MAN 3 Jombang Juara Umum KSM Seleksi Kabupaten

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Delegasi MAN 3 Jombang menunjukkan eksistensinya dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) seleksi kabupaten. MAN 3 Jombang meraih juara umum dalam ajang bergengsi tersebut. Dari enam siswa yang mewakili madrasah, tiga diantaranya meraih juara pertama dan berhasil lolos ke seleksi provinsi. Mereka adalah Dawud Putra Cahyono (XII MIPA 1) pada mapel Fisika, Shofiyah Nur Azizah (XII MIPA 6) pada mapel Ekonomi, dan Ziyanatul Karimah (XII MIPA 8) pada mapel Biologi.  

Seleksi KSM kabupaten dilaksanakan pada 21 Agustus 2021 di MAN 1 Jombang. Ada enam mapel yang diujikan, yaitu Matematika, Kimia, Geografi, Biologi, Fisika, dan Ekonomi. Setiap madrasah mengirimkan satu siswa per mapel. Juara 1,2,dan 3 setiap mapel akan mewakili Kabupaten Jombang pada seleksi provinsi September depan. Peserta harus mengerjakan soal pilihan ganda dan isian singkat secara CBT.  Menurut Shofiyah Nur Azzizah, hampir 80% soal Agama Islam terintegrasi. “Tahun ini,soal yang dikaitkan dengan ayat Alquran dan Hadis lebih banyak dari tahun lalu,” ujar siswi yang meraih Juara 1 KSM Nasional mapel Ekonomi tahun 2020 itu.

Sebagai persiapan seleksi provinsi, ketiga siswa tersebut akan mengikuti bimbingan intensif dan karantina. Koordinator BPMO, M. Bagus Amrullah mengatakan bahwa ketiga siswa tersebut akan lebih dimantapkan untuk mendalami soal-soal Agama Islam terintegrasi. Bimbingan intensif dan karantina tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. “Semoga mereka selalu bersemangat dalam menghadapi KSM Provinsi dan dapat lolos ke tingkat nasional,” ujar Bagus. (Zul)

Siswi Man 3 Jombang Terpilih sebagai Tim Paskibraka Kabupaten

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Siswi MAN 3 Jombang Fanny Diah Kusma Yuliah (XII Mipa 4) menjadi bagian dari 72 anggota paskibraka terpilih Kabupaten Jombang. Dalam upacara peringatan HUT RI ke-76 (17/8) di halaman Kantor Pemkab Jombang, Fanny bertugas sebagai pasukan 45-2.  Perasaan haru dirasakannya tatkala bendera merah putih berhasil dikibarkan dengan sempurna. Terbayar segala perjuangan dalam latihan keras selama dua pekan.

Untuk terpilih sebagai  paskibraka kabupaten, Fanny harus melalui seleksi yang cukup ketat pada Februari dan Maret lalu. Setelah pengisian berkas, ia mengikuti tes psikotes, tes parade, tes samapta, dan pantukhir. Menurut siswi yang memiliki tinggi badan 167 cm ini, samapta  adalah tahapan tersulit. Dalam tahapan itu, peserta harus menjalani tes fisik seperti lari, push up, sit up, dan shuttle run.

Fanny mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari keikutsertaannya dalam paskibraka kabupaten. “Saya belajar tentang pentingnya kedisiplinan, kesetiakawanan, dan nasionalisme,” ujar siswi yang bercita-cita menjadi dokter ini.

Tahun ini, Man 3 Jombang mengirimkan 3 delegasi untuk seleksi capaska. Mereka adalah Fanny Diah Kusma Yuliah, Rully Afnan, dan  Ik. Gadis Antika Hayuningrum Wibawanto. Namun, Rully dan Gadis gugur dalam tahap pantukhir. Selaku pembina, Verda Agustina Wintaryanti, S.Si. berharap tahun selanjutnya lebih banyak delegasi Man 3 Jombang yang lolos seleksi  paskibraka, baik tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional. “Untuk mewujudkannya, kami memiliki ekstra kurikuler paskibraka sebagai wadah melatih siswa mempersiapkan capaska. Semoga pandemi segera berlalu agar ekstra kurikuler tersebut dapat kembali intens berlatih,” tutur Verda. (Zul)

Lagi, Dawud Putra Cahyono Ukir Prestasi Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Dawud Putra Cahyono kembali menunjukkan taringnya dalam ajang olimpiade tingkat nasional. Siswa XII MIPA 1 MAN 3 Jombang ini menyabet juara 2 Kontes Terbuka Olimpiade Nasional untuk mapel Fisika (31/7).

Penyelenggara lomba adalah Pateron.id yang bekerja sama dengan SBMITB (School of Business and Management Institute Teknologi Bandung). Pelaksanaan lomba secara online melalui website Peteron.id dari tanggal 6 hingga 19 Juli 2021 dengan dua tahapan, yakni penyisihan dan final. Soal yang diujikan menggunakan sistem LOTS, MOTS dan HOTS. Pada babak final, Dawud meraih juara kedua dengan skor 506,25.

Menurut Dawud, penyeleksian lomba ini sangat ketat dan soal yang diujikan pun sangat menantang. Siswa kelahiran Mojokerto, 6 April 2003 ini berharap prestasi akademik MAN 3 Jombang terus meningkat, terutama pada mata pelajaran Fisika. “Buat adik adik kelas yang berminat dalam fisika, kalau memang dibutuhkan, saya dengan sukarela siap berbagi ilmu dalam menghadapi olimpiade fisika,” ujar siswa yang bercita-cita melanjutkan ke Universitas Pertamina ini. (Zul)