Lawannya Mahasiswa, Peserta Didik MAN 3 Jombang Juara Baca Puisi Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Sosok Adinda Octavia Setiowati memanglah multitalenta. Selain jago kaligrafi, Dinda juga memiliki bakat dalam bidang baca puisi. Beberapa kali, Dinda meraih prestasi di bidang itu.

Yang terbaru, peserta didik Kelas XII MIPA 5 ini menjadi Juara 2 Lomba Baca Puisi Islami pada Minggu (27/11/2022). Lomba tersebut merupakan salah satu rangkaian dari Islamic Science and Technology Fair (ISEF). Penyelenggara lomba adalah Universitas Airlangga.

Lomba terlaksana dalam dua tahapan. Pertama adalah penyisihan. Pada tahap ini, peserta mengirimkan video penampilan membaca puisi yang telah disediakan panitia. Adinda memilih membaca puisi berjudul Ketika Engkau Bersembahyang sebagai puisi wajib dan Ternyata Aku yang Terdampar itu sebagai puisi pilihan. Dari 80 peserta, terpilih 10 penampil terbaik yang melaju ke final. Adinda salah satunya.

Tahap final terlaksana secara luar jaringan (luring) di kampus penyelenggara. Terdapat lima puisi yang disediakan panitia. Kelima puisi tersebut dibagikan kepada peserta secara acak. Adinda mendapat kesempatan membawakan puisi berjudul Zikir. “Alhamdulillah, saya sudah mempelajari puisi tersebut berulang kali sehingga dapat tampil maksimal,” ujar Dinda.

Penampilan Adinda rupanya menarik perhatian juri. Peserta didik kelahiran Mojokerto 18 tahun lalu ini berhasil meraih Juara 2 dalam kompetisi tersebut. “Saya tidak menyangka dapat menang karena lawannya banyak dari kalangan mahasiswa,” pungkas Adinda. (Zul)

Peserta Didik MAN 3 Jombang Juara 1 Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – MAN 3 Jombang memiliki iklim yang sehat untuk peserta didiknya termotivasi dalam mencetak prestasi. Setiap hari selalu saja ada berita menggembirakan perihal pencapaian peserta didik dalam berbagai kejuaraan.

Kali ini prestasi diraih oleh Ahmad Dicka Fajrin Ula. Peserta didik Kelas XII MIPA 1 ini baru saja menjadi Juara 1 Olimpiade Bahasa Arab Gojo National Olympic Competition. Lomba berlangsung dalam jaringan (daring). Terdapat 35 soal pilihan ganda yang harus diselesaikan setiap peserta.

“Penilaian bukan hanya dilihat dari banyaknya jawaban yang benar, namun juga kecepatan waktu dalam menjawab soal,” ujar Dicka. Peserta didik kelahiran Tuban 17 tahun lalu ini meraih nilai tertinggi dengan waktu tercepat dibanding 200 peserta lainnya.

Dicka tidak menyangka dapat menjadi pemenang kompetisi ini. “Awalnya saya diajak teman ikut lomba, alhamdulillah bisa jadi juara,” ujarnya senang. Kemenangan ini membuat Dicka makin termotivasi untuk mempelajari Bahasa Arab. “Saya ingin kuliah di Mesir dan menjadi kyai,” pungkas Dicka. (Zul)