Tholib Ikuti Workshop Pendalaman Materi Matematika

Tholib Ikuti Workshop Pendalaman Materi Matematika

Tholib adalah salah satu guru Matematika yang berprestasi di MAN 3 Jombang. Selain dikenal sebagai pelopor pembelajaran berbasis IT, guru Matematika ini juga sering mengikuti workshop untuk meningkatkan kompetensi dalam hal pembelajaran Matematika. Kali ini, guru yang akrab disapa dengan sebutan Pak Tholib ini mengikuti Workshop dengan tema Pendalamam Materi Esensi Matematika. Workshop dilaksankan selama dua hari (8—9/2) di hotel Asida Batu, Malang. Workshop ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi guru Matematika di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri/Swasta. Penyelenggaranya adalah MGMP Matematika MA Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan terbagi menjadi dua yaitu pendalaman materi selama satu hari dan penugasan materi selama satu hari. Para pakar yang hadir sebagai pemateri pada kegiatan tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Abdul Haris Rosyidi, M.Pd. (Pakar Pendidikan UNESA Surabaya)
  2. Isbandi Anang Tatur, S.Si. (Praktisi Pendidikan dan Kontributor blog rujukan tentang prediksi UN pakanang.blogspot.com.

 

Abdul Haris mulai membuka wawasan guru MA tentang pentingnya mengajar dengan menyentuh sisi kemanusiaan dari para siswa. Mengajar tidak hanya terpaku dan pakem pada kurikulum yang ada. Guru harus mempunyai ide-ide kreatif untuk penyampaiannya. Ada tiga hal utama yang bisa dijadikan tumpuan dalam membuat desain pembelajaran yaitu menumbuhkan rasa ingin tahu, menumbuhkan berpikir kritis, dan melatih siswa dalam mengambil keputusan.

Pemateri kedua, Isbandi Anang Tatur memberikan trik-trik jitu pembahasan soal-soal Matematika yang berbasis logika praktis. Dia juga memaparkan beberapa prediksi soal-soal UN Matematika versi terbaru. (LiT)

Komunitas Baca MAN 3 Jombang Praktikkan Pendidikan Antikorupsi melalui Boardgame Terajana

 

Komunitas Baca MAN 3 Jombang Praktikkan Pendidikan Antikorupsi melalui Boardgame Terajana

 

Kab. Jombang (MAN 3 Jombang) – Di ruang membaca terbuka MAN 3 Jombang tampak keasyikan para siswa menggunakan boardgames KPK yang jenis Terajana (24/2). Arpelbuk merupakan komunitas baca dari perpustakaan MAN 3 Jombang mendapatkan pelatihan cara praktik boardgames KPK. Pihak yang melatih adalah dari relawan komunitas baca RBS (Rumah Baca Sahabatku). Pemilik RBS adalah Kurnia Khoirun Nisa yang telah mendapat sertifikat penyuluh dari KPK.

Arpelbuk (Arek Pelahap Buku) MAN 3 Jombang merupakan mitra dari RBS dalam pendidikan antikorupsi melalui literasi. Pada kegiatan praktik tersebut, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Mendapat materi tentang Sembilan nilai integritas, cara mempraktikkan terajana, dan praktik penggunaan Terajana. Hadir sebagai pemenang adalah kelompok kelas putra dengan Burhan sebagai ketuanya dan berasal dari kelas program Bahasa.

“Program ini sangat seru dan menarik. Siswa bisa mendapatkan nilai-nilai luhur tentang antikorupsi dari berbagai boardgames KPK. Semoga, siswa MAN 3 Jombang bisa mengamalkan nilai pendidikan antikorupsi dalam kehidupan nyata” tutur Rialita Fithra Asmara, pembina Komunitas Baca Arpelbuk MAN 3 Jombang.(LiT)

 

 

Rista dan Khildah Berjaya di Lomba Khitobah dan Arabic Story Telling Tingkat Nasional

Rista dan Khildah Berjaya di Lomba Khitobah dan Arabic Story Telling Tingkat Nasional

 

Dua murid MAN 3 Jombang berhasil meraih kemenangan di dua ajang lomba. Dua murid binaan Yantini, M.Pd.I., tersebut adalah Rista Choirotun Nisa dan Khildah Athiyyah. Mereka meraih juara satu dan tiga untuk kategori lomba yang berbeda. Rista meraih juara satu lomba khitobah dan Khildah meraih juara 3 Arabic Story Telling (16/2). Lomba diadakan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dalam rangka FTM (Fakultas Tarbiyah dan Muamalah) Got Talent 5.

Persiapan untuk mengikuti lomba Arabic Story Telling adalah mencari bahan dan menyiapkan dua teks untuk babak penyisihan dan final. Seusai naskah jadi, siswa menghafal teks tersebut selama tiga hari. Kemudian, praktik dan latihan untuk membenahi ekspresi agar sesuai dengan isi teks.

“Untuk lomba Khitobah, persiapannya hampir sama dengan Arabic Story Telling yaitu menyiapkan dua teks untuk penyisihan dan final. Siswa mendalami isi teks dan praktik Khitobah. Dari praktik tersebut, akan Nampak tentang hal-hal yang harus dibenahi sebelum siswa mengikuti lomba,” jelas Yantini, pembina lomba ekstrakurikuler Bahasa Arab MAN 3 Jombang. (liT)

MAN 3 Jombang Raih Empat Emas di KSM Se-Wilker Surabaya

MAN 3 Jombang Raih Empat Emas di KSM Se-Wilker Surabaya

 

Kab. Jombang (MAN 3 Jombang) – Siswa anggota BPMO (Bimbingan Pemantapan Materi Olimpiade) MAN 3 Jombang kembali mengharumkan nama madrasah. Kali ini, mereka berhasil meraih empat emas di KSM (Kompetisi Sains Madrasah) wilayah kerja Surabaya (23/2). KSM diselenggarakan di UIN Malik Ibrahim Malang. Empat emas tersebut meliputi empat kejuaraan dengan urutan nomor satu di empat bidang. Keempat bidang itu adalah Ekonomi, Goegrafi, Kimia, dan PAI. Selain mendapat urutan nomor satu di empat bidang, MAN 3 Jombang juga mengantongi juara dua Kimia, juara dua Matematika, juara dua Biologi, dan juara tiga ekonomi.

“Sebelum KSM dimulai, siswa mengikuti karantina beberapa hari. Mereka dibimbing oleh para tentor yang mahir di bidangnya. Selain berlatih bersama para tentor, mereka juga secara berkelanjutan belajar bersama siswa lain yang memiliki kesamaan bidang. Saling bertukar pengetahuan dan cara menyelesaikan sebuah soal,” tutur M. Bagus Amrullah, ketua bidang BMPO MAN 3 Jombang.

Setelah mengikuti KSM se-Wilker Surabaya, MAN 3 Jombang bersiap diri untuk mengikuti OSK (Olimpiade Sains Kabupaten) dan OSN (Olimpiade Sains Nasional). Sukses selalu untuk peserta olimpiade dari MAN 3 Jombang. (LiT)

Perpustakaan MAN 3 Jombang Ikuti Bedah Buku Jejak Laskar Hizbullah Jombang

Perpustakaan MAN 3 Jombang Ikuti Bedah Buku Jejak Laskar Hizbullah Jombang

 

Kab. Jombang (MAN 3 Jombang) – Pustakawan MAN 3 Jombang mengikuti bedah buku di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Jombang(26/2). Pustakawan tersebut adalah Lina Dinayanti, S.Pd.I. Buku yang dibedah adalah Jejak Laskar Hizbullah Jombang. Bedah buku juga dihadiri oleh sang penulis dari buku tersebut yaitu Moch. Faisol. Bedah buku dilakukan di lantai dua Perpusda.

Peserta bedah buku berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari guru, siswa hingga umum. Penulis memaparkan tentang isi buku. Peserta bedah buku mendapat kesempatan untuk bertanya. Pertanyaan berupa isi buku dan saran.

“Buku ini sangat penting artinya bagi generasi penerus di Jombang. Mereka bisa mengenal para pahlawan lokal sehingga bisa meningkatkan rasa nasionalisme. Buku ini juga bisa menjadi referensi untuk menulis karya fiksi atau pun nonfiksi yang berbasis nuansa lokal Kabupaten Jombang,” tutur Lina Dinayanti.

Jejak Laskar Hizbullah memiliki lima bab. Kelima bab itu menjelaskan tentang sejarah laskar Hizbullah dan Sabilillah. Kedua, Laskar Hizbullah Jombang dan Mojokerto. Ketiga, riwayat perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia (1945—1950). Keempat, reuni mantan Yon 39/ Condromowo, Hizbullah, dan Sabilillah. Kelima, tokoh dan pelaku sejarah Laskar Hizbullah serta TNI di Jombang. (LiT)

 

 

Literasi MAN 3 Jombang Terapkan Pendidikan Antikorupsi melalui Tali Integritas KPK

 

Literasi MAN 3 Jombang Terapkan Pendidikan Antikorupsi melalui Tali Integritas KPK

 

Setelah meraih penghargaan sebagai juara satu Lomba Inovasi Pengelolaan Madrasah (LIPM) bidang literasi, literasi MAN 3 Jombang terus bergerak dan mengisnpirasi. Literasi MAN 3 Jombang bekerja sama dengan Rumah Baca Sahabatku (RBS) sebagai mitra KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk menerapkan pendidikan antikorupsi. Tali integritas KPK adalah pendidikan antikoruspi melalui gerakan literasi.

Komunitas baca MAN 3 Jombang kembali menerima alat-alat permainan, buku-buku untuk pendidikan antikorupsi, dan CD film kartun bertema antikorupsi. Buku berupa komik, cerita, buku tentang korupsi sedangkan alat permainan berupa kwartet, keranjang bolong, petualangan memecahkan sandi kuno dan permainan kejujuran berupa sahabat pemberani (17/1). Ada sembilan nilai integritas yang diajarkan kepada siswa. Kesembilan nilai tersebut adalah jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil. Kesembilan nilai itu diselipkan pada semua alat Board Game, CD film kartun, dan buku-buku yang berasal dari KPK. Peralatan, buku, dan film kartun tersebut bisa disaksikan dan dipergunakan di area perpustakaan MAN 3 Jombang dan area outdoor reading.

“Kami memiliki duta antikorupsi yang berasal dari komunitas baca Arpelbuk (Arek Pelahap Buku) MAN 3 Jombang. Merekalah yang menyuarakan pendidikan antikorupsi kepada siswa yang lain. Selain itu, kami juga mengundang anak-anak kecil putra dan putri Bapak/Ibu Guru dan staf  tata usaha untuk menonton film kartun tentang pendidikan antikorusi di panggung pementasan yang terdapat di area perpustakaan MAN 3 Jombang,” jelas Rialita, salah satu anggota tim penggerak literasi madrasah. (LiT)

Akhyak, Guru Prakarya MAN 3 Jombang Perkenalkan Budaya Lokal di Local Wisdom

Akhyak, Guru Prakarya MAN 3 Jombang Perkenalkan Budaya Lokal di Local Wisdom

Akhyak adalah guru prakarya yang sangat produktif di MAN 3 Jombang. Setelah menemukan mistar pintar, guru prakarya ini kembali produktif dalam melukis dan mengikuti pameran di kota-kota Indonesia bahkan sampai Dallas, texas, USA. Kali ini dengan niat luhur mengenalkan kearifan budaya lokal melalui lukisan, M. Akhyak terlibat secara aktif dalam pameran lukisan yang dilaksanakan oleh Koperjati (Komunitas Perupa Jawa Timur) (21/1).

Di dalam pameran bertema Local  Wisdom tersebut, M. Akhyak menyertakan dua lukisan. Satu lukisan lepet dan satu lukisan kupat.

“Untuk memperkenalkan kearifan budaya lokal dari Jombang yang masih memunculkan tradisi kupatan. Kupatan bermakna aku lepat, biar saling memaafkan antarsesama manusia. Semua orang harus mengakui kesalahannya. Lepet bermakna disilep yang rapat, artinya kesalahan yang ada tak perlu ditampakkan kembali. Isi lepet, ketan putih artinya supaya hati kita kembali bersih dan suci tanpa dosa,” jelas M. Akhyak bercerita soal makna lukisannya.

Pameran ini dilaksanakan di Jalan Darmokali nomor 14—16 Surabaya dan berlangsung dari 20 Januari—03 Februari 2019. Empat puluh pelukis dari Jawa Timur mengikuti pameran tersebut. Masing-masing pelukis menampilkan dua karya. Total ada delapan puluh lukisan yang menghiasi gedung berlantai dua tersebut. (LiT)

 

Emce F., Pelukis MAN 3 Jombang Ikuti Pameran Budaya  

Emce F., Pelukis MAN 3 Jombang Ikuti Pameran Budaya

 

Salah satu siswa dari kelas keterampilan (XI MIPA 2) MAN 3 Jombang mengikuti pameran budaya Ijo Abang Budaya dalam Warna (23/1). Dia adalah Emce Favian, selain pelukis, dia juga dikenal lincah membuat wayang, wayang ustadz adalah salah satu dari bukti kelihaian siswa dari kelas keterampilan tersebut. Kali ini, dia mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh Komunitas Kopi (Komunitas Pelukis) Jombang. Pameran ini dihadiri oleh Mas Dibyo, pelukis senior dari Tuban.

Di dalam pameran yang memuat kolaborasi antara pelukis dan pelajar se-kabupaten Jombang, Emce mengangkat tema Gados dalam Pesona Manga. Lukisan tersebut menggambarkan seorang gadis yang duduk seenaknya tanpa peduli dengan sekelilingnya. Telepon genggam yang selalu dekat dengan sang gadis. Karya ini menggungkapkan betapa HP tidak bisa ditinggalkan oleh kaum muda. Ketika tidak pandai-pandai menyaring terkait pengunaan telepon genggam, bisa membahayakan keberlangsungan kaum muda.

“Saya melukis dengan tema tersebut karena berangkat dari keprihatinan saya terkait dengan banyaknya anak muda yang kecanduan telepon genggam,” tutur Emce. (LiT)

 

 

Pelukis MAN 3 Jombang Raih Juara Favorit pada Ajang Melukis on the Spot

Pelukis MAN 3 Jombang Raih Juara Favorit pada Ajang Melukis on the Spot

Akhyak adalah guru prakarya dan dikenal juga sebagai pelukis di MAN 3 Jombang. Pada ajang penutupan pameran lukisan Local Wisdom, ia berhasil meraih juara favorit 2 (3/2). Panitia mengundang Maharani, seorang penari tradisonal jawa dari STKW surabaya. Penari tersebut sengaja dihadirkan sebagai model. Penutupan pameran berupa melukis model Local Wisdom dalam format on the spot. Semua pelukis yang teribat dalam Koperjati (Komunitas Perupa Jawa Timur) mengikuti acara tersebut. Sebuah komunitas yang menyelenggarakan pameran dengan tema Local Wisdom dan bertempat di Surabaya.

Sistem penilaian berupa semua pelukis memberikan apresiasi dari karya yang dipajang dan diberi nomor. Lukisan dengan pemilih terbanyak akan menjadi juara. M. Akhyak menampilkan lukisan berupa kursi dan selendang kain merah penari yang tergeletak rapi di sebuah kursi. Lukisannya mengambil judul Gadis dalam Angan.  Model yang berupa penari tidak dilukisnya.

“Alasan melukis obyek tersebut didasari bahwa dalam berkarya kita bisa mengambil obyek yang terlupakan oleh semua pelukis. Kain dan kursi adalah juga model. Dalam pandangan saya, model itu adalah semua yang ada di hadapan kita tatkala melukis on the spot,” tutur M. Akhyak saat menjelaskan alasan pemilihan objek lukisan.

Akhyak juga menambahkan bahwa ia mencoba menerjemahkan secara visual bahwa itu adalah momen dan model. Momen karena kursi dan kain ketika ditata sedemikian rupa dan pelukis pasti tahu bahwa di kursi itu tadi dan dulu pernah diduduki oleh seorang model. Hal tersebut berarti kursi dan kain merah akan bisa berbicara dalam diam. Penjelasan tersebut sesuai dengan judul lukisan Gadis dalam Angan. (LiT)