Kabupaten Jombang (Man 3 Jombang) – Seluruh siswa MAN 3 Jombang mengikuti Penilaian Akhir Tahun (PAT). Pelaksanaan PAT dimulai pada Senin (30/5) hingga Kamis (9/6). Peserta PAT berjumlah 1.712 siswa. Mereka terdiri atas siswa Kelas X dan XI dari semua jurusan.
Peserta menyelesaikan soal secara CBT. Terdapat 34 ruang ujian yaitu 10 ruang di MAN Induk, 10 ruang di MAN Utara, dan 14 ruang di MAN Timur. Peserta terbagi dalam dua sesi ujian. Sesi pertama dimulai Pukul 07.00 WIB sedangkan sesi kedua dimulai dari Pukul 11.00 WIB. Terdapat jeda satu jam di antara dua sesi itu.
Ada 26 mata pelajaran (mapel) yang diujikan. Mapel hari pertama adalah Bahasa Indonesia, Nahwu, dan Hadis Kitab. PAT terlaksana dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.
Ketua panitia PAT, Eni Rusydiyah mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai macam persiapan dari jauh hari. Salah satu persiapan yang dilakukan panitia adalah dengan mengadakan simulasi pada Sabtu (28/5). “Selain untuk mengetahui kesiapan jaringan, simulasi bertujuan agar siswa betul-betul siap menghadapi PAT,” ujar Eni. Menurut Eni, tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan PAT kali ini. “Kalaupun ada kendala, kami langsung koordinasi agar segera terselesaikan,” pungkas Eni. (Zul)
Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Jelang pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten (OSN-K), MAN 3 Jombang menggelar do’a bersama. Acara berlangsung dengan khidmat di Gedung Islamic Center pada Senin (23/5). Kegiatan do’a bersama ini bertujuan untuk menyempurnakan ikhtiar agar para delegasi MAN 3 Jombang mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam kompetisi bergengsi tersebut.
Tahun ini, MAN 3 Jombang mengirim 34 siswa sebagai delegasi OSN-K dalam tujuh mata pelajaran (mapel) yang dipertandingkan. Tujuh mapel itu adalah Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Geografi, Ekonomi, dan Informatika. Terdapat lima delegasi untuk setiap mapel, kecuali Geografi yang hanya diwakili empat siswa. OSN-K sendiri akan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut, dari Selasa (24/5) di MAN 1 Jombang.
Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno berpesan agar para delegasi tetap semangat dalam mempersiapkan kompetisi. Dengan gayanya yang khas, Sutrisno menyampaikan motivasi guna menumbuhkan rasa optimistis para wakil MAN 3 Jombang ini. “Semoga banyak yang lolos ke provinsi, bahkan nasional,” harap Sutrisno.
Koordinator Bimbingan Pemantapan Materi Olimpiade (BPMO), M. Bagus Amrullah mengatakan bahwa para wakil MAN 3 Jombang ini telah mendapat bimbingan intensif sejak Februari. “Mereka juga mengikuti karantina selama seminggu menjelang kompetisi,” ujar Bagus. Dia berharap prestasi MAN 3 Jombang mengalami peningkatan dalam ajang ini. “Tahun lalu, MAN 3 Jombang mendapat peringkat 4 di Kabupaten Jombang. Enam siswa lolos ke provinsi,” kata Bagus.
Salah satu delegasi MAN 3 Jombang, A’isy Salma Al Mahmudah mengaku siap mengikuti OSN-K. Alma akan menjadi peserta dalam mapel Kimia. Menurut siswi kelas XI MIPA 5 ini, dia dan teman-temannya telah melakukan berbagai macam persiapan. “Kami memperbanyak latihan soal, mempelajari kembali materi-materi , belajar bersama kakak-kakak alumni,dan tak lupa berdo’a,” ujar Alma. Dia berharap seluruh wakil MAN 3 Jombang dapat melakukan yang terbaik dan lolos ke tahap berikutnya. (Zul)
Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang)- Pendidik dan tenaga kependidikan MAN 3 Jombang mengikuti Sosialisasi KMA No. 347 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada Rabu (18/5). Pemateri dalam kegiatan ini adalah Subkoordinator Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Sugiyo. Acara yang berlokasi di aula lantai dua MAN 3 Jombang ini dihadiri pula oleh Ketua Komite, Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, dan Kepala Kemenag Jombang.
Sugiyo menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka bertujuan untuk memberikan kemandirian madrasah dalam mengelola pendidikan dan pembelajaran. Setiap madrasah diberi kebebasan untuk merumuskan sendiri capaian target yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing. “Yang terpenting adalah output harus jelas. Peserta didik diberi pemahaman tentang tujuan mempelajari suatu materi,” ujar Sugiyo. Dia mencontohkan pada mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia. Kebutuhan mapel tersebut adalah kemampuan peserta didik dalam menulis dan menyampaikan sesuatu. “Peserta didik seharusnya lebih sering diajak untuk membuat karya tulis, praktik berpidato, menyampaikan pendapat, dan lain-lain,” lanjut Sugiyo.
Pada dasarnya, Kurikulum Merdeka dirancang lebih sederhana dan fleksibel. Penerapan kurikulum ini akan lebih fokus pada materi esensial dan membuat siswa lebih aktif. Kurikulum merdeka juga memberi kebebasan bagi guru antar mapel untuk berkolaborasi. “Guru Biologi dapat berkolaborasi dengan Guru Bahasa Indonesia untuk membimbing peserta didik dalam menyusun laporan penelitian,” kata Sugiyo memberi contoh.
Sugiyo menambahkan bahwa Kurikulum Merdeka bersifat opsional atau pilihan. “Madrasah yang akan menerapkannya harus melakukan analisis kebutuhan lingkungan terlebih dahulu,” ujar Sugiyo.
Pendidik MAN 3 Jombang tampak antusias mengikuti kegiatan sosialisasi. Tak sedikit dari mereka aktif bertanya kepada pemateri. Utari Dwi Sutanti misalnya. Guru Ekonomi ini mengaku senang dengan kegiatan tersebut. “Sosialisasi tadi memberikan gambaran yang jelas tentang langkah yang harus dilakukan guru jika madrasah menerapkan Kurikulum Merdeka,” ujar Utari.
Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno berpesan agar para pendidik memahami dengan baik Implementasi Kurikulum Merdeka ini. Menurutnya, KMA No. 347 memberi warna pada pendidikan di madrasah. Selanjutnya Sutrisno menyampaikan motivasi kepada pendidik untuk terus meningkatkan kompetensinya. (Zul)
Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Rona bahagia terpancar dari raut muka Naufal Mahdy Nashrullah. Peserta didik XI MIPA 1 ini baru saja meraih prestasi pada Lomba Cipta Puisi Kreativitas Masa Kini. Penyelenggara lomba adalah STIKes Mitra Husada Karanganyar. Lomba bertaraf nasional ini terlaksana secara daring. Peserta wajib mengumpulkan puisi karya sendiri bertema Kartini. Tak hanya itu, peserta harus menampilkan puisi dengan desain grafis yang menarik. Dari ratusan karya, panitia hanya memilih Juara I, II, III, Harapan, dan Favorit.
Puisi karya Naufal berjudul Kartini. Dia membutuhkan waktu tiga hari dalam menyelesaikannya. Naufal mengaku bahwa dirinya cukup berhati-hati dalam pemilihan diksi. Terlebih dia harus memperhatikan rima pada setiap baris agar puisinya lebih menarik. “Selain itu, proses desain grafisnya cukup menyita waktu,” ujar Naufal saat ditemui pada Selasa (17/5). Naufal sempat alami kesulitan karena baru kali pertama membuat desain grafis. Berkali-kali dia harus memutar otak untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Usaha Naufal tidak sia-sia. Dia berhasil meraih Juara Harapan.
Prestasi itu membuat Naufal makin tertarik dengan puisi. Peserta didik asal Gresik ini memang hobi membaca dan menulis karya sastra itu. Naufal memiliki impian untuk menerbitkan buku berisi kumpulan puisinya. “InsyaAllah ada rencana kolaborasi dengan seorang kawan untuk menerbitkan buku pada Desember nanti,” pungkas Naufal. (Zul)
Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Kualitas dari sebuah sekolah dapat dilihat dari alumninya. MAN 3 Jombang yang dulunya bernama MAN Tambakberas telah mencetak banyak alumni sukses. Di antara mereka ada yang telah menjadi ulama, rektor, profesor, dokter, polisi, tentara, pejabat di berbagai kementerian, hingga pengusaha. Para alumni tersebut memiliki wadah tersendiri untuk menjaga silahturahmi. Wadah tersebut bernama Ikatan Keluarga Alumni MAN Tambakberas (IKAMANTAB).
Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno pada Minggu (15/5) melantik pengurus IKAMANTAB. Acara pelantikan dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Wisuda Purna Siswa yang berlokasi di MAN Induk. Prof. Dr. Nur Ali, M.Pd menjadi Ketua Umum IKAMANTAB untuk periode 2022-2027. Akademisi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini sebelumnya telah terpilih dalam acara Munas IKAMANTAB di Malang pada akhir Maret lalu.
Berikut adalah nama-nama pengurus harian IKAMANTAB Periode 2022-2027 :
Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – MAN 3 Jombang sukses menyelenggarakan Wisuda Purna Siswa atau Muwadda’ah pada Minggu (15/5). Muwadda’ah adalah salah satu agenda besar dari madrasah yang berada dalam naungan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum ini. Acara terlaksana di MAN Induk secara meriah. Total terdapat 875 siswa yang diwisuda pada hari itu. Mereka terdiri atas 93 siswa jurusan Bahasa, 138 siswa jurusan Agama, 314 siswa jurusan IPS, dan 330 siswa jurusan MIPA.
Suasana haru menyelimuti saat satu persatu wisudawan dipanggil dan maju ke atas panggung dalam prosesi penyematan tanda wisuda. Lagu kebangsaan seperti Hymne Guru dan Terima Kasihku dibawakan tim paduan suara MAN 3 Jombang dengan merdu untuk mengiringi prosesi itu.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada para wisudawan terbaik. Total terdapat 32 wisudawan yang mendapatkan penghargaan. Mereka adalah peraih prestasi di berbagai kompetisi, peraih nilai terbaik di masing-masing jurusan, dan wisudawan tahfidz Al-Qur’an.
Perwakilan wali siswa, Supriyanto Abdi lewat pidatonya menyampaikan terima kasih atas bimbingan kepala madrasah dan para guru MAN 3 Jombang. Wali dari Ayska Rahma Daffadilla (XII IPS 3) ini mengapresiasi komitmen MAN 3 Jombang dalam mendidik siswa sehingga mereka dapat berprestasi. “Mohon do’akan agar anak-anak kami dapat mengembangkan kapasitas mereka setelah lulus dari madrasah ini,” ujar Supriyanto Abdi.
Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh wali siswa. Sutrisno berpesan agar seluruh wisudawan tetap menjaga akidah dan terus melanjutkan pendidikan. “Saya harap anak-anak dapat menjaga nama baik MAN 3 Jombang dan Pondok Pesantren Bahrul Ulum,” ujar Sutrisno. Pada kesempatan itu pula, Sutrisno menyerahkan pengasuhan wisudawan dari madrasah kepada wali siswa. “Saya mewakili segenap dewan guru, memohon maaf apabila ada kesalahan dan kekhilafan dalam mendidik anak-anak,” pungkas Sutrisno.
Wisuda Purna Siswa ini dihadiri pula oleh Bupati Jombang, Nyai Hj. Mundjidah Wahab. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada MAN 3 Jombang atas kerja samanya dengan Pemkab Jombang terkait pembelajaran pada masa pandemi. Menurutnya, MAN 3 Jombang telah melaksanakan pembelajaran dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga turut membantu menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jombang. Tak lupa, Bupati memberikan motivasi kepada para wisudawan untuk terus mengembangkan potensi diri.
Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH. M. Wafiyul Ahdi turut memberikan motivasi kepada para wisudawan. Gus Wafi berharap agar mereka menjadi pribadi yang berkualitas. “Semoga seluruh wisudawan menjadi pribadi yang memberikan pengaruh positif terhadap lingkungan di sekitarnya,” harap Gus Wafi.
Wisuda Purna Siswa menjadi istimewa dengan kehadiran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Nizar Ali. Lewat orasi ilmiahnya, Nizar Ali menyampaikan materi terkait modernisasi pendidikan terutama di madrasah yang berada dalam lingkungan pondok pesantren. Menurutnya, modernisasi pendidikan sangat penting agar para santri dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Nizar juga mengapresiasi adanya Pusat Prestasi dan Inovasi (PPI) yang merupakan program unggulan MAN 3 Jombang. “PPI sangat penting sebagai wadah dalam menampung kebutuhan siswa untuk berprestasi, “ ujarnya. Selanjutnya Nizar memberikan semangat kepada para wisudawan agar tidak berhenti belajar. “Anak-anak harus memiliki semangat untuk terus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan bisa kuliah ke luar negeri,” kata Nizar.
Muwadda’ah ditutup dengan mauizatul hasanah yang disampaikan oleh KH. Su’udi Sulaiman. Alumni MAN Tambakberas ini berpesan agar para wisudawan tidak meninggalkan sholat berjamaah. “Jangan putus membacakan Al-Fatihah untuk guru-guru kalian. Dengan begitu Insya Allah ilmu yang kalian dapat, akan bermanfaat dan barokah dunia akhirat,” ujar KH. Su’udi Sulaiman lewat ceramahnya. (Zul)
Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Mengawali hari pertama masuk sekolah pasca libur Idulfitri 1443 H, keluarga besar MAN 3 Jombang menyelenggarakan halalbihalal (14/5). Kegiatan ini diikuti seluruh pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Acara yang terlaksana di lapangan MAN Induk ini dipandu oleh Ahmad Agung Bahroni sebagai pembawa acara.
Kegiatan diawali dengan penyampaian permohonan maaf oleh peserta didik putra, yang diwakili oleh Fayedh Hamas. Ketua OSIS Putra MAN 3 Jombang ini berharap agar bapak ibu pendidik memaafkan kesalahan mereka selama ini. “Semoga Bapak Ibu Guru memaafkan, agar kami tidak ada halangan dalam menggapai cita-cita,” ujar Hamas. Hal serupa disampaikan oleh peserta didik putri, yang diwakili Religina Jayanti. Selain mengucapkan Selamat Idulfitri, Ketua OSIS Putri ini menyampaikan permohonan maafnya.
Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno selanjutnya menerima permohonan maaf dari perwakilan peserta didik. “Mewakili bapak ibu guru, kami juga minta maaf apabila ada kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja,” ujar Sutrisno. Tak lupa, Sutrisno mengajak seluruh peserta didik untuk meningkatkan semangat berprestasi.
Halalbihalal makin khidmat dengan adanya mauizatul hasanah oleh KH. Muh. Syifa’ Malik. Ketua I Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum ini mengajak seluruh hadirin untuk saling memaafkan. Gus Syifa’ juga menyampaikan pentingnya silahturahmi. “Tidak akan masuk surga orang yang memutus silahturahmi,” ujar Gus Syifa’ dalam ceramahnya.
Kegiatan halalbihalal diakhiri dengan acara bersalam-salaman. Peserta didik berbaris rapi. Secara bergantian, mereka mencium tangan pendidik dan tenaga kependidikan sembari saling memaafkan. Lantunan sholawat yang mengiringi momen itu membuat suasana menjadi haru. (Zul)
Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) –Delapan peserta didik MAN 3 Jombang lolos ke babak final Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia (KoSSMI). Mereka adalah Dawud Putra Cahyono (XII MIPA 1) pada mapel Fisika, Ziyanatul Karimah (XII MIPA 8) dan Risda Zulfa (XI MIPA 8) pada mapel Biologi, Layla Mazidatus (XII MIPA 6) pada mapel Matematika, Shofiyah Nur Azizah (XII MIPA 6) dan Kholish Khafidhotul (XII IPS 3) pada mapel Ekonomi, serta Harlina Abelia Putri (XI MIPA 7) dan Najla Syarifa (X MIPA 4) pada mapel Geografi.
KoSSMI adalah kompetisi bertaraf nasional yang diselenggarakan ABACK Academy di bawah naungan pakar olimpiade Indonesia, Prof. Yohanes Surya. Kompetisi ini sudah melalui babak penyisihan dan semifinal. Pada final, terdapat 25 peserta terbaik nasional pada setiap mapel dan satu peserta perwakilan provinsi. Tujuh peserta didik MAN 3 Jombang masuk dalam peringkat terbaik nasional, hanya Layla yang menjadi perwakilan Provinsi Jawa Timur. MAN 3 Jombang menjadi madrasah dengan delegasi terbanyak kedua yang lolos ke babak final ajang bergengsi ini.
Peserta Didik MAN 3 Jombang ketika Mengikuti KoSSMI
Peserta Didik MAN 3 Jombang ketika Mengikuti KoSSMI
Bagus Amrullah selaku koordinator BPMO mengatakan bahwa kedelapan peserta didik itu akan berlaga pada final di Jakarta selama dua hari, mulai Sabtu (21/5). Sebagai persiapan, mereka akan mengikuti bimbingan secara intensif. “Karena madrasah masih dalam masa libur Idul Fitri, pelaksanaannya dilakukan secara daring dengan pantauan masing-masing guru pembimbing,” ujar Bagus. Pihaknya berharap, delapan peserta didik itu dapat meraih medali emas pada setiap mapel. Sekadar tahu, tahun lalu MAN 3 Jombang mendapat empat medali di KoSSMI. “Semoga tahun ini bisa lebih baik,” harap Bagus.
Salah satu finalis, Najla mengaku siap berlaga di babak final. Peserta didik X MIPA 4 ini mengatakan bahwa dia akan memanfaatkan masa liburan dengan giat belajar. “Saya banyak latihan soal biar makin siap,” ujar Najla saat dihubungi lewat Whatsapp. Dia berharap dapat menyumbang medali untuk MAN 3 Jombang. (Zul)
Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Dina Rahmatun Najma Jamil kembali harumkan nama MAN 3 Jombang. Peserta didik kelas XII Agama 3 ini meraih prestasi dalam Lomba Tartil Al-Qur’an Virtual Ramadan (23/4). Penyelenggara lomba adalah Jawa Pos Radar Jombang. Lomba bertaraf kabupaten ini diikuti peserta didik tingkat SMP dan SMA sederajat. Masing-masing tingkat terbagi menjadi kategori putra dan putri. Dina berhasil menjadi juara pertama putri tingkat SMA.
Tahap pertama lomba terlaksana secara virtual. Peserta diwajibkan mengirimkan rekaman membaca Al-Qur’an dalam format video. Peserta bebas membawakan ayat manapun dalam Juz 30. Dalam videonya, Dina membaca Surat At-Tin. Batas pengumpulan video adalah Jumat (15/4). Dari tahap ini diambil enam peserta terbaik dari masing-masing kategori yang melaju ke final, Dina salah satunya. Tahap final terlaksana secara luring di kantor Jawa Pos Radar Jombang (23/4). Pada tahap ini Dina membaca ayat 43 Surat At-Taubah. Penampilan Dina rupanya menarik perhatian juri. Dia menjadi juara pertama ajang ini.
Dina mengaku bersyukur dengan prestasinya itu. “Alhamdulillah, saya berhasil juara setelah berusaha keras pada setiap tahapan lomba,” ujar Dina saat dihubungi lewat Whatsapp. Sementara itu, Yantini selaku pembina mengatakan bahwa MAN 3 Jombang mengirim dua delegasi dalam lomba ini. Sayangnya hanya Dina yang berhasil masuk final. “Kami akan berupaya lebih optimal untuk melatih peserta didik agar mereka dapat mengikuti jejak prestasi Dina,” ujar Yantini. (Zul)