegiatan literasi semakin bergeliat. Perpustakan didesain sedemikian rupa berdasarkan selera siswa, komunitas baca Arpelbuk, klinik menulis, bedah buku, penerbitan buku, dan pentas karya serta masih banyak kegiatan lainnya yang turut mendukung gerakan literasi madrasah. (LiT)

 

 

Ekstrakurikuler PMR Raih Dua Kejuaraan di Ajang Ampera Tingkat Jawa Timur

Ekstrakurikuler PMR Raih Dua Kejuaraan di Ajang Ampera Tingkat Jawa Timur

 

PMR merupakan salah satu ekstrakurikuler yang terdapat di MAN 3 Jombang. Pada (6/5), anggota ekstrakurikuler tersebut mengikuti Ampera (Ajang Prestasi Palang Merah Remaja Wira) se-Jawa Timur di STKIP PGRI Jombang. MAN 3 Jombang mengirim satu tim terdiri dari sepuluh orang. Lomba dimulai pukul 07.00 WIB.

Ada beberapa prosedur lomba yang harus dilalui oleh para peserta. Peserta membuat hasil karya berupa lukisan di tong sampah (bekas cat) sebagai media. Waktu penyelesaian pekerjaan tersebut maksimal adalah 120 menit. Tema lukisan yaitu peran PMR WIRA dalam kesiapsiagaan bencana. Setelah proses tersebut, peserta mempresentasikan di depan juri tentang ragam hal yang bisa dilakukan PMR Wira dalam mencegah terjadinya bencana. Presentasi dilakukan maksimal sepuluh menit. Setelah presentasi, peserta melaksanakan tes tulis. Peserta mendapat nilai dari 90% hasil presentasi dan 10% dari hasil tes tulis.

“Latihan tambahan dilakukan kurang lebih dua Minggu (12 x pertemuan) dan dilaksanakan saat proses belajar-mengajar selesai atau sekitar pukul 14.00 – 16.00, tutur Winda selaku pembina ekstrakurikuler PMR.

Melalui proses latihan yang tekun, perwakilan ekstrakurikuler MAN 3 Jombang berhasil meraih dua kejuaraan. Juara terbaik 1 tentang Kesiapsiagaan Bencana dan Peringkat 1 Regu Terbaik menjadi hadiah indah bagi MAN 3 Jombang. (LiT)

 

 

 

 

 

Luqman Hakim, Siswa Jurusan Bahasa MAN 3 Jombang Raih Juara Harapan 2 Shodou

Luqman Hakim, Siswa Jurusan Bahasa MAN 3 Jombang Raih Juara Harapan 2 Shodou

 

Perwakilan dari kegiatan ekstrakurikuler Bahasa Jepang MAN 3 Jombang mengikuti lomba Bahasa Jepang di Unitomo Surabaya (25/3). Ada sepuluh siswa yang dikirim untuk mengikuti lomba di sana. Sepuluh siswa tersebut meliputi enam siswa mengikuti lomba shodou, tiga siswa mengikuti olimpiade kanji, dan satu siswa mengikuti kamishibai atau telling story. Dari kesepuluh siswa yang dikirim, satu siswa berhasil meraih juara harapan dua di bidang shodou atas nama Luqman Hakim.

“Pola bimbingan sebelum mengikuti lomba adalah latihan secara tertulis dan melalui media video,” tutur Taufan Amirul M, pembimbing lomba sekaligus pembina kegiatan ekstrakurikuler Bahasa Jepang MAN 3 Jombang.

Berdasarkan penjelasan dari pembibing lomba, kendala yang dihadapi adalah waktu yang tersedia untuk persiapan lomba sangat sempit. Waktu yang tersedia hanya satu minggu sebelum pelaksanaan lomba. (LiT)

OSIS MAN 3 Jombang  Tumbuhkan Jiwa Wirausaha dengan Melakukan Kunjungan ke PT Yakult dan Rocket Chicken

OSIS MAN 3 Jombang  Tumbuhkan Jiwa Wirausaha dengan Melakukan Kunjungan ke PT Yakult dan Rocket Chicken

 

Perwakilan OSIS MAN 3 Jombang melakukan kunjungan ke PT Yakult dan Rocket Chicken (16/4). Mereka didampingi oleh para pembina OSIS yang berjumlah empat oranng. Keempat pembina OSIS yang turut mendampingi mereka adalah Moh. Efendi, S.Pd,. Lilik Khumaidah, M.M, Anas Fauzi, S.Pd., dan Miftahul Ilmi, S.Pd.  Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka perwujudan salah satu program OSIS dibidang wirausaha atau entrepreneur.

Dua tempat yang menjadi sasaran kujungan adalah PT Yakult Indonesia dan Rocket Chicken. Di Yakult, mereka belajar tentang segala ragam terkait yakult, mulai dari produksi hingga pemasaran. Peserta yaitu para perwakilan OSIS diperkenankan bertanya kepada pihak yakult terkait dunia usaha. Pengalaman praktik langsung membuat ayam goreng yang lezat ala Rocket Chicken didapatkan mereka saat tiba di Rocket Chicken. Rombongan dibawa ke dapur Rocket Chicken untuk melihat dan praktik langsung membuat ragam ayam goreng yang lezat.

“Semoga kegiatan ini bisa menumbuhkembangkan semangat para siswa, khususnya anggota OSIS MAN 3 Jombang dalam bidang wirausaha,” jelas Lilik Khumaidah, salah satu pembina OSIS MAN 3 Jombang. (LiT)

.

 

MAN 3 Jombang Jalin Kerja Sama dengan MAN 3 Sleman dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

MAN 3 Jombang Jalin Kerja Sama dengan MAN 3 Sleman dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

 

Dalam rangka pengembangan mutu madrasah, MAN 3 Jombang terus bergiat diri melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan kualitas madrasah. Perwakilan MAN 3 Jombang yang terdiri dari tim UPM (Unit Pengembang Mutu), tim perpustakaan dan Literasi melakukan kunjungan ke MAN 3 Sleman yang dulu bernama MAN 3 Yogyakarta dan UIN Sunan Kalijaga (26-27/4). Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan MoU, kerja sama terkait hal-hal di bidang pengembangan perpustakann dan mutu madrasah.

Pada (26/4), kunjungan dimulai dengan mengunjungi MAN 3 Sleman. MAN 3 Sleman menjadi sasaran dalam menjalin kerja sama karena madrasah tersebut pernah meraih gelar perpustakaan terbaik pada tahun 2007 dan mendapat anugerah pustakawan terbaik pada tahun 2017 atas nama Ibu Rita. Rombongan dari MAN 3 Jombang disambut secara ramah dan penuh keakraban oleh pihak MAN 3 Sleman. Hadir dalam penyambutan tersebut kepala madrasah, waka kurikulum, waka sarana prasarana, waka kesiswaan, kepala perpustakaan, dan kepala asrama. Masing-masing memberi penjelasan terkait dengan bidang-bidang yang diampu. Rombongan pun dibawa untuk berkeliling madrasah dan perpustakaan.

Perpustakaan MAN 3 Sleman sudah menerapkan e-library dan paper library. Perpustakaan pun didesain sesuai dengan selera siswa, mulai dari tampilan, warna, buku-buku yang disediakan sampai terdapat tempat untuk melakukan foto. Keesokan harinya (27/4), rombongan berkunjung ke perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, rombongan disambut oleh Ibu Labibah Zain selaku kepala perpustakaan dan stafnya. Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga merupakan perpustakaan pertama di Indonesia yang menggunakan Teknologi RFID untuk layanan peminjaman dan pengembalian buku secara mandiri.

“Harapannya, segala ilmu yang kita peroleh dari MAN 3 Sleman dan UIN Sunan Kalijaga terkait dengan ilmu perpustakaan dan bagaimana meningkatkan mutu madrasah bisa kita diterapkan di MAN 3 Jombang,” papar Nidaus Sa’adah selaku ketua UPM MAN 3 Jombang. (LiT)

 

 

MAN 3 Jombang Mengukir Prestasi di UNUSA

 

MAN 3 Jombang Mengukir Prestasi di UNUSA

Perwakilan siswa dari BPMO (Bimbingan Pemantapan Materi Olimpiade) mengikuti lomba di UNUSA (Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya). Lomba diadakan pada (22/4). Fakultas yang mengadakan lomba tersebut adalah fakultas kedokteran UNUSA. Perwakilan siswa tersebut terdiri dari Aulia anggun Fithriyanti kelas XI MIPA  5 dan Batrisiya Rumidzati Kelas X MIPA 4. Prosedur lomba adalah lomba dilakukan secara beregu dan terbagi menjadi tiga babak yaitu:

  1. Penyisihan;
  2. semifinal ; dan
  3. dan final, untuk final, lomba dibuat dengan model cerdas cermat.

Pada ajang lomba tersebut, MAN 3 Jombang berhasil meraih harapan dua.

“Bimbingan rutin setiap hari selasa dan pendalaman materi selama satu minggu menjelang lomba”, tutur Syamsul Huda, pembibing lomba sekaligus pembimbing olimpiade Biologi di BPMO MAN 3 Jombang. (LiT).

Menyajikan Jombang di Kelas

Oleh : Rialita Fithra Asmara, S.Pd.

Saya menggambar peta Indonesia di papan. Saat itu, saya sebagai guru yang baru pindah dari Gorontalo. Murid-murid begitu antusias ketika saya menceritakan ragam budaya dari daerah yang ada di peta. Sebagai perantau, tentu saya memiliki banyak kisah budaya seputar tempat-tempat yang saya singgahi. Lombok, Bali, Gorontalo, Makasar, tidak luput jadi bahan pembicaraan saya di kelas. Lamongan, sebagai kota kelahiran saya pun, tidak lepas menjadi bahan cerita. Ketika giliran saya bertanya tentang Jombang, tidak ada satu pun siswa di kelas menjawab pertanyaan saya.
Ternyata, mereka tidak menghayati tempat kelahirannya. Di sekolah saya, selain terdiri dari siswa daerah juga banyak siswa yang berasal dari luar daerah. Penghayatan mereka terhadap tanah kelahiran dan tempat mereka mencari ilmu masih perlu ditingkatkan. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Beberapa hal yang menjadi penyebabnya adalah kurangnya informasi tentang Jombang yang mereka dapat dan kekurangtertarikkan mereka untuk mengenal Jombang lebih jauh.
Jika keadaan tersebut terus dibiarkan nilai-nilai kearifan lokal dari ragam budaya Jombang tidak akan terbaca oleh para generasinya. Mereka lahir di Jombang tetapi tidak mengenal Jombang. Pernah tinggal di Jombang tetapi tidak bisa bercerita tentang Jombang. Sebagai guru bahasa Indonesia, saya memiliki kewajiban untuk mengenalkan Indonesia kepada para siswa. Mulailah saya menyajikan Jombang di dalam kelas. Penyajian Jombang di dalam kelas bisa melalui teks seputar Jombang dan puisi yang bertema Jombang. Soal-soal pun bisa disajikan dengan teks yang bertema Jombang.
Beberapa aspek yang bisa disajikan dalam teks bahasa Indonesia adalah aspek budaya Jombang, tokoh nasional dari kota Jombang, dan makanan khas Jombang. Melalui kertiga aspek tersebut, semoga generasi Jombang dan para siswa yang mencari ilmu di Jombang memahami dan mencintai Jombang.
Budaya, membuat para siswa mengenal ragam produk budaya yang berada di Jombang. Selain itu, nilai-nilai luhur yang terdapat pada budaya tersebut bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di antara ragam budaya Jombang yang bisa dikenalkan kepada para siswa adalah sebagai berikut:
1. besutan,
2. bantengan,
3. remo bolet, dan
4. wayang topeng jatiduwur.
Tokoh Nasional dari Kota Jombang bisa menjadi penyemangat para siswa untuk terus memberikan pengabdian yang terbaik bagi tanah air. Selain itu, juga bisa menjadi panutan mereka dalam meraih-raih cita. Ternyata, Kota Jombang melahirkan orang-orang berprestasi. Siapa saja mereka? Coba cermati beberapa nama berikut!
1. K. H. Abdurrahman Wahid, Presiden ke-3 Republik Indonesia,
2. K.H. Hasyim Asy’ari, Pahlawan Nasional,
3. K.H. Wahab Chasbullah, Pahlawan Nasional,
4. Emha Ainun Najib, budayawan, dan
5. Nurcholis Madjid, Intelektual Muslim.
6. Cucuk Espe, Seniman.
Selain nama-nama tersebut, masih banyak nama yang lain.
Nah, hal yang yang tak kalah menarik untuk dikenalkan kepada para siswa adalah tentang makanan khas Jombang. Bayangkan, jika mereka pergi ke suatu kota kemudian mereka ditanya apa makanan khas Jombang dan mereka tidak bisa menjawabnya. Beberapa nama makanana berikut dikenal sebagai khas Kota Jombang.
1. Soto dhok
2. Tahu pong
3. Durian wonosalam
4. Pecel Rengkek
5. Sego Sadukan
6. Kikil
Selain pelajaran bahasa Indonesia, pelajaran yang lain juga bisa menyajikan Jombang di dalam kelas. PKn, Sejarah, Antropologi, Sosiologi, dan lain-lain, bisa menginformasikan ragam hal tentang Jombang. Bisa juga dengan memberikan tugas terkait Jombang. Misalnya, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, siswa bisa diberi tugas mencari folklor tentang Jombang dan menceritakannya kembali di kelas. Contoh folklor yang bisa diceritakan adalah Kebo Kicak, Sendang Made, Ringin Contong, Asala-usul Kota Jombang, dan Asal-usul Tebu Ireng.
Pelajaran Antropologi, para siswa bisa diminta untuk mencari tayangan besutan dan bantengan. Akhirnya, selamat menyajikan Jombang di dalam kelas. Selamat mendekatkan Jombang dengan para siswa. Lebih asyik lagi, jika segala hal yang terkait Jombang bisa dijumpai di semua sekolah yang ada di Kota Jombang.

* penulis Adalah Guru Bahasa dan sastra di MAN 3 Jombang sekaligus Penulis produktif beberapa buku sastra dan puisi.

Bakat Vs Minat

Maslakhatul Nadhiroh

Oleh Maslakhatul Nadhiroh
Bakat dan minat, seringkali kita mendengar persoalan itu. Nah, banyak orang mengira bahwa bakat dan minat itu memengaruhi perjalanan kita berkarier di masa depan. Sekarang, kita harus mengetahui dulu apa itu bakat, bakat ialah kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan orang lain. Namun, hasilnya justru lebih baik.

Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir. Sedangkan minat ialah suatu proses pengembangan dalam mencampurkan seluruh kemampuan yang ada untuk mengarahkan individu kepada suatu kegiatan yang diminatinya.
Dalam berkarir bakat dan minat selalu banyak berpengaruh dalam potensi kinerja. Lalu bagaimana ketika bakat dan minat kita berbeda?, contohnya saja A punya bakat menulis, tapi si A sangat berminat besar dengan matematika.
Skill sangat mempengaruhi dalm etos kerja kita. Tapi jika bakat dan minat kita tidak sama bagainama memilihnya?. Menurut saya ada 2 cara yakni :
1) Pilih pekerjaan yang dapat berkolaborasi antara menulis dan berhitung.
2) Jika masih bingung maka pilihlah minat. Karena dengan memilih minat kita masih bisa mengerjakan pekerjaan kita esok dengan senang hati. Sebab walaupun kita tidak berbakat tetapi ada minat setidknya kita masih bisa menghasilkan hasil yang maksimal.

* Penulis Merupakan Santri dan Siswa di MAN 3 Jombang