Guru MAN 3 Jombang Ikuti Try Out AKM

thumbnail

Senin, 02 Maret 2020, 17:19

Kab. Jombang  (MAN 3 Jombang) – Beberapa guru MAN 3 Jombang sedang mencoba membuat tipe soal AKM di ruang multimedia Perpustakaan Menara Ilmu MAN 3 Jombang (2/3). Soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) terdiri dari soal literasi dan numerasi. Sebelumnya, semua guru MAN 3 Jombang mengikuti try out AKM dan survei karakter yang dilaksanakan oleh Puspendik (26/2).

Try out tersebut menyajikan soal-soal yang mengukur kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter. Para guru dikenalkan dengan bentuk soal AKM sebagai gambaran mengelola proses pembelajaran selanjutnya dan melakukan penilaian dengan bentuk soal AKM. Peserta try out melakukan login dengan menggunakan user name dan password yang telah disiapkan oleh proktor madrasah di website unbk.kemdikbud.go.id.

“Saya bisa mengetahui tipe soal AKM sehingga saya bisa mencoba untuk membuatnya,” tutur Rialita Fithra Asmara, salah satu peserta try out AKM. (LiT)

Pembelajaran Geografi di MAN 3 Jombang Berbasis Meaningfull Learning

thumbnail

Senin, 02 Maret 2020, 17:16

Kabupaten Jombang  (MAN 3 Jombang) – Geografi adalah salah satu pelajaran yang dekat dengan alam. Salah satu guru pengampu mata pelajaran Geografi MAN 3 Jombang, Muhammad Hilal Ashshidieqi melakukan kegiatan pembelajaran di hutan madrasah atau yang lebih dikenal dengan RTH (Ruang Terbuka Hijau). RTH merupakan salah satu tempat belajar favorit di MAN 3 Jombang. Ada gazebo, koleksi aneka macam tumbuhan, pepohonan yang rindang, kelas terbuka, dan panggung teater.

Pada materi bab  Litosfer, sub bab Pengertian Erosi dan Metode konservasi tanah, Hilal  membawa peserta didik kelas X IPS 2 ke RTH (2/3). Mereka melakukan percobaan model pengikisan tanah dengan botol bekas air mineral yang diberi media tanah, kerikil dan rumput atau tanaman perdu. Peserta didik begitu menikmati tahap demi tahap kegiatan pembelajaran. Pertama, menyiapkan alat dan bahan seperti botol bekas air mineral, cutter, contoh tanah, batu kerikil, rumput/tanaman perdu. Kedua, setelah membuat model pengikisan tanah dengan botol bekas, setiap peserta didik menyiram botol tersebut dengan air. Botol yang disiram adalah yang bervegetasi dengan rumput atau tanaman perdu dan yang tidak diberi vegetasi. Ketiga, peserta didik mengamati perbedaan antara botol yang bervegetasi dengan yang tidak. Menurut hasil percobaan, perbedaanya adalah botol yang ada tanaman perdu/rumput (bervegetasi) airnya jernih dan tidak bercampur tanah. Botol yang tidak ada tanaman perdu/rumput (tidak bervegetasi) airnya keruh dan bercampur tanah ketika dituang air.

Menurut Hilal, model pembelajaran tersebut sangat asyik. Peserta didik menjadi lebih mudah memahami dan langsung mengerti dampak apa yang terjadi. Mereka akan tahu apa yang terjadi jika di daerah puncak/atas gundul tanpa vegetasi. Inti dari pembelajaran tersebut adalah meaningfull learning (Pembelajaran yang bermakna) sehingga peserta didik mudah mamahami dan terus mengingat materi.

“Sangat menarik, karena saya sekarang jadi tahu betapa pentingnya vegetasi untuk konservasi tanah, air dan penanganan lahan rawan longsor,” tutur salah satu peserta didik dari kelas X IPS 2 saat ditanya kesannya mengikuti kegaiatan pembelajaran Geografi pada hari tersebut. (LiT)

Anggota Ekstrakurikuler PMR MAN 3 Jombang Ikuti Uji Kecakapan

thumbnail

Minggu, 08 Maret 2020, 16:59

Kabupaten Jombang  (MAN 3 Jombang) – Anggota ekstrakurikuler PMR MAN 3 Jombang mengikuti uji kecakapan (6/3). Ujian dilakukan di MAN 3 Jombang. Para peserta dari kegiatan ini akan mendapatkan sertifakat dari PMI. Ekstrakurikuler ini dilatih oleh dua orang pelatih yaitu Winda Suryo Ningsih dan Tira Tri Taurisna. Anggota dari ekstra ini sering hadir pada setiap kegiatan madrasah. Mereka siap sedia untuk menolong peserta kegiatan jika ada yang sakit atau ada kecelakaan saat kegiatan berlangsung.

Uji kecakapan ini sangat penting untuk kompetensi anggota ekstrakurikuler PMR. Salah satu kompetensi adalah kemampuan anggota dalam memberikan pertolongan pertama.

“Uji kecakapan berupa ujian tulis dan uji keterampilan dalam merawat luka,” tutur Lilik Khumaidah, salah satu pembina OSIS MAN 3 Jombang. (LiT)

Praktik Menulis Karya Ilmiah, Pacu Peserta Didik MAN 3 Jombang Memiliki Nalar Berpikir Logis

thumbnail

Minggu, 08 Maret 2020, 17:02

Kabupaten Jombang  (MAN 3 Jombang) – Praktik menulis karya ilmiah dalam bentuk paper merupkan syarat mengikuti PAT ( Penilaian Akhir Tahun) bagi peserta didik MAN 3 Jombang. Kegiatan ini bersifat wajib bagi peserta didik yang berada di kelas XI. Masing-masing peserta didik mendapat guru pembimbing yang akan membimbing mereka dalam menulis paper tersebut. Tema yang diusung dalam penulisan karya ilmiah tahun ini adalah segala hal terkait MAN 3 Jombang dan Ponpes Bahrul’ulum Tambakberas Jombang. Untuk tema MAN 3 Jombang, peserta didik bisa menulis tentang praktik madrasah literasi, madrasah prestasi, dan madrasah adiwiyata. Untuk tema Ponpes Bahrul’ulum Tambakberas Jombang, peserta didik bisa menulis tentang tempat-tempat bersejarah di area ponpes dan pendiri Ponpes Bahrul’ulum Tambakberas, Jombang.

Bimbingan penulisan karya ilmiah bisa dilakukan di perpustakaan atau ruang-ruang kelas. Seperti kali ini, tampak Pak Bagus sapaan akrab dari M. Bagus Amrullah sedang melakukan bimbingan tahap revisi akhir di perpustakaan (8/3). Jika paper telah selesai, peserta didik akan diuji oleh seorang penguji terkait dengan hasil tulisannya.

“Melalui kegiatan ini, peserta didik bisa terbiasa untuk berpikir logis dan menungkannya ke dalam tulisan. Selain itu, bisa sebagai sarana untuk mengembangkan budaya membaca dan menulis yang terkait erat dengan dunia literasi,” tutur M. Bagus Amrullah salah satu pembimbing paper. (LiT)

Ekstrakurikuler Bahasa Jepang MAN 3 Jombang, Kenalkan Bahasa Jepang melalui Boneka Kertas dan Kotowaza

thumbnail

Minggu, 08 Maret 2020, 17:04

Kabupaten Jombang  (MAN 3 Jombang) – MAN 3 Jombang memiliki tiga kegiatan ekstrakurikuler bahasa asing. Ketiga ekstrakurikuler itu adalah bahasa Arab, bahasa Jepang, dan bahasa Inggris. Kegitan ini berlansung setiap hari Selasa, usai kegiatan pembelajaran di madrasah. Namun, jika ada lomba dan kegiatan tambahan seperti pameran, ada hari dan jam tambahan untuk menambah wawasan dan persiapan kegiatan supaya memperoleh hasil maksimal.

Bahasa Jepang sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler bahasa asing di MAN 3 Jombang terus melakukan beragam inovasi. Inovasi itu dilakukan supaya peserta didik mudah memahami dan menikmati bahasa Jepang. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah dengan boneka kertas dan kotowaza. Melaui pengenalan budaya Jepang, peserta didik bisa lebih menikmati dalam belajar bahasa Jepang.

“Pembuatan boneka kertas merupakan praktik dari origami. Boneka kertas tersebut bisa dibuat untuk kartu kartu ucapan dan pembatas buku. Kartu ucapan dan pembatas buku tersebut disertai kotowaza (peribahasa bahasa Jepang),” tutur Diana Sensei, pembina ekstrakurikuler bahasa Jepang. (LiT)

Pembelajaran Matematika MAN 3 Jombang Terintegrasi dengan Pendidikan Agama Islam

thumbnail

Minggu, 08 Maret 2020, 17:05

Kabupaten Jombang  (MAN 3 Jombang) – M. Tholib, S.Pd., M.Si. adalah salah satu guru Matematika di MAN 3 Jombang. Pak Tholib, sapaan akrab dari M. Tholib sedang menerapkan pembejaran Matematika yang terintegrasi dengan Pendidikan Agama Islam (8/3). Hal tersebut dilakukan sebagai langkah nyata dari kegiatan Pengembangan Diri Guru Matematika MA yang telah diikutinya. Pengembangan diri tersebut dikemas dalam sebuah acara yang membuka wawasan guru Matematika di madrasah tentang integrasi pembelajaran Matematika dengan Pendidikan Agama Islam (5/3). Acara diselenggarakan oleh MGMP Matematika se-Kab. Jombang dengan peserta guru Matematika MA se-Kab. Jombang.

Hal itu bertujuan supaya pembelajaran Matematika di madrasah menjadi lebih bermakna bagi peserta didik. Hadir sebagai pemateri pada acara tersebut adalah Dr. Abdussakir, M.Pd. (Kaprodi Pendidikan Matematika Pascasarjana UIN Maliki Malang) dan M. Tholib, S.Pd. M.Si. sebagai moderator serta Ketua MGMP Matematika MA se-Kab. Jombang. Selain itu, agar semua guru di madrasah terutama pada mapel-mapel umum mampu mengintegrasikan pembelajarannya dengan Pendidika Agama Islam. Hasilnya, pembelajaran di madrasah memiliki nilai tambah dibandingkan dengan sekolah lain.

“Contoh sederhana penggunaan bilangan pecahan untuk ilmu waris dan zakat, trigonometri untuk penentuan awal bulan dan arah qiblat serta hal lain yang berkaitan langsung dengan syarat sah dari suatu amal ibadah,” tutur M. Tholib saat ditanya tentang praktik pembelajaran Matematika yang terintegrasi dengan Pendidikan Agama Islam. (LiT)