DATANGKAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP: OSIS GELAR SARASEHAN GUNA MENYONGSONG HUT MAN 3 JOMBANG KE- 55

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Pada Rabu, (21/02/2024), OSIS MAN 3 Jombang gelar  Sarasehan dengan Tema Restorasi Lingkungan dalam Tinjauan Hukum dan Pespektif Al- Qur’an, menyongsong Indonesia Emas. Peserta acara merupakan ketua dan sekretaris OSIS MAN se kabupaten Jombang, ketua dan sekretaris OSIS se Bahrul Ulum, ketua dan sekjen BEM Kampus se Bahrul Ulum, pengurus OSIS MPK MAN 3 Jombang, dan perwakilan kelas. Sarasehan ini menjadi bagian dari serangkaian acara perayaan Hari Ulang Tahun MAN 3 Jombang yang ke – 55.

Acara digelar di Aula MAN 3 Jombang dan dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah, Sutrisno. Kamad mengapresiasi kreatifitas OSIS dalam mengemas acara Sarasehan kali ini. “Alhamdulillah, luar biasa program OSIS, sangat kreatif,” ungkap Kamad.  Tidak lupa, Sutrisno mengucapkan terimakasih kepada peserta dari berbagai instansi yang telah hadir. Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan Serah terima tanam pohon , dari dana swadaya siswa yang diwujudkan dalam program OSIS, kepada Madrasah.

Hadir sebagai pemateri, Kabid Restorasi Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Jombang. Materi yang disampaikan mengenai blue print kebijakan restorasi lingkungan Pemda Jombang. Selanjutnya, materi tentang kerusakan lingkungan dan restorasi lingkungan dalam tinjauan hukum disampaikan oleh akademisi, praktisi hukum dan aktivis lingkungan, Sholahuddin. Narasumber terakhir, KH. Mustain Syafi’ie, mengulas materi restorasi lingkungan dalam perspektif Al- Qu’an. (Nis)

DIKLAT ASWAJA: PESERTA DIDIK KELAS XII MAN 3 TAMBAKBERAS JOMBANG DIHIMBAU PERJELAS STANDING POSITION SEBAGAI SANTRI NU

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang)- Diklat Aswaja Penguatan Kader Nahdlatul Ulama yang menjadi agenda rutin Yayasan Pondok pesantern Bahrul Ulum (YPPBU) Tambakberas Jombang digelar pada hari ini Rabu (21/02/2024) di Aula MAN 3 Jombang. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari hingga kamis (22/02/2024). Sasaran kegiatan ini adalah peserta didik kelas akhir baik putra maupun putri di Satuan Pendidikan Menengah Atas dalam naungan YPPBU.

Hadir sebagai narasumber sekaligus membuka acara, KH. Wafiyul Ahdi selaku Ketua Umum Yayasan ,menyampaikan pesan untuk tetap menjaga ke – NU an ditengah Masyarakat heterogen. Peserta didik kelas akhir yang akan meninggalkan madrasah diharap mampu tetap mempertahankan identitas sebagai santri Bahrul Ulum. “Harus jelas standing position para santri, biar tidak mudah terpapar paham yang menyimpang”, ungkap Gus Wafi. Turut serta menyampaikan materi diklat yakni KH. Ainur Rofiq, KH. Wahyudin, KH. Azzam Khoiruman Najib, KH. Syifa’ Malik, dan Nyai Hj. Umi Haidaroh untuk materi ke Bahrul Ulum an dan Jati Diri Santri.

Sutrisno selaku kamad, mendukung sepenuhnya kegiatan Diklat Aswaja bagi peserta didik kelas akhir MAN 3 Jombang. “Tolong disimak sampai akhir dan tetap kondusif,” pungkas Sutrisno. (Nis)

USUNG TEMA KEWIRAUSAHAAN: GELAR KARYA P5-PPRA KELAS X MAN 3 JOMBANG SAJIKAN ANEKA KULINER NUSANTARA

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Senin, 19/02/2024, para siswa kelas X MAN 3 Jombang beradu keahlian dalam berwirusaha. Setidaknya ada 20 kelas yang turut serta memeriahkan event gelar karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin kali ini. mengusung tema kewirausahaan, hampir semua stan dimasing- masing kelas menyajikan aneka kudapan Nusantara. Sebut saja X 11, menamai stan nya dengan Angkringan Ngeliter, mereka menyediakan Mie Lethek, serabi dan aneka camilan mulai harga tiga ribuan. Selain X 11, squad dari X 14 berhasil menarik minat pengunjung dengan menyuguhkan pempek special dari Sumatera Selatan.

Acara diawali dengan persiapan tuan rumah menyambut dewan juri dan para pengunjung. Mereka mendekor kelas untuk memberikan kesan estetik dan menarik. Dewan juri mulai memasuki kelas – kelas dan memberikan penilaian secara objektif. Selanjutnya, bapak ibu guru serta seluruh warga madrasah berkesempatan menukarkan voucher dengan jajanan. Sekadar tahu, voucher belanja disediakan oleh panitia. Selain dari voucher, tidak sedikit pengunjung yang merogoh kocek pribadi demi mencicipi menu yang tersedia.

Para siswa mengaku senang dapat menyajiikan kudapan yang beaneka ragam. “sangat repot dan melelahkan, tapi kami senang dagangan kami laris manis terjual,” ungkap salah satu personil kelas X 16 yang kami mintai keterangan. Dengan adanya praktik berdagang ini, diharapkan siswa mampu memupuk jiwa kewirausahaan yang dapat berguna bagi kehidupan mereka kelak saat terjun di Masyarakat. (Nis)