Siswi MAN 3 Jombang Juara 1 Olimpiade Bahasa Arab

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Ilvina Maulidiyah Mahmudah kembali mengukir prestasi. Siswi kelas XII MIPA 5 ini berhasil menjadi juara pertama Olimpiade Bahasa Arab (16/12). Penyelenggara lomba adalah UNUGIRI Bojonegoro.

Terdapat dua tahapan dalam lomba ini, yaitu penyisihan  dan final. Pada babak penyisihan (11/12), peserta harus mengerjakan 50 soal dalam waktu 60 menit. Ilvina berhasil merampungkan babak penyisihan di urutan 6 dengan raihan nilai 151. Sepuluh peserta dengan nilai tertinggi berhak melaju ke final. Ilvina mengaku bahwa final adalah tahapan paling menantang. Terdapat 52 soal yang tingkat kesulitannya sangat tinggi. “Persaingan cukup ketat karena hanya diambil tiga besar saja,” ujar siswi yang bercita-cita kuliah di Fakultas Bahasa Arab ini. Ilvina berhasil menyelesaikan kompetisi dengan nilai 153. Raihan nilai tersebut membuatnya menjadi juara pertama.

Iis Makhisoh selaku pembina mengatakan bahwa persiapan Ilvina dalam lomba ini sangat singkat. “Penyisihan dilaksanakan dua hari setelah PAS. Jadi dia hanya punya waktu dua hari saja untuk persiapan olimpiade ini,” ujar Iis.Pihaknya berharap, keberhasilan Ilvina dapat memotivsi siswa lain untuk berprestasi di bidang olimpiade Bahasa Arab. (Zul)

Demi Menjadi Juara Story Telling, Siswi MAN 3 Jombang Berlatih Memainkan Pedang

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Putri Wulan Septiani harumkan nama Man 3 Jombang dalam Story Teling Competition (17/12). Siswi kelas XII MIPA 7 ini berhasil menjadi juara 3 dalam ajang itu. Penyelenggara lomba berskala nasional ini adalah Faculty of Language and Arts UNESA.

Lomba  dilaksanakan secara virtual. Peserta diminta membuat video bercerita dalam Bahasa Inggris. Wulan membawakan cerita legendaris yang pernah dipopulerkan Walt Disney, yakni Hua Mulan. “Karena saya bercerita tentang seorang pendekar  yang hebat dalam memainkan pedang, maka mau tak mau saya juga harus berlatih bermain pedang. Hal itu menjadi tantangan saya dalam kompetisi ini,” ujar siswi yang bercita-cita menjadi dokter ini.

Wulan mengaku telah berlatih selama dua pekan untuk mempersiapkan penampilannya. Jerih payahnya membuahkan hasil, ia menjadi juara ketiga. “Semoga prestasi MAN 3 Jombang dalam story telling lebih meningkat lagi,” harap siswi kelahiran Jombang 18 tahun lalu ini. (Zul)

Peserta Didik MAN 3 Jombang Rebut Emas Olimpiade PAI

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang)- Muhammad Rafi` Al Kamal menang telak dalam Olimpiade Pendidikan Agama Islam (15/12). Peserta didik kelas XII MIPA 1 ini berhasil meraih medali emas dalam kompetisi itu. Penyelenggara lomba adalah Olimpiade Indonesa.

Lomba ini berlangsung dalam satu tahapan (30/11). Peserta dapat memilih sesi pengerjaan soal. Rafi memilih mengikuti kompetisi pada sesi sore hari. Ia harus menjawab 50 soal pilihan ganda dalam waktu satu jam. “Soalnya beragam. Dari tentang sejarah perkembangan Islam sampai huku ushul fiqih juga ada,” ujar siswa kelahiran Jayapura ini. Rafli berhasil menyelesaikan kompetisi dengan raihan nilai 491. Hal itu membuatnya mendapatkan predikat A dan medali emas.

Rafi mengaku tidak menyangka mendapatkan medali emas dalam kompetisi ini. Menurutnya ia tak memiliki persiapan apapun. Terlebih pelaksanaan lomba bersamaan dengan penilaian akhir semester. “Tak ada uzur dalam berjuang. Saya harus tetap semangat,” kata siswa yang pernah menjuarai lomba Cerdas Cermat Islam ini. (Zul)

Peserta Didik MAN 3 Jombang Juara Harapan 1 Esai.

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Peserta didik Man 3 Jombang  mengukir prestasi dalam Lomba Esai Piala Gubernur Jawa Timur (8/12). Ainun Al Fajriyah Nurul Imamah (XI MIPA 6) meraih Juara Harapan 1 dalam lomba tersebut. Penyelenggara lomba adalah Perpustakaan STKIP PGRI Jombang.

Alfa membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu untuk menyelesaikan esai. Ia mengangkat tema peran digitalisasi pembelajaran di masa pandemi. Dalam tulisannya, ia mengungkapkan alasan pendidikan di Indonesia harus menerapkan digitalisasi pembelajaran hingga platform-platform yang kerap digunakan dalam pembelajaran semasa pandemi. Tulisan tersebut mengantarkan Alfa melaju ke tahap berikutnya. Dari 20 siswa yang lolos, Alfa berada di urutan 7 dengan poin 94.

Pada tahapan  selanjutnya, Alfa harus mempresentasikan karyanya secara virtual. Setiap peserta  memiliki kesempatan 7-9 menit untuk memaparkan hasil karyanya. Alfa mengaku mendapatkan komentar positif dari juri terkait tulisannya itu. Juri mengapresiasi  orisinalitas karya Alfa. “Saya tidak menyangka terpilih menjadi Harapan 1. Sebelumnya saya tidak pernah mengikuti lomba menulis esai,” ujar siswi yang bercita-cita menjadi editor buku ini.

Agustin Indahwati selaku pembimbing mengaku bahwa  MAN 3 Jombang mengirimkan empat delegasi. Dua diantaranya masuk tahap presentasi. Dari dua siswa, hanya Alfa yang memperoleh juara. “Alfa adalah anak yang  rajin dan mau belajar. Prestasinya ini buah dari ketekunannya,” ujar Agustin. (Zul)

Siswi MAN 3 Jombang Juara 3 Lomba Khitobah Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Untuk kali kesekian Amelia Habibah harumkan nama MAN 3 Jombang. Siswi kelas XII MIPA 5 ini berjaya dalam Lomba Khitobah Tingkat Nasional. Lomba tersebut menjadi runtutan acara Pekan Arabi yang diselenggarakan Universitas Negeri Malang.

Lomba Khitobah ini terdiri atas dua tahapan, yaitu penyisihan dan final. Kedua tahapan tersebut dilaksanakan secara virtual. Pada babak penyisihan, peserta diwajibkan mengirimkan video penampilan mereka. Terdapat tiga tema yang dapat dipilih, yakni Pendidikan, Teknologi, dan Globalisasi. Amel berhasil masuk sepuluh besar menyisihkan 80 peserta lainnya dari seluruh Indonesia.

Pada babak final (7/10), peserta menyampaikan materi khitobah secara live lewat Zoom.   Amel membahas topik pendidikan Islam di era globalisasi. Retorika bahasa, isi pidato, artikulasi, dan penguasaan materi menjadi poin utama penilaian. Amel menjadi juara ketiga dengan raihan 92,5 poin.

Amel mengaku bangga dengan pencapainnya itu. “Saya tidak menyangka, awalnya peringkat delapan pada babak penyisihan menjadi peringkat tiga pada babak final,” tutur siswi yang ingin masuk Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga ini. (Zul)

Guru MAN 3 Jombang Ajak Siswa Gelar Pameran Lukisan

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – M. Akhiyak membuat gebrakan.  Guru Seni Budaya Man 3 Jombang ini mengajak siswa menggelar pameran lukisan (6/12). Lokasi pameran di lantai bawah Gedung Pusat Prestasi dan Inovasi. Terdapat 400 lukisan karya siswa kelas XII ditampilkan. Acara peresmian pameran tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan PP Bahrul Ulum, KH. Wafiul Ahdi, M.HI. Menurut Gus Wafi, pameran lukisan ini dapat menumbuhkan jiwa seni para siswa. Sementara Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno berharap kegiatan pameran lukisan ini dapat dilaksanakan secara rutin.

Akhiyak mengatakan bahwa pameran ini merupakan bagian dari pembelajaran seni budaya. “Pada semester ganjil, ada materi apresiasi karya seni rupa. Lewat pameran, siswa dapat melakukan pengamatan dan penilaian atas karya lukis mereka,” ujar Akhiyak. Para siswa membutuhkan waktu dua bulan untuk mempersiapkan karya lukisnya. Akhiyak memberikan kebebasan berekspresi kepada mereka dalam menentukan tema lukisan. Siswa pun bebas menggunakan teknik apapun dalam berkarya. “Ada yang melukis menggunakan cotton bud, ada pula yang memanfaatkan isolasi,” tutur Akhiyak.

Pameran lukisan ini berlangsung hingga Selasa (7/12). Setiap hari, lukisan yang dipamerkan selalu berganti sehingga pengunjung tidak akan bosan. Pengunjung dapat mengapresiasi lukisan para siswa dengan mengikuti lelang. (Zul)

Siswi MAN 3 Jombang Berjaya di Lomba Khitobah Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Untuk kali kesekian, Meita Dwi Mukhlitosul Azizah harumkan nama MAN 3 Jombang. Siswi kelas XII Bahasa 2 ini berjaya dalam Lomba Khitobah Tingkat Nasional. Lomba tersebut menjadi runtutan acara Pekan Arabi yang diselenggarakan Universitas Negeri Malang.

Lomba Khitobah ini terdiri atas dua tahapan, yaitu penyisihan dan final. Kedua tahapan tersebut dilaksanakan secara virtual. Pada babak penyisihan, peserta diwajibkan mengirimkan video penampilan mereka. Terdapat tiga tema yang dapat dipilih, yakni Pendidikan, Teknologi, dan Globalisasi. Meita berhasil masuk sepuluh besar menyisihkan 80 peserta lainnya dari seluruh Indonesia.

Pada babak final (7/10), peserta menyampaikan materi khitobah secara live lewat teleconference.  Meita menyampaikan tentang pendidikan Islam dalam perkembangan suatu negara. Retorika bahasa, isi pidato, artikulasi, dan penguasaan materi menjadi poin utama penilaian. Meita berhasil meraih 95 poin dan berhak menjadi juara pertama.  

Meita mengaku bangga dengan pencapainnya itu. “Alhamdulillah, latihan keras dalam beberapa hari terbayar dengan prestasi ini,” ujar siswi yang bercita-cita menjadi psikolog ini.  

Yantini selaku pembina mengatakan bahwa MAN 3 Jombang mengirimkan tiga delegasi dalam lomba ini. Selain Meita, terdapat nama Amelia Habibah (XII MIPA 5) yang meraih juara 3. Satu delegasi lainnya adalah Muhammad Kamalul Mustofa (XII AGM 1). Sayangnya, Kamal kurang beruntung dalam babak penyisihan. “Semoga prestasi siswa MAN 3 Jombang dalam bidang Khitobah ini dapat terus ditingkatkan,” harap Yantini. (Zul).

Siswa MAN 3 Jombang Juara 3 Olimpiade Fiqih

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Prestasi kembali diraih oleh Ahmad Zhafari Musyafa (XII Agama 1). Setelah sebelumnya memenangkan juara tiga Lomba Cerdas Cermat Islam, kini ia menyabet juara tiga dalam Olimpiade Fiqih (2/11). Penyelenggara lomba adalah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Olimpiade Fiqih ini berlangsung dalam tiga tahapan. Pada babak penyisihan, peserta mengerjakan 50 soal. Di tahap ini terjaring 9 besar yang kemudian masuk semi final. Tiga diantaranya adalah siswa MAN 3 Jombang. Pada tahap semi final, peserta diminta menyelesaikan suatu permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan Fiqih. Zhafari berhasil menjadi tiga besar dan lolos ke tahap akhir. Pada babak final, peserta diberikan soal studi kasus. “Saya diberi pertanyaan tentang jual beli online dari sudut pandang Fiqih, ” ujar siswa yang bercita-cita menjadi dosen ini. Zhafari menutup kompetisi dengan mendapatkan juara ketiga. Eryati Fikriyah selaku pembimbing mengatakan bahwa Zhafari telah menunjukkan kemampuan yang maksimal. Pihaknya akan terus melakukan bimbingan intensif agar tim PAI mendapat prestasi yang lebih baik di lain kejuaraan.(Zul).

Siswi MAN 3 Jombang Juara Speech Contest di Dua Kampus Ternama

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) –Rona bahagia terpancar dari wajah  Ayska Rahma Daffadilla. Siswi kelas XII IPS 3 ini berhasil menjuarai dua lomba speech contest dalam waktu bersamaan. Lomba pertama adalah Extraordinary English Festival yang diadakan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Lomba diadakan secara virtual. Peserta diwajibkan mengirimkan video dalam periode 2 – 16 Oktober.  Ayska mengirimkan video tentang perkembangan teknologi terhadap sistem pendidikan. Konten, gestur, dan tata bahasa menjadi kriteria penilaiannya. Siswi kelahiran Melbourne ini berhasil menjadi juara pertama.

Lomba kedua yang diikuti Ayska adalah Festival Bahasa & Budaya yang diadakan UIN Sunan Kalijaga. Lomba dilaksanakan secara virtual dengan dua tahapan , yakni penyisihan dan final. Pada babak penyisihan, peserta diminta mengirimkan video. Ayska mengangkat tema kekayaan budaya Indonesia dalam videonya. Babak final dilaksanakan secara teleconference (17/10). “Tantangan pada final, saya diberi topik dadakan. Hanya diberi waktu 20 menit untuk mempersiapkannya,” ujar siswi yang bercita-cita masuk jurusan Hubungan Internasional  UGM ini. Ayska berhasil menjadi juara kedua dalam lomba tersebut.

Ayska tidak menyangka mendapat posisi  juara di kedua lomba itu. “Mengikuti dua lomba dalam waktu bersamaan membuat saya harus pandai-pandai mengatur waktu,” kata siswi yang ingin menjadi bagian dari UNICEF ini.

Samsul Rizal selaku pembimbing mengaku bangga dengan keberhasilan anak didiknya itu. “Ayska pekerja keras. Dia selalu semangat dalam sesi latihan. Usahanya membuahkan hasil,” ujar guru Bahasa Inggris ini. Menurut Samsul, keberhasilan Ayska tak luput dari kerja sama tim English Family yang merupakan ekstrakulikuler Bahasa Inggris Man 3 Jombang. (Zul)