HAB Kemenang Provinsi, MAN 3 Jombang Raih Penghargaan

HAB Kemenang Provinsi, MAN 3 Jombang Raih Penghargaan

 

Sidoarjo (3/1), MAN 3 Jombang menerima penghargaan di bidang lomba pengelolaan madrasah inovasi.  Penghargaan diterima pada saat peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama (HAB Kemenag) ke-79 di kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. MAN 3 Jombang diwakili oleh kepala madrasah, Sutrisno, S.Pd. menerima penghargaan berupa piala dan piagam. Penghargaan diterima oleh MAN 3 Jombang karena madrasah tersebut berhasil meraih juara satu Lomba Inovasi Pengelolaan Madrasah (LIPM) bidang literasi.

Sebelumnya, MAN 3 Jombang harus menampilkan presentasi dengan sembilan nomine dari madrasah lain. Total nomine pada babak presentasi adalah sepuluh madrasah. Pada tahap presentasi tersebut, kepala madrasah tampil untuk melakukan presentasi dan meraih nilai tertinggi.

“Terima kasih atas dukungan semua pihak, khususnya warga MAN 3 Jombang sehingga MAN 3 Jombang meraih juara satu Lomba Inovasi Pengelolaan Madrasah bidang literasi. Semoga, literasi MAN 3 Jombang bisa mengisnpirasi madrasah lain,” tutur Sutrisno, Kepala MAN 3 Jombang.

Selain penghargaan kepada kepala madarasah berprestasi, HAB Kemenag provinsi juga diwarnai dengan acara penghargaan bagi tenaga kependidikan dan siswa berprestasi di kalangan madrasah-madrasah di bawah naungan Kementerian Agama. (LiT)

 

 

Pengajian Aswaja, Berguru pada yang Tepat

Pengajian Aswaja, Berguru pada yang Tepat

 

Yayasan Pondok Pesantren Bahrul’ulum menghadirkan Direktur Aswaja Center Jawa Timur pada pengajian Aswaja (2/1). Beliau adalah K.H. Ma’ruf  Khozin, L.c., M.Ag. Pengajian yang diikuti oleh semua guru dan tenaga kependidikan yang mengabdi di Yayasan Pondok Pesantren Bahrul’ulum ini membahas tentang sanad keilmuan NU yang jelas. K.H. Ma’ruf Khozin menuturkan bahwa Aswaja NU memiliki nasab keilmuan yang jelas dan bermazhab.

Pengajian yang bertempat di Masjid Jami’ Pondok Pesantren Bahrul’ulum jika membahas tentang fitnah-fitnah yang ditujukan kepada NU. Misalnya, terkait amaliah NU yang dikatakan sebagai bid’ah. Amaliah tersebut sudah ada dalil aqli dan naqli dan dijelaskan secara berulang-ulang. Namun, mereka tetap gencar melayangkan tudingan NU adalah sesat.

Islam masuk ke Indonesia tidak datang secara mudah. Islam dibawa oleh para da’i terbaik zaman itu dan dengan strategi terbaik pula.

“Kita patut bersyukur dilahirkan di NU, karena semua amal dan ajarannya ada gurunya. Kita sholat ada tuntunan dari guru. Jadi, besok di akhirat kita bisa menjawab bahwa ikut sholatnya K.H. Hasyim Asya’ri, bukan You tube,” tutur K.H. Ma’ruf Khozin.

Menurut K.H. Wafiyul Ahdi (Ketua Yayasan Ponpes Bahrul’ulum), pengajian ini seperti isi ulang baterai supaya ajaran Aswaja tetap terus hidup. Selain itu, sebagai upaya pembekalan dan langkah untuk memastikan semua elemen di Bahrul’ulum tetap berada di jalur Nahdlatul Ulama (LiT).

Niki dan Achmad Raih Juara 2 dan 3 Olimpiade Fiqih Tingkat Provinsi

 

Empat siswa perwakilan MAN 3 Jombang mengikuti olimpiade fiqih tingkat provinsi (2/12). Keempat siswa tersebut adalah  Fani Azfar, Achmad Muktafi, Niki Nanda Nila Soraya, dan Ziana Mazidatur Rohmah. Olimpiade diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Al- Ahwal Al-Syakhshiyyah Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Niki dan Achmad berhasil meraih juara dua dan tiga pada ajang olimpiade tersebut.

Tahapan olimpiade beruapa tes tulis untuk menyeleksi peserta dengan nilai tertinggi. Sebelum mengikuti olimpiade, empat siswa tersebut mengikuti bimbiingan. Bimbingan dilakukan secara intensif yaitu setiap hari selama satu minggu. Materi bimbingan berupa Fiqih kelas X, XI, dan XII MA ditambah dengan kitab Fathul Qorib.

“Saat proses bimbingan, anak-anak sangat sulit untuk dikumpulkan. Hal ini dikarenakan anak-anak menghadapi ujian semester. Untunglah, olimpiade dilaksanakan pada hari Minggu, saat ujian libur,” tutur Eryati Fikriyah, M.Ag., pembina olimpiade Fiqih.

Kisi-kisi yang diberikan panitia penyelenggara ternyata tidak sama dengan soal yang keluar menjadi salah satu kendala pada olimpiade tersebut.

“Harapan ke depan semoga semakin bertambah prestasi dan lebih baik lagi serta bisa meraih  juara 1,  perolehan nilai siswa kita yang juara 2 dengan juara 1 hanya beda tipis yaitu selisih satu angka,” lanjut Eryati. (LiT)