Tiga Ulama Syiria Hadir untuk Berbagi Ilmu

Tiga Ulama Syiria Hadir untuk Berbagi Ilmu

 

MAN 3 Jombang mendapat kunjungan yang istimewa (10/5). Tiga ulama dari Syiria yaitu  Syekh Dr. Muhammad bin Rojab Dieb, Syekh Dr. Mahmud Sahatah, dan Syekh Umar Muhammad Rajab. Ketiganya hadir untuk berbagi ilmu dan memberikan motivasi kepada semua warga madrasah yang terdiri dari kepala sekolah, tenaga kependidikan, guru, dan para siswa.

Semua warga madrasah berkumpul di Masjid Al Madinah MAN 3 Jombang. Ada banyak hal yang diungkapkan oleh ketiga ulama tersebut. Di antaranya ada sikap Al Ikhsan. Al Ikhsan adalah kita selalu takut dan merasa diawasi oleh Allah. Apabila kebersamaan kita bersama Allah sudah terasa maka harus kita terapkan dan kita jaga. Sebagai siswa juga harus berusaha untuk mendekat kepada Allah dan harus Istiqomah dengan hakikat kita sebagai makhluk Allah. Jika kita konsisten kepada Allah maka akan menuju surga Allah. Selain itu, para ulama tersebut menuturkan agar kita selalu berkomitmen untuk berdzikir dan solat malam saat sahur selama bulan Ramadan.

Selain nasihat kepada para siswa tersebut juga terdapat nasihat bagi para guru yaitu tentang amanat menjaga anak-anak atau para siswa. Siswa adalah amanat yang harus kita rawat dan kita harus memberikan suri tauladan kepada mereka. Suri tauladan adalah contoh dan pelajaran yang terbaikseperti yang ada pada diri Rosulullah. Di akhir perjumpaan ada pesan dari para ulama Syiria tersebut yaitu supaya para siswa menjadi hebat di mata orang tua, Rosulullah, masyarakat, guru, serta agama. Semoga semua siswa menjadi orang-orang hebat. (LiT)

Rialita Fithra Asmara, Membaca Siswa dengan Menulis Antologi Puisi

Rialita Fithra Asmara, Membaca Siswa dengan Menulis Antologi Puisi

 

Selaras dengan semangat gerakan literasi, beberapa warga madrasah giat menulis buku. Salah satu dari mereka adalah Rialita Fithra Asmara atau yang lebih akrab disapa dengan Bu Riel telah menerbitkan buku antologi puisi. Buku tersebut berjudul Gerakan Ajaib di dalam Kelas. Buku yang lumayan lama dalam proses penggarapannya, sekitar tujuh tahun. Embrio buku bermula dari lomba buku pengayaan untuk MA/SMA yang diadakan oleh Pusat Perbukuan Jakarta dan mendapat bantuan dana untuk proses perbaikan.

“Puisi-puisi di dalam buku ini dikemas dengan diksi yang ringan dan dekat dunia murid. Tentu saja, dengan tetap memperhatikan struktur fisik dan batin puisi,” jelas Rialita Fithra Asmara.

Antologi puisi Gerakan Ajaib di dalam Kelas terbit pada bulan Februari 2018 dan diterbitkan oleh dreamlitera. Ada 65 puisi, satu puisi di antaranya adalah sebagai berikut.

Jangan Ditulis Nak, Nanti Pintar!

“Jangan ditulis Nak, nanti pintar!”

itu suara Guru Bahasa Arab jika kami mulai malas mencatat

 

“Jangan ditulis Nak, nanti pintar!”

suara itu kembali terdengar.

 

Baiklah Pak,

tidak kami tulis

 

Kami tak ingin pintar

Kami ingin gembira

 

Jihan, ia pintar Pak

tapi ia jarang gembira

setiap pagi, ia dating awal mula

membawa tas yang penuh tugas rumah

 

Aku?

Aku sesekali meminjam tugas itu

Sekali, oh bukan, dua kali

Ehm, sepertinya bukan. Berapa ya?(LiT)

 

PIL Program Kelas Unggulan, Tanamkan Kemahiran Berbahasa Asing dan Wirausaha

PIL Program Kelas Unggulan, Tanamkan Kemahiran Berbahasa Asing dan Wirausaha

Siswa program unggulan MAN 3 Jombang melakukan kegiatan PIL (Pekan Ilmiah Lapangan) pada (26—27/4). Mereka terdiri dari siswa kelas X dan XI serta Bapak/Ibu Guru Pendamping. Dalam kegiatan PIL tersebut, para siswa melakukan kunjungan ke tempat wisata untuk praktik ujian bahasa Inggris dan bahasa arab. Untuk kelas X, praktik bahasa Inggris di Taman Sari Yogyakarta. Kelas XI melakukan ujian praktik bahasa Arab di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Setelah itu, para siswa berkunjung ke wisata kerajinan batik krebet di daerah Bantul Yogyakarta untuk menambah wawasan kewirausahaan bidang kerajinan batik.

“Salah satu dari tujuan PIL ini adalah untuk menambah ilmu para siswa. Dengan pembelajaran di luar kelas. Siswa dapat mengaplikasikan segala ilmu teori yang didapat didalam kelas saat pembelajaran, tutur Bagus Amrullah, salah satu guru pendamping PIL dan wali kelas dari kelas X IPA unggulan.

PIL merupakan salah satu program yang dimiliki oleh kelas Unggulan. Praktik berbahasa dan praktik berwirausaha. Harapannya adalah siswa kelas unggulan memiliki kemampuan yang unggul di bidang kemampuan berbahasa asing dan ide-ide dalam berwirausaha. (LiT)

MAN 3 Jombang Jalin Kerja Sama dengan Rumah Baca Sahabatku untuk Terapkan Pendidikan Antikorupsi

MAN 3 Jombang Jalin Kerja Sama dengan Rumah Baca Sahabatku untuk Terapkan Pendidikan Antikorupsi

 

Arpelbuk sebagai komunitas baca yang dimiliki oleh MAN 3 Jombang menjalin kerja sama dengan Rumah Baca Sahabatku (RBS) (6/5). Kerja sama tersebut bertujuan untuk menerapkan pendidikan Antikorupsi. RBS merupakan salah satu komunitas baca yang berada di wilayah Kabupaten Jombang dan dipercaya oleh KPK untuk tali integritas melalui literasi.

“Dengan adanya kerja sama ini, semoga para generasi muda bisa menjaga dirinya dari korupsi dan bebagi informasi terkait korupsi terhadap teman sejawat hingga lingkungan sekitar,” tutur Kurnia Khoirun Nisa, pengelola RBS.

Dalam kerja sama tersebut, Ninga, sapaan akrab dari Kurnia Khoirun Nisa memberikan sejumlah materi terkait pendidikan antikorupsi, meminjami serangkaian alat permainan dan buku yang bisa digunakan untuk penerapan pendidikan antikorupsi. Ninga pun mempraktikkan cara menggunakan alat permaianan tersebut. Sementara itu, buku-buku yang disediakan berupa kumpulan cerita, komik, informasi tentang tali integritas, dan majalah integrito. Tentu saja semua buku tersebut bernapaskan pendidikan antikorupsi. Misalnya, pengenalan tentang nilai integritas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki rumusan sembilan nilai antikorupsi yang juga dikenal sebagai sembilan nilai integritas. Kesembilan nilai tersebut meliputi jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil.

Kerja sama tersebut melahirkan para panglima yang berasal dari komuitas baca Arpelbuk MAN 3 Jombang. Panglima tersebut akan berbagi informasi terkait korupsi ke masing-masing kelas yang terdapat di MAN 3 Jombang. Salam literasi. (LiT)

Nur Faizah, ketika Guru Tak Hanya Mengajar Menulis tetapi Praktik Menulis  

Nur Faizah, ketika Guru Tak Hanya Mengajar Menulis tetapi Praktik Menulis

 

Dengan semangat berliterasi, semua warga MAN 3 Jombang bersinergi untuk gemar membaca dan menulis. Selain itu juga memantulkan energi baik dari dua kegiatan tersebut. Semangat itulah yang mendorong salah satu guru bahasa Indonesia, Dra. Nur Faizah untuk menulis sebuah buku. Buku yang ditulis masih terkait dengan dunia yang ditekuninya yaitu buku teori bahasa Indonesia. Satu hal yang unik dari buku yang ditulis oleh Nur Faizah adalah teori bahasa Indonesia dari kelas X hingga kelas XII dikemas dalam satu buku teori. Teori disajikan secara jelas dan mudah dipahami oleh para siswa. Mulai teori tentang ragam teks hingga teori sastra.

“Untuk membantu siswa, muncullah ide menyusun buku yang bisa digunakan secara berkelanjutan dari kelas X,  XI,  XII. Selain itu,  karena materi Bahasa Indonesia sangat beragam dan banyak serta ada program Bahasa juga (yang materi juga berbeda), saya berpikir untuk menyusun sebuah buku yang bisa digunakan untuk semua program yaitu IPA,  IPS,  Bahasa,  dan Keagamaan, jelas Nur Faizah.

Nur Faizah memerlukan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan buku teori bahasa Indonesia. Salah satu hal yang menjadi penyebabnya adalah perubahan kurikulum. Kurikulum yang berubah-ubah membuat buku ini  lumayan lama untuk bisa segera diluncurkan. Buku dengan judul Bahasa Indonesia SMA/MA karya Nur Faizah diterbitkan oleh Dreamlitera, Malang. Buku tersebut telah terbit pada awal tahun 2018. Nur Faizah merupakan sosok guru yang bisa dijadikan teladan. Tak hanya mengajarkan tentang menulis tetapi juga praktik menulis. (LiT)

canangan Gerakan Literasi Madrasah di MAN 3 Jombang,  Luncurkan Dua Buku Karya Warga Madrasah

Pencanangan Gerakan Literasi Madrasah di MAN 3 Jombang,

 Luncurkan Dua Buku Karya Warga Madrasah

 

MAN 3 Jombang mencanangkan gerakan literasi madrasah (7/5). Gerakan tersebut telah didahului dengan ragam kegiatan yang merupakan embrio dari gerakan literasi madrasah. Kegiatan yang telah lebih dulu ada adalah pembuatan sudut baca yang terdapat di kelas-kelas percontohan dan pemilihan duta baca di masing-masing kelas. Dalam pencanangan literasi madrasah tersebut, Unit Pengembang Mutu MAN 3 Jombang bekerja sama dengan perpustakaan MAN 3 Jombang mengundang perpustakaan keliling Kabupaten Jombang. Selain mengungdang perpustakaan keliling, juga peluncuran dua buku karya warga madrasah dan outdoor reading corner.

Buku-buku tersebut meliputi buku Bahasa Indoensia yang ditulis oleh Nur Faizah dan kumpulan puisi berjudul Gerakan Ajaib di dalam Kelas oleh Rialita Fithra Asmara. Selain itu, ada buku Tambakberas, Menelisik Sejarah, Memetik Uswah yang ditulis oleh Tim Sejarah Tambakberas, Ponpes Bahrul’ulum Tambakberas, Jombang. Kepala madrasah  dengan didampingi oleh para penulis menyerahkan ketiga buku tersebut kepada perwakilan Perpustakaan Daerah Kabupaten Jombang.

“Madrasah harus berperan serta dalam gerakan literasi madrasah, salah satunya dengan menumbuhkan budaya baca bagi semua warga madrasah. Budaya baca terwujud salah satunya bisa terwujud dengan membuat tempat yang asyik dan mendukung untuk membaca,” tutur Sutrisno, kepala MAN 3 Jombang.

Dengan dicanangkannya MAN 3 Jombang sebagai madrasah literasi, beragam kegiatan literasi semakin bergeliat. Perpustakan didesain sedemikian rupa berdasarkan selera siswa, komunitas baca Arpelbuk, klinik menulis, bedah buku, penerbitan buku, dan pentas karya serta masih banyak kegiatan lainnya yang turut mendukung gerakan literasi madrasah. (LiT)

 

 

Ekstrakurikuler PMR Raih Dua Kejuaraan di Ajang Ampera Tingkat Jawa Timur

Ekstrakurikuler PMR Raih Dua Kejuaraan di Ajang Ampera Tingkat Jawa Timur

 

PMR merupakan salah satu ekstrakurikuler yang terdapat di MAN 3 Jombang. Pada (6/5), anggota ekstrakurikuler tersebut mengikuti Ampera (Ajang Prestasi Palang Merah Remaja Wira) se-Jawa Timur di STKIP PGRI Jombang. MAN 3 Jombang mengirim satu tim terdiri dari sepuluh orang. Lomba dimulai pukul 07.00 WIB.

Ada beberapa prosedur lomba yang harus dilalui oleh para peserta. Peserta membuat hasil karya berupa lukisan di tong sampah (bekas cat) sebagai media. Waktu penyelesaian pekerjaan tersebut maksimal adalah 120 menit. Tema lukisan yaitu peran PMR WIRA dalam kesiapsiagaan bencana. Setelah proses tersebut, peserta mempresentasikan di depan juri tentang ragam hal yang bisa dilakukan PMR Wira dalam mencegah terjadinya bencana. Presentasi dilakukan maksimal sepuluh menit. Setelah presentasi, peserta melaksanakan tes tulis. Peserta mendapat nilai dari 90% hasil presentasi dan 10% dari hasil tes tulis.

“Latihan tambahan dilakukan kurang lebih dua Minggu (12 x pertemuan) dan dilaksanakan saat proses belajar-mengajar selesai atau sekitar pukul 14.00 – 16.00, tutur Winda selaku pembina ekstrakurikuler PMR.

Melalui proses latihan yang tekun, perwakilan ekstrakurikuler MAN 3 Jombang berhasil meraih dua kejuaraan. Juara terbaik 1 tentang Kesiapsiagaan Bencana dan Peringkat 1 Regu Terbaik menjadi hadiah indah bagi MAN 3 Jombang. (LiT)