Buku Berkualitas Karya Alumni Hadir di Perpustakaan MAN 3 Jombang

Senin, 24 Februari 2020, 15:51

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Perpustakaan MAN 3 Jombang mendapat berkah ketika para alumni masih rajin berkarya dan mengirimkan karya tersebut ke madrasah. Setelah F Aziz Manna dengan buku puisinya yang berjudul Playon, kali ini hadir buku karya M. Firdaus Rahmatullah di Perpustakaan MAN 3 Jombang (23/2). Buku karyanya berjudul Cerita-Cerita yang Patut Kau Percaya. Kumpulan cerpen tersaji secara memesona di buku tersebut. Salah satunya adalah cerita tentang tokoh bernama Lek Sudar.

Cerpen-cerpen di buku tersebut adalah cerpen-cerpen pilihan yang pernah dimuat di media massa. Buku yang telah diterbitkan oleh Diva Press ini bisa dibaca oleh peserta didik MAN 3 Jombang di perpustakaan atau bisa membeli dari penulis . Menurut penulis, cerpen-cerpen di buku Cerita-Cerita yang Patut Kau Percaya ditulis dalam kurun waktu sembilan tahun. Hal ini dikarenakan penulis sambil mengerjakan kegiatan lain.

  1. Firdaus Rahmatullah suka menulis sejak di Madrasah Tsanawiyah. Kemudian kesukaannyadalam dunia menulis semakin terasah ketika dia kuliah di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

“Jangan lupa membaca. Yang banyak. Sampai kau menadapatkan banyak hal. Jangan suka main telepon genggam,” tutur M. Firdaus Rahmatullah saat ditanya pesan untuk peserta didik MAN 3 Jombang. (LiT)

 

MAN 3 Jombang Raih Juara Satu Olimpiade PAI Tingkat Jawa Timur  

Salah satu peserta didik MAN 3 Jombang Ponpes Bahrul’ulum, Tambakberas telah meraih Juara 1 Olimpiade PAI Tingkat Jawa Timur (20/4). Peserta didik tersebut adalah Fani Azfar Olimpiade tersebut dalam rangka Harlah PAI ke-51 IAIN Tulungagung. Pada ajang tersebut, masing-masing sekolah dibatasi maksimal mengirim empat siswa. MAN 3 Jombang pun mengirim empat orang peserta didik. Mereka adalah. Fani Azfar, Dini Sanaya, Ziana Mazidatur R, dan Niki Nanda Nila.

“Olimpiade PAI ini melalui 3 proses seleksi. Untuk ke semifinal, diambil dua puluh besar.  Semua peserta dari MAN 3 Jombang masuk semifinal. Sistemnya ranking 1 atau sistem gugur. Dari semifinal, diambil lima anak untuk final, dua peserta dari MAN 3 Jombang masuk final. Dari babak final, diambil juara 1,2, dan 3,” tutur Eryati Fikiriyah, pembina Olimpiade PAI MAN 3 Jombang.

Sebelum mengikuti olimpiade, keempat peserta dari MAN 3 Jombang mengikuti bimbingan secara khusus dan intensif. Bimbingan dilakukan di ruang BPMO (Bimbingan Pemantapan Materi Olimpiade). BMPO PAI MAN 3 Jombang merupakan salah satu cabang olimpiade yang sering meraih penghargaan. (LiT)

 

canangan Gerakan Literasi Madrasah di MAN 3 Jombang,  Luncurkan Dua Buku Karya Warga Madrasah

Pencanangan Gerakan Literasi Madrasah di MAN 3 Jombang,

 Luncurkan Dua Buku Karya Warga Madrasah

 

MAN 3 Jombang mencanangkan gerakan literasi madrasah (7/5). Gerakan tersebut telah didahului dengan ragam kegiatan yang merupakan embrio dari gerakan literasi madrasah. Kegiatan yang telah lebih dulu ada adalah pembuatan sudut baca yang terdapat di kelas-kelas percontohan dan pemilihan duta baca di masing-masing kelas. Dalam pencanangan literasi madrasah tersebut, Unit Pengembang Mutu MAN 3 Jombang bekerja sama dengan perpustakaan MAN 3 Jombang mengundang perpustakaan keliling Kabupaten Jombang. Selain mengungdang perpustakaan keliling, juga peluncuran dua buku karya warga madrasah dan outdoor reading corner.

Buku-buku tersebut meliputi buku Bahasa Indoensia yang ditulis oleh Nur Faizah dan kumpulan puisi berjudul Gerakan Ajaib di dalam Kelas oleh Rialita Fithra Asmara. Selain itu, ada buku Tambakberas, Menelisik Sejarah, Memetik Uswah yang ditulis oleh Tim Sejarah Tambakberas, Ponpes Bahrul’ulum Tambakberas, Jombang. Kepala madrasah  dengan didampingi oleh para penulis menyerahkan ketiga buku tersebut kepada perwakilan Perpustakaan Daerah Kabupaten Jombang.

“Madrasah harus berperan serta dalam gerakan literasi madrasah, salah satunya dengan menumbuhkan budaya baca bagi semua warga madrasah. Budaya baca terwujud salah satunya bisa terwujud dengan membuat tempat yang asyik dan mendukung untuk membaca,” tutur Sutrisno, kepala MAN 3 Jombang.

Dengan dicanangkannya MAN 3 Jombang sebagai madrasah literasi, beragam kegiatan literasi semakin bergeliat. Perpustakan didesain sedemikian rupa berdasarkan selera siswa, komunitas baca Arpelbuk, klinik menulis, bedah buku, penerbitan buku, dan pentas karya serta masih banyak kegiatan lainnya yang turut mendukung gerakan literasi madrasah. (LiT)

 

 

Menyajikan Jombang di Kelas

Oleh : Rialita Fithra Asmara, S.Pd.

Saya menggambar peta Indonesia di papan. Saat itu, saya sebagai guru yang baru pindah dari Gorontalo. Murid-murid begitu antusias ketika saya menceritakan ragam budaya dari daerah yang ada di peta. Sebagai perantau, tentu saya memiliki banyak kisah budaya seputar tempat-tempat yang saya singgahi. Lombok, Bali, Gorontalo, Makasar, tidak luput jadi bahan pembicaraan saya di kelas. Lamongan, sebagai kota kelahiran saya pun, tidak lepas menjadi bahan cerita. Ketika giliran saya bertanya tentang Jombang, tidak ada satu pun siswa di kelas menjawab pertanyaan saya.
Ternyata, mereka tidak menghayati tempat kelahirannya. Di sekolah saya, selain terdiri dari siswa daerah juga banyak siswa yang berasal dari luar daerah. Penghayatan mereka terhadap tanah kelahiran dan tempat mereka mencari ilmu masih perlu ditingkatkan. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Beberapa hal yang menjadi penyebabnya adalah kurangnya informasi tentang Jombang yang mereka dapat dan kekurangtertarikkan mereka untuk mengenal Jombang lebih jauh.
Jika keadaan tersebut terus dibiarkan nilai-nilai kearifan lokal dari ragam budaya Jombang tidak akan terbaca oleh para generasinya. Mereka lahir di Jombang tetapi tidak mengenal Jombang. Pernah tinggal di Jombang tetapi tidak bisa bercerita tentang Jombang. Sebagai guru bahasa Indonesia, saya memiliki kewajiban untuk mengenalkan Indonesia kepada para siswa. Mulailah saya menyajikan Jombang di dalam kelas. Penyajian Jombang di dalam kelas bisa melalui teks seputar Jombang dan puisi yang bertema Jombang. Soal-soal pun bisa disajikan dengan teks yang bertema Jombang.
Beberapa aspek yang bisa disajikan dalam teks bahasa Indonesia adalah aspek budaya Jombang, tokoh nasional dari kota Jombang, dan makanan khas Jombang. Melalui kertiga aspek tersebut, semoga generasi Jombang dan para siswa yang mencari ilmu di Jombang memahami dan mencintai Jombang.
Budaya, membuat para siswa mengenal ragam produk budaya yang berada di Jombang. Selain itu, nilai-nilai luhur yang terdapat pada budaya tersebut bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di antara ragam budaya Jombang yang bisa dikenalkan kepada para siswa adalah sebagai berikut:
1. besutan,
2. bantengan,
3. remo bolet, dan
4. wayang topeng jatiduwur.
Tokoh Nasional dari Kota Jombang bisa menjadi penyemangat para siswa untuk terus memberikan pengabdian yang terbaik bagi tanah air. Selain itu, juga bisa menjadi panutan mereka dalam meraih-raih cita. Ternyata, Kota Jombang melahirkan orang-orang berprestasi. Siapa saja mereka? Coba cermati beberapa nama berikut!
1. K. H. Abdurrahman Wahid, Presiden ke-3 Republik Indonesia,
2. K.H. Hasyim Asy’ari, Pahlawan Nasional,
3. K.H. Wahab Chasbullah, Pahlawan Nasional,
4. Emha Ainun Najib, budayawan, dan
5. Nurcholis Madjid, Intelektual Muslim.
6. Cucuk Espe, Seniman.
Selain nama-nama tersebut, masih banyak nama yang lain.
Nah, hal yang yang tak kalah menarik untuk dikenalkan kepada para siswa adalah tentang makanan khas Jombang. Bayangkan, jika mereka pergi ke suatu kota kemudian mereka ditanya apa makanan khas Jombang dan mereka tidak bisa menjawabnya. Beberapa nama makanana berikut dikenal sebagai khas Kota Jombang.
1. Soto dhok
2. Tahu pong
3. Durian wonosalam
4. Pecel Rengkek
5. Sego Sadukan
6. Kikil
Selain pelajaran bahasa Indonesia, pelajaran yang lain juga bisa menyajikan Jombang di dalam kelas. PKn, Sejarah, Antropologi, Sosiologi, dan lain-lain, bisa menginformasikan ragam hal tentang Jombang. Bisa juga dengan memberikan tugas terkait Jombang. Misalnya, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, siswa bisa diberi tugas mencari folklor tentang Jombang dan menceritakannya kembali di kelas. Contoh folklor yang bisa diceritakan adalah Kebo Kicak, Sendang Made, Ringin Contong, Asala-usul Kota Jombang, dan Asal-usul Tebu Ireng.
Pelajaran Antropologi, para siswa bisa diminta untuk mencari tayangan besutan dan bantengan. Akhirnya, selamat menyajikan Jombang di dalam kelas. Selamat mendekatkan Jombang dengan para siswa. Lebih asyik lagi, jika segala hal yang terkait Jombang bisa dijumpai di semua sekolah yang ada di Kota Jombang.

* penulis Adalah Guru Bahasa dan sastra di MAN 3 Jombang sekaligus Penulis produktif beberapa buku sastra dan puisi.

Bakat Vs Minat

Maslakhatul Nadhiroh

Oleh Maslakhatul Nadhiroh
Bakat dan minat, seringkali kita mendengar persoalan itu. Nah, banyak orang mengira bahwa bakat dan minat itu memengaruhi perjalanan kita berkarier di masa depan. Sekarang, kita harus mengetahui dulu apa itu bakat, bakat ialah kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan orang lain. Namun, hasilnya justru lebih baik.

Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir. Sedangkan minat ialah suatu proses pengembangan dalam mencampurkan seluruh kemampuan yang ada untuk mengarahkan individu kepada suatu kegiatan yang diminatinya.
Dalam berkarir bakat dan minat selalu banyak berpengaruh dalam potensi kinerja. Lalu bagaimana ketika bakat dan minat kita berbeda?, contohnya saja A punya bakat menulis, tapi si A sangat berminat besar dengan matematika.
Skill sangat mempengaruhi dalm etos kerja kita. Tapi jika bakat dan minat kita tidak sama bagainama memilihnya?. Menurut saya ada 2 cara yakni :
1) Pilih pekerjaan yang dapat berkolaborasi antara menulis dan berhitung.
2) Jika masih bingung maka pilihlah minat. Karena dengan memilih minat kita masih bisa mengerjakan pekerjaan kita esok dengan senang hati. Sebab walaupun kita tidak berbakat tetapi ada minat setidknya kita masih bisa menghasilkan hasil yang maksimal.

* Penulis Merupakan Santri dan Siswa di MAN 3 Jombang

Implementasi Pendidikan Sejarah dalam Mendidik Kids Zaman Now

Meme Kids Jaman Now

Oleh : Siti Mutholiah, S.Sos., S.Pd *

Perbincangan mengenai anak muda zaman sekarang atau lebih dikenal dengan istilah Kids Zaman Now semakin terdengar kencang. Beberapa medsos (Media Sosial) seolah menertawakan masa depan mereka. Kadang tak segan pula menyebut mereka dengan sebutan generasi micin. Apakah kita lupa akan sesuatu? Mari merenung akan beberapa hal berikut.
Anak muda adalah generasi penerus bangsa. Cikal bakal mereka menjadi seperti sekarang tidak semata-mata murni karena tingkah mereka sendiri. Banyak hal yang memengaruhi kepribadian mereka numpang lewat saja. Tidak ada penghayatan akan nilai-nilai luhur.
Pendidikan sejarah hadir sebagai jembatan antara kids zaman now dengan generasi zaman old. Kedua generasi tersebut harus melek sejarah untuk bisa mengambil sari pati dari ragam peristiwa sejarah yang terjadi di Republik Indonesia. Pendidikan sejarah terwakili oleh keberadaan guru sejarah. Guru sejarah tak hanya memberikan hafalan materi tetapi juga nilai-nilai keteladanan yang bisa diamb. Bisa jadi, bobroknya karakter kids zaman now dikarenakan kurangnya perhatian generasi tua (generasi zaman old) terhadap mereka. Materi-materi yang terkait moral etika di sekolah hanya il dari tokoh-tokoh sejarah. Beberapa teknik yang bisa digunakan adalah sebagai berikut.
1. Siswa membaca beragam tokoh dan peristiwa sejarah.
2. Siswa mencatat nilai-nilai yang terkandung di dalam kedua hal tersebut.
3. Guru menyajikan beberapa masalah.
4. Guru meminta siswa memilih nilai-nilai yang sesuai untuk memecahkan masalah tersebut.
Selain cara tersebut, juga bisa dicoba cara identifikasi siswa yang mirip tokoh sejarah. Bukan wajah yang mirip tetapi sikap luhur. Siapakah dari para siswa yang memiliki sifat luhur serupa tokoh sejarah? Siswa tidak boleh asal menjawab. Merekan harus menyertakan bukti-bukti dari identifikasi mereka. Nilai-nilai bisa mencakup nilai sosial, pendidikan, budaya, religi, dan moral. Gabungan nilai-nilai itu akan membentuk sebuah karakter yang baik dari kids zaman now.
Lalu, apa tugas guru dan generasi zaman old. Tugas mereka adalah memberikan keteladanan. Teladan lebih penting dan berharga daripada seribu nasihat. Keteladanan akan membentuk satu sistem lingkungan yang terbiasa dalam pengamalan nilai-nilai luhur. Jika kedua hal tersebut terwujud maka akan jarang sekali kita temui generasi dengan sebutan generasi micin atau sebutan generasi zaman old yang tak memberi ruang dalam berekspresi.
Hubungan yang baik antara kids zaman now dengan generasi zaman old sangat penting diwujudkan. Mengapa? Tentu jawabannya adalah karena pada mereka berdualah para pahlawan yang telah gugur menitipkan negeri ini. Keberlangsungan negeri ini sangat bergantung kepada mereka. Jadi, mari kita membumikan lagi Pendidikan Sejarah dan mengkristalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya untuk diterapkan dalam interaksi kehidupan berbangsa dan bernegara.

*Penulis Adalah Guru Sejarah di MAN 3 ” Tambakberas ” Jombang

Rank One of Economics (Room 2018) Mengantar MAN 3 Jombang Raih Peringkat Dua

Rank One of Economics (Room 2018)

Mengantar MAN 3 Jombang Raih Peringkat Dua

 

Siti Nur Aini, siswa kelas XII IIS 3 MAN 3 Jombang berhasil mendapatkan peringkat dua di ajang Rank One of Economics (Room 2018). Ajang tersebut diselenggarakan oleh HIMA Manajemen STIE PGRI Dewantara Jombang (4/2). Para peserta berasal dari sekolah satu wilayah kerja Surabaya meliputi Surabaya, Jombang, Mojokerto, Gresik, dan Sidoarjo.

Kegiatan yang terinspirasi dari acara Rangking 1 di televisi tersebut dilaksanakan di Hall STIE PGRI Dewantara Jombang. Ada lima tahapan yang harus dilalui oleh para peserta untuk sampai menuju tiga besar. Tahap pertama adalah babak menentukan benar atau salah. Soal berbentuk pilihan ganda disajikan pada tahap kedua. Tahap ketiga, para peserta dihadapakan pada soal berbentuk pilihan pendek. Tahapan yang cukup rumit dan menantang ada di tahap keempat yaitu analisis. Tahapan berakhir di tahap kelima yang merupakan babak final. Ada tiga peserta terpilih yang berhak mengikuti tahap final.

“Sebelum mengikuti lomba, para siswa yang mengikuti lomba mengikuti bimbingan intesif selama tiga hari,” tutur Lailatul Hikmah, pembimbing lomba. (LiT)

 

Cara Menulis Cerpen Berbasis Pertanyaan Siswa

Cara Menulis Cerpen Berbasis Pertanyaan Siswa

Rialita Fithra Asmara, S.Pd.

 

Bagaimana cara mengawali sebuah cerpen?

Untuk mengawali sebuah cerpen, kalian bisa menggunakan beberapa cara berikut!

  1. Awalilah dengan hal yang mengejutkan pembaca!

Hal yang mengejutkan pembaca bisa berupa bunyi-bunyian benda-benda keras yang  jatuh atau bertabrakan, pukulan, dan kata tanya.

Contoh

“Apa?” Meila mencoba menajamkan pendengarannya. Hampir saja tubuhnya yang kurus itu rebah.

“Itu benar!” Hakka menepuk pundak Meila lembut. Menyumbang aroma kedamaian kepada Meila.

  1. Hal-hal yang menggiring rasa penasaran pembaca.

Kalian menyajikan hal-hal yang membuat pembaca penasaran untuk membaca karya kalian sampai tuntas.

Contoh

Ini bukanlah cokelat yang bisa ditemukan di setiap sudut toko, supermarket, atau bahkan pabrik cokelat terbesar di seluruh dunia. Sebuah cokelat yang takkan diperebutkan oleh dua saudara karena kenikmatannya. Cokelat ini, hanyalah coklat yang terlahir dari ketulusan kasih seorang adik pada kakaknya. Jika kau ingin mengenalnya, inilah Cokelat Alif, Ba, Ta.

(Cokelat Alif, Ba, Ta, Chairunnisa)

 

 

  1. Mendeskripsikan tempat, peristiwa, orang, dan benda ! Deskripsi tempat, peristiwa, orang dan benda bisa juga kalian sajikan sebagai paragraf pembuka cerpen.

Contoh

Elemen kecil yang membentuk tubuhnya bukanlah unsur yang terlalu banyak menyimpan elektron, atau pun senyawa yang bersifat negatif, bukan juga senyawa logam yang direaksikan menjadi senyawa ionik. Melainkan neutron yang netral nan adil, juga senyawa yang bersifat positif  dan keistimewaannya adalah ketika reaksi yang dilakukannya itu menghasilkan suatu senyawa ionik yang begitu apik lagi menarik.

(Pasangan-Milik-Tuhan, Bekty Roisa Dewi)

  1. Membuka cerpen dengan puisi dan syair lagu.

Nah, untuk kalian yang suka menulis puisi atau mendengarkan lagu, bisa juga puisi atau lagu tersebut untuk mengawali sebuah cerpen. Jika puisi atau syair lagu yang kalian kutip adalah karya orang lain, kalian haru mencantumkan penulisnya! Tentunya, kalian harus memilih puisi atau syair lagu yang sesuai dengan isi cerpen yang kalian tulis.

Contoh

Kuteringat hati yang bertabur mimpi

Kemana kau pergi cinta

Perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri

Kuatkanlah hati cinta

Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja

Yang menemanimu sebelum cahaya

(Sebelum Cahaya, Letto)

Ingin rasanya Gigih menyanyikan syair lagu itu untuk gadis itu. Ratusan hari, gadis itu hanya berteman gelap. Tuhan menakdirkannya begitu. Ia hanya bisa mencium aroma wangi bunga-bunga tanpa bisa mengeja bentuk melalui kedua bola matanya.

 

Bagaimana cara menjaga kelancaran ide dalam menulis cerpen?

Ayo membuat peta konsep! Peta konsep tulisan sangat kalian perlukan untuk menulis cerpen. Peta konseplah yang membantu kalian saat ide tiba-tiba hilang.

Kalian bisa membuat peta konsep seperti berikut. Bisa berupa peta konsep alur cerita, peta konsep watak tokoh, peta konsep latar tempat, dan lain-lain.

 

Urutan paragraf  tersebut hanya sebagai contoh. Kalian bisa mengubahnya.

Contoh

  1. Bagian pembuka (paragraf 1— 4)

Pertemuan tokoh Haidar dan Galih di sebuah senja. Keduanya adalah kawan lama yang bertahun-tahun tidak berjumpa. Haidar sangat senang tetapi Galih tidak memiliki rasa yang sama.

  1. Bagian tengah (paragraf 5—8)

Paragraf  ini diisi dengan mulai munculnya ketegangan sampai konflik. Misalnya, Galih mulai menghindar dari Haidar. Namun, Haidar selalu berusaha menjumpainya. Galih, sangat benci dengan kawan-kawannya yang sukses termasuk Haidar. Bagi Galih, mereka adalah manusia-manusia sombong yang selalu pamer kehebatan. Sang ibu sudah berusaha menasihati tetapi Galih tidak memedulikannya.

  1. Bagian penutup (9—11)

Bagian penutup berupa penyelesaian. Ada tiga macam penyelesaian, sad ending, happy ending, dan open ending. Misalnya, kisah ini berakhir dengan happy ending.

Haidar berhasil menemui Galih dan berbincang dalam tempo yang lama. Berhasil meyakinkan Galih bahwa tidak semua teman yang sukses itu sombong. Sejak saat itu, Galih bisa merasa nyaman bergaul dengan teman-temannya yang sukses. Bahkan, akhirnya Galih pun bisa menjadi pemuda sukses. Sukses menjadi penyanyi.

 

Selain peta konsep alur cerita, kalian juga bisa membuat peta konsep watak tokoh. Hal ini bertujuan agar tokoh-tokoh yang kalian ciptakan memiliki perwatakan yang kuat dan memudahkan untuk mendeskripsikan tokoh.

Contoh

Tentukan terlebih dahulu nama-nama tokoh yang akan kalian ceritakan.

  1. Galih memiliki watak keras kepala dan tidak percaya diri.
  2. Haidar memiliki watak ramah, pantang menyerah, dan penyayang.
  3. Ibu memiliki watak sabar dan penyayang.

Bagaimana cara menciptakan konflik dalam cerpen?

Ciptakan perbedaan! Perbedaan bisa berupa pendapat antartokoh, perbedaan prinsip hidup, dan perbedaan dalam menjalani kehidupan. Selain itu, bisa berupa keinginan tokoh yang tidak terkabul atau tokoh utama dihadapkan pada beberapa pilihan yang sama-sama sulit dan berisiko.

Apa yang harus saya lakukan ketika tidak bisa membuat judul cerpen yang saya tulis?

Ringkaslah isi ceritamu menjadi dua kalimat. Kemudian persingkat lagi menjadi dua sampai lima kata. Judul cerpen usahakan berupa lambing atau hal-hal yang menimbulkan rasa penasaran pembaca. Deretlah kemungkinan-kemungkinan judul yang akan muncul, kemudian kalian bisa memilih yang sesuai. Misalnya, saya membuat judul berdasarkan konsep cerita di atas.

Benci Edisi Akhir

Galih dan Suara

Galih dan Sepenggal Luka

Galih dan Haidar dalam Tawa

Dari beberapa kemungkinan judul di atas, saya memilih Benci Edisi Akhir karena judul inilah yang terkesan indah dan mewakili isi cerita. Di akhir cerita, Galih menghentikan kebenciannya terhadap teman-temannya yang mengalami kesuksesan hidup.

Bagaimana cara menulis cerpen yang berkualitas?

Rajinlah membaca cerpen-cerpen yang dimuat di koran atau majalah. Bisa juga membaca cerpen-cerpen pemenang lomba. Intinya, rajinlah membaca contoh-contoh cerpen. Kalau Koran, biasanya rubrik cerpen muncul setiap hari Minggu sedangkan majalah, biasanya muncul setiap edisi. Majalah Horison juga bisa menjadi rujukan kalian dalam membaca dan menulis cerpen.

 

Bagaimana cara menemukan ide?

Di mana pun ada ide. Saat akan kalian berlibur ke sebuah kota, duduk di sebuah taman, bahkan saat pelajaran di kelas. Ide itu bisa dirangsang dari membaca, berjalan-jalan, melihat film, mendengarkan lagu, membaca berita, mencari informasi dari internat, dan mendengarkan cerita teman. Nah, jika ide sudah ditemukan segera tulis garis besar ide agar tidak hilang sia-sia.

Bagaimana cara mengakhiri cerita?

Ada beragam cara mengakhiri cerita. Cerita bisa diakhiri dengan happy ending, sad ending, dan open ending.

  1. Akhirilah cerita dengan tercapainya cita-cita atau keinginan tokoh utama. Akhir cerita seperti ini berakhir dengan bahagia (happy ending).
  2. Akhirilah cerita dengan tidak tercapainya keinginan tokoh utama atau tokoh utama mendapatkan musibah (sad ending).
  3. Akhirilah cerita dengan sesuatu yang masih membuat pembaca masih penasaran atau member kebebasan kepada pembaca untuk menyimpulkan akhir cerita (open ending).

Untuk melatih kemampuan kalian dalam mengakhiri sebuah cerpen. Kalian bisa menulis akhir dari beragam cerpen yang telah kalian baca. Masukkanlah akhir cerita tersebut ke dalam tabel berikut.

No. Judul Cerpen Tempat Pemuatan (Tulislah Nama Koran atau Majalah yang Memuat Cerpen Tersebut) Akhir Cerita  (Tulislah bagaimana si penulis mengakhiri cerita) Jenis Akhir cerita (happy ending, sad ending, dan open ending)

 

Bagaimana cara mencari kalimat atau kata yang mengandung makna tersirat yang indah?

Bertemanlah dengan kamus Besar Bahasa Indonesia, koran, majalah, buku Antologi Cerpen, Syair Lagu, dan perpustakaan yang ada di sekolah, atau perpustakaan di kota kalian. Itu semua adalah media kalian untuk mengumpulkan sebanyak mungkin kata. Bisa juga kalian mendapatkan kalimat tersebut melalui internet. Catat kata-kata yang menarik perhatian kalian.

 

 

 

Bagaimana cara memperkuat watak tokoh?

Caranya dengan memberi penjelasan watak usai tokoh itu berdialog dan melaui dialog tokoh. Bisa juga dengan mendeskripsikan tingkah laku tokoh.

Contoh cara memperkuat watak tokoh melalui penjelas watak tokoh  usai berdialog dan dialoh tokoh adalah sebagai berikut.

 

“Apa yang paling murah di negeri itu?” tanya seseorang kepadaku. Ia sudah berkali-kali datang menemuiku. Aku pun sudah mengingatkannya untuk tidak mengunjungi negeri itu. Ia tak percaya.

“Air mata.”

“Paling mahal?” tanyanya lagi. Aku melihat kilatan dalam matanya. Bulu kudukku berdiri.

“Sebuah senyuman.”

“Aku mau jual senyuman di negeri itu.”

“Mengapa? Mengapa kau nekat ke sana?”

“Aku ingin kaya. Di negeriku, senyuman sangat murah.”

(Negeri Asing, Rialita Fithra Asmara).

Kalimat yang dicetak tebal merupakan penjelas watak tokoh yang menjelaskan bahwa sang tokoh ia memiliki sifat pantang menyerah. Pemilihan dialognya juga menunjukan watak sama yang dimiliki oleh tokoh ia.

 

Watak tokoh yang tetap, tidak berubah-ubah juga bisa memperkuat watak tokoh. Jika di awal cerita, ia berwatak penakut sampai akhir cerita tetap penakut. Namun, jika kalian ingin mengubah watak tokoh dari penakut menjadi pemberani maka kalian harus menyajikan alasan atau peristiwa logis yang menyebabkan perubahan watak tokoh tersebut.

 

Bagaimana cara mengurangi rasa minder dalam menulis?

Terus menulis dan tidak malu bertanya. Satu hal yang paling penting teruslah mengikuti lomba menulis walaupun kalah. Berproseslah terus. Rajin membaca banyak cerpen atau bergabung dengan organisasi kepenulisan yang ada di lingkungan terdekat kalian. Beranilah!

 

Apa manfaat dari menulis cerpen?

  1. Bisa menjadi sarana untuk menyalurkan bakat.
  2. Bisa menjadi media untuk menyampaikan kebenaran.
  3. Bisa merangsang jiwa kepekaan kita terhadap penderitaan sesama.
  4. Bisa menjadikan kita sebagai penulis terkenal.
  5. Bisa mendatangkan uang.
  6. Bisa mengurangi resah dan gelisah.
  7. Bisa menjadi media pencurah isi hati.

 

Bagaimana menentukan jenis cerita yang banyak disukai orang?

Rajinlah berkunjung ke toko buku dan meneliti jenis buku yang banyak beredar di toko buku. Akhir-akhir ini, cerita-cerita yang bersifat motivasi dan berisi wawasan budaya lokal banyak menarik perhatian pembaca. Kalian juga bisa mencari di internet tentang buku-buku fiksi yang laku di pasaran. Selain itu, cerita yang berkisah tentang kehidupan remaja juga tetap menarik. Satu hal yang paling penting adalah tetaplah menulis dan berani menulis.

 

Bagaimana cara menanggulangi munculnya ide-ide yang spontan muncul saat menulis cerpen?

Jika ide-ide itu sejalan dengan cerita yang kalian tulis, boleh digunakan. Namun, jika tidak, jangan sia-siakan ide itu. Ambil selembar kertas, tulis inti dari ide tersebut. Nanti, jika tulisan kalian selesai, kalian bisa mengembangkan ide baru tersebut menjadi tulisan yang utuh.

 

Bagaimana cara mendapatkan mood yang baik untuk menulis cerpen?

Menulislah di tempat-tempat yang kalian sukai dan menulis hal yang disukai! Usahakan saat menulis, kondisi emosi stabil. Suasana tempat menulis juga harus asyik. Kalau kalian sudah merasa jenuh menulis, beristirahatlah sebentar. Jalan-jalan ke luar dan nyemil. Kalau sudah penat dan jenuh, jangan dipaksa. Kalian juga bisa mencatat sesuatu yang didapat jika tulisan kalian selesai. Satu hal yang boleh kalian coba adalah bergabunglah dengan komunitas penulis yang ada di sekolah atau di kotamu.

 

Bagaimana cara mengurangi kejenuhan saat menulis?

Jika kalian merasa jenuh menulis, cobalah beberapa kegiatan di bawah ini!

  1. Beristirahatlah sejenak, bisa dengan ke luar ruangan, kemudian duduk-duduk di depan rumah menikmati pemandangan.
  2. Makan makanan ringan,
  3. Berjalan-jalan ke tempat yang menyenangkan.
  4. Menonton film, mungkin dengan menonton film, kalian bisa mendapatkan ide-ide baru untuk menulis.
  5. Mendengarkan musik yang disukai.

 

Mana yang lebih bagus cerpen populer atau cerpen nyastra?

Keduanya bagus, hanya saja lebih baik jika kalian belajar menulis keduanya. Karena keduanya memiliki tempat tersendiri di hati para pembaca. Ada pembaca yang suka cerpen populer, ada juga pembaca yang suka cerpen nyastra. Untuk itu, belajarlah menulis keduanya.

 

 

Selamat Menulis dengan Jiwa Berani, Berani Menulis J