MAN 3 Jombang Gelar Layanan Informasi Perguruan Tinggi

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – MAN 3 Jombang gelar kegiatan Layanan Informasi/ Sosialisasi Perguruan Tinggi (9/1). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa terkait studi lanjut. Setiap kampus  menempati stand yang telah disediakan di bawah gedung Pusat Prestasi dan Inovasi (PPI). Selain itu, mereka diberikan kesempatan melakukan sosialisasi ke seluruh ruang kelas XII secara bergiliran. Semua kegiatan berlangsung dengan memperhatikan protokol kesehatan. Menurut  Sulaiman selaku guru BK, terdapat 12 perguruan tinggi negeri maupun swasta yang berpartisipasi. “Harapan kami, siswa dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk memilih kampus mana yang sesuai dengan bakat dan minat mereka,” ujar Sulaiman.

Kegiatan ini mengundang antusiasme siswa. Setiap stand penuh dengan siswa yang tertarik untuk menggali informasi. Siti Nurfarida misalnya. Siswi kelas XII MIPA 7 ini mengaku mengunjugi setiap stand. “Kegiatan ini membantu saya  untuk mengambil pilihan perguruan tinggi dan jurusan yang tepat untuk saya,” kata Siti. Hal serupa diungkapkan oleh Nasya Nabila. Meskipun masih kelas XI, Nasywa sangat bersemangat untuk bertanya pada setiap stand. “Kegiatan ini sangat memberi saya informasi tentang perguruan tinggi. Saya sedang mempersiapkannya agar kelas XII nanti tidak kebingungan,” ujar siswi kelas XI MIPA 5 ini. (Zul)

Classmeeting MAN 3 Jombang Berlangsung Meriah

Kabupaten Jombang (Man 3 Jombang) – Apel  Pembukaan Classmeeting MAN 3 Jombang berlangsung meriah (8/1). Bertempat di lapangan MAN Induk, semua siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Bertugas sebagai pembina apel adalah H. Moch. Syifa’ Malik selaku waka kesiswaan. Dalam pidatonya, H. Moch Syifa’ Malik mengungkapkan bahwa classmeeting ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit unggul dalam bidang olah raga dan seni. “Pemenang dari masing-masing lomba akan mewakili Man 3 Jombang dalam Osis Meeting,” ujar H.Moch Syifa’ Malik. Osis Meeting adalah kompetisi antar OSIS dari seluruh unit pendidikan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Classmeeting dibuka dengan pelepasan balon dan penyulutan obor. Kedua kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh H. Moch Syifa’ Malik diikuti segenap pimpinan MAN 3 Jombang. Riuh tepuk tangan seketika membahana usai balon mengudara dan obor menyala. “Obor sebagai simbol semangat siswa Man 3 Jombang dalam menyambut classmeeting ini,” ujar Fayedh Hamas selaku Ketua OSIS.

Terdapat  9 cabang lomba yang dipertandingkan, yakni lomba kaligrafi, desain grafis, MFQ, Volly, Tenis Meja, Lari 100 meter, Sepak Takraw, Cipta Baca Puisi, dan Senam UKS. Semua kegiatan dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan. (Zul)

MAN 3 Jombang Awali 2022 dengan Raih Tiga Kategori Anugerah Literasi

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – MAN 3 Jombang mengawali 2022 dengan prestasi membanggakan. Madrasah kaya juara ini meraih juara untuk tiga kategori Anugerah Literasi yang diadakan Kemenag Jombang (3/1). Tiga kategori itu adalah Madrasah Pelopor Literasi (Juara 1), Kepala Madrasah Pegiat Literasi (Juara 3), dan Penulis Esai yang diraih Rialita Fithra Asmara (Juara 3). Penyerahan piagam penghargaan dilaksanakan usai upacara bendera Hari Amal Bakti ke-76 Kementerian Agama RI di halaman kantor Kemenag Jombang. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh kepala Kemenag Jombang, Taufiqurrohman.

Anugerah Literasi digagas oleh Kelompok Kerja Pengawas Madrasah / PAI Kemenag Jombang. Kegiatan tersebut  dilaksanakan untuk menyemarakkan Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI di Kabupaten Jombang. Anugerah Literasi terdiri tiga tahap, yaitu pendaftaran peserta, seleksi tahap I, dan seleksi tahap II. Periode lomba dimulai dari Bulan November hingga Desember 2021. Ada sembilan kategori seleksi, yaitu penulis puisi, cerita anak, esai, publikasi ilmiah, penulis buku, GPAI pegiat literasi, Kepala madrasah pegiat literasi, madrasah pelopor literasi, dan Pengawas madrasah/PAI penggerak literasi. 

Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno mengaku bangga dengan penghargaan tersebut. “Prestasi ini semakin mengukuhkan MAN 3 Jombang sebagai madrasah literasi,” pungkas Sutrisno. (Zul)

Peringatan Hari Amal Bakti di Man 3 Jombang Berlangsung Khidmat

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Upacara Peringatan Hari Amal Bakti ke-76 di MAN 3 Jombang berlangsung khidmat (3/1).  Kegiatan itu diadakan di lapangan MAN induk. Peserta maupun petugas upacara adalah ASN MAN 3 Jombang. Upacara dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan. Waka Kesiswaan, H. Moch. Syifa’ Malik bertugas sebagai inspektur upacara menggantikan kepala madrasah yang saat itu menghadiri penyerahan penghargaan di Kantor Kemenag Jombang.

H. Moch. Syifa’ Malik saat membacakan sambutan Menteri Agama RI, mengungkapkan bahwa setiap Hari Amal Bakti merupakan Kick Off pelaksanaan program dan kegiatan setahun kedepan. Kementerian Agama menjadi payung teduh bagi semua unsur umat beragama, memberikan pelayanan prima bagi masyarakat yang membutuhkan layanannya. Hal itu sesuai dengan tagline Peringatan Hari Amal Bakti ke-76 Kementerian Agama yaitu Transformasi Layanan Umat.  Transformasi yang dimaksud meliputi perubahan sikap dan perilaku ASN yang lebih baik serta peningkatan infrastruktur yang mempercepat kinerja Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga Peringatan Hari Amal Bakti ini memotivasi pendidik dan tenaga kependidikan MAN 3 Jombang untuk berinovasi dan berprestasi,” harap H. Moch. Syifa’ Malik.  (Zul)

Siswi MAN 3 Jombang Juara 1 Olimpiade Bahasa Arab

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Ilvina Maulidiyah Mahmudah kembali mengukir prestasi. Siswi kelas XII MIPA 5 ini berhasil menjadi juara pertama Olimpiade Bahasa Arab (16/12). Penyelenggara lomba adalah UNUGIRI Bojonegoro.

Terdapat dua tahapan dalam lomba ini, yaitu penyisihan  dan final. Pada babak penyisihan (11/12), peserta harus mengerjakan 50 soal dalam waktu 60 menit. Ilvina berhasil merampungkan babak penyisihan di urutan 6 dengan raihan nilai 151. Sepuluh peserta dengan nilai tertinggi berhak melaju ke final. Ilvina mengaku bahwa final adalah tahapan paling menantang. Terdapat 52 soal yang tingkat kesulitannya sangat tinggi. “Persaingan cukup ketat karena hanya diambil tiga besar saja,” ujar siswi yang bercita-cita kuliah di Fakultas Bahasa Arab ini. Ilvina berhasil menyelesaikan kompetisi dengan nilai 153. Raihan nilai tersebut membuatnya menjadi juara pertama.

Iis Makhisoh selaku pembina mengatakan bahwa persiapan Ilvina dalam lomba ini sangat singkat. “Penyisihan dilaksanakan dua hari setelah PAS. Jadi dia hanya punya waktu dua hari saja untuk persiapan olimpiade ini,” ujar Iis.Pihaknya berharap, keberhasilan Ilvina dapat memotivsi siswa lain untuk berprestasi di bidang olimpiade Bahasa Arab. (Zul)

Demi Menjadi Juara Story Telling, Siswi MAN 3 Jombang Berlatih Memainkan Pedang

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Putri Wulan Septiani harumkan nama Man 3 Jombang dalam Story Teling Competition (17/12). Siswi kelas XII MIPA 7 ini berhasil menjadi juara 3 dalam ajang itu. Penyelenggara lomba berskala nasional ini adalah Faculty of Language and Arts UNESA.

Lomba  dilaksanakan secara virtual. Peserta diminta membuat video bercerita dalam Bahasa Inggris. Wulan membawakan cerita legendaris yang pernah dipopulerkan Walt Disney, yakni Hua Mulan. “Karena saya bercerita tentang seorang pendekar  yang hebat dalam memainkan pedang, maka mau tak mau saya juga harus berlatih bermain pedang. Hal itu menjadi tantangan saya dalam kompetisi ini,” ujar siswi yang bercita-cita menjadi dokter ini.

Wulan mengaku telah berlatih selama dua pekan untuk mempersiapkan penampilannya. Jerih payahnya membuahkan hasil, ia menjadi juara ketiga. “Semoga prestasi MAN 3 Jombang dalam story telling lebih meningkat lagi,” harap siswi kelahiran Jombang 18 tahun lalu ini. (Zul)

Peserta Didik MAN 3 Jombang Rebut Emas Olimpiade PAI

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang)- Muhammad Rafi` Al Kamal menang telak dalam Olimpiade Pendidikan Agama Islam (15/12). Peserta didik kelas XII MIPA 1 ini berhasil meraih medali emas dalam kompetisi itu. Penyelenggara lomba adalah Olimpiade Indonesa.

Lomba ini berlangsung dalam satu tahapan (30/11). Peserta dapat memilih sesi pengerjaan soal. Rafi memilih mengikuti kompetisi pada sesi sore hari. Ia harus menjawab 50 soal pilihan ganda dalam waktu satu jam. “Soalnya beragam. Dari tentang sejarah perkembangan Islam sampai huku ushul fiqih juga ada,” ujar siswa kelahiran Jayapura ini. Rafli berhasil menyelesaikan kompetisi dengan raihan nilai 491. Hal itu membuatnya mendapatkan predikat A dan medali emas.

Rafi mengaku tidak menyangka mendapatkan medali emas dalam kompetisi ini. Menurutnya ia tak memiliki persiapan apapun. Terlebih pelaksanaan lomba bersamaan dengan penilaian akhir semester. “Tak ada uzur dalam berjuang. Saya harus tetap semangat,” kata siswa yang pernah menjuarai lomba Cerdas Cermat Islam ini. (Zul)

Peserta Didik MAN 3 Jombang Juara Harapan 1 Esai.

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Peserta didik Man 3 Jombang  mengukir prestasi dalam Lomba Esai Piala Gubernur Jawa Timur (8/12). Ainun Al Fajriyah Nurul Imamah (XI MIPA 6) meraih Juara Harapan 1 dalam lomba tersebut. Penyelenggara lomba adalah Perpustakaan STKIP PGRI Jombang.

Alfa membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu untuk menyelesaikan esai. Ia mengangkat tema peran digitalisasi pembelajaran di masa pandemi. Dalam tulisannya, ia mengungkapkan alasan pendidikan di Indonesia harus menerapkan digitalisasi pembelajaran hingga platform-platform yang kerap digunakan dalam pembelajaran semasa pandemi. Tulisan tersebut mengantarkan Alfa melaju ke tahap berikutnya. Dari 20 siswa yang lolos, Alfa berada di urutan 7 dengan poin 94.

Pada tahapan  selanjutnya, Alfa harus mempresentasikan karyanya secara virtual. Setiap peserta  memiliki kesempatan 7-9 menit untuk memaparkan hasil karyanya. Alfa mengaku mendapatkan komentar positif dari juri terkait tulisannya itu. Juri mengapresiasi  orisinalitas karya Alfa. “Saya tidak menyangka terpilih menjadi Harapan 1. Sebelumnya saya tidak pernah mengikuti lomba menulis esai,” ujar siswi yang bercita-cita menjadi editor buku ini.

Agustin Indahwati selaku pembimbing mengaku bahwa  MAN 3 Jombang mengirimkan empat delegasi. Dua diantaranya masuk tahap presentasi. Dari dua siswa, hanya Alfa yang memperoleh juara. “Alfa adalah anak yang  rajin dan mau belajar. Prestasinya ini buah dari ketekunannya,” ujar Agustin. (Zul)

Siswi MAN 3 Jombang Juara 3 Lomba Khitobah Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Untuk kali kesekian Amelia Habibah harumkan nama MAN 3 Jombang. Siswi kelas XII MIPA 5 ini berjaya dalam Lomba Khitobah Tingkat Nasional. Lomba tersebut menjadi runtutan acara Pekan Arabi yang diselenggarakan Universitas Negeri Malang.

Lomba Khitobah ini terdiri atas dua tahapan, yaitu penyisihan dan final. Kedua tahapan tersebut dilaksanakan secara virtual. Pada babak penyisihan, peserta diwajibkan mengirimkan video penampilan mereka. Terdapat tiga tema yang dapat dipilih, yakni Pendidikan, Teknologi, dan Globalisasi. Amel berhasil masuk sepuluh besar menyisihkan 80 peserta lainnya dari seluruh Indonesia.

Pada babak final (7/10), peserta menyampaikan materi khitobah secara live lewat Zoom.   Amel membahas topik pendidikan Islam di era globalisasi. Retorika bahasa, isi pidato, artikulasi, dan penguasaan materi menjadi poin utama penilaian. Amel menjadi juara ketiga dengan raihan 92,5 poin.

Amel mengaku bangga dengan pencapainnya itu. “Saya tidak menyangka, awalnya peringkat delapan pada babak penyisihan menjadi peringkat tiga pada babak final,” tutur siswi yang ingin masuk Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga ini. (Zul)

Guru MAN 3 Jombang Ajak Siswa Gelar Pameran Lukisan

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – M. Akhiyak membuat gebrakan.  Guru Seni Budaya Man 3 Jombang ini mengajak siswa menggelar pameran lukisan (6/12). Lokasi pameran di lantai bawah Gedung Pusat Prestasi dan Inovasi. Terdapat 400 lukisan karya siswa kelas XII ditampilkan. Acara peresmian pameran tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan PP Bahrul Ulum, KH. Wafiul Ahdi, M.HI. Menurut Gus Wafi, pameran lukisan ini dapat menumbuhkan jiwa seni para siswa. Sementara Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno berharap kegiatan pameran lukisan ini dapat dilaksanakan secara rutin.

Akhiyak mengatakan bahwa pameran ini merupakan bagian dari pembelajaran seni budaya. “Pada semester ganjil, ada materi apresiasi karya seni rupa. Lewat pameran, siswa dapat melakukan pengamatan dan penilaian atas karya lukis mereka,” ujar Akhiyak. Para siswa membutuhkan waktu dua bulan untuk mempersiapkan karya lukisnya. Akhiyak memberikan kebebasan berekspresi kepada mereka dalam menentukan tema lukisan. Siswa pun bebas menggunakan teknik apapun dalam berkarya. “Ada yang melukis menggunakan cotton bud, ada pula yang memanfaatkan isolasi,” tutur Akhiyak.

Pameran lukisan ini berlangsung hingga Selasa (7/12). Setiap hari, lukisan yang dipamerkan selalu berganti sehingga pengunjung tidak akan bosan. Pengunjung dapat mengapresiasi lukisan para siswa dengan mengikuti lelang. (Zul)