Dawud Putra Cahyono Menang Telak dalam Olimpiade Fisika Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) –  Dawud Putra Cahyono (XII MIPA 1) selalu memasang target menjadi juara pertama dalam setiap kompetisi yang dia ikuti. “Selama ini saya belum pernah juara pertama di kompetisi mana pun. Kalau belum juara pertama, saya tidak akan berhenti,” kata Dawud beberapa waktu lalu. Impian Dawud kini menjadi nyata.  Dia berhasil menjadi pemenang dalam Olimpiade Fisika GEOSFAIR VI (19/3).  Penyelenggara lomba tingkat nasional ini adalah Universitas Negeri Medan.

Pelaksanaan lomba berlangsung secara daring dengan satu tahapan (17/3). Dawud mengerjakan 40 soal yang disediakan panitia. Terdapat  10 materi yang diujikan, yakni Pengukuran, Kinematika, Dinamika Linier, Dinamika Rotasi, Osilasi, Listrik Magnet, Gravitasi, Termofisika, Mekanika, dan Gelombang.  “Banyak soal yang menjebak, tetapi saya tertantang untuk menyelesaikannya,” ujar Dawud. 

Dari 40 soal, Dawud mengerjakan 30 soal secara benar. Setiap jawaban benar mendapat penambahan nilai 4, sedangkan bila jawaban salah diberikan pengurangan nilai 1.  Dawud memperoleh nilai akhir 110 dan menjadi yang terbaik dalam kompetisi ini. Selisih nilai Dawud  dengan pesaingnya amat jauh, yaitu 12 poin. Dawud menang telak dan menjadi juara pertama.

Kemenangan ini tentu membuat Dawud bangga. Upayanya selama ini membuahkan hasil.  Dawud berharap prestasi akademik MAN 3 Jombang terus meningkat, terutama pada mata pelajaran Fisika. “Kalau memang dibutuhkan, saya dengan sukarela siap berbagi ilmu kepada adik kelas  dalam menghadapi olimpiade Fisika,” tutur Dawud. (Zul)

MAN 3 Jombang Juara Tiga Roket Air dan Spaghetti Tower

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Delegasi MAN 3 Jombang meraih Juara Tiga dalam dua kompetisi yang dihelat MGMP Fisika MA Kabupaten Jombang. Kedua lomba itu adalah Kompetisi Roket Air dan Spaghetti Tower.  Pelaksanaan lomba secara tatap muka di MAN 6 Jombang (8/2).

Wakil MAN 3 Jombang dalam Kompetisi Roket Air adalah Muhammad Althof Taqiyuddin dan Faisal Hakim Amhar. Saat kompetisi, kedua peserta didik XI MIPA 1 ini diberi waktu dua jam untuk merakit roket.  Mereka menggunakan alat dan bahan seperti  botol bekas minuman ukuran 1,5 liter, plastisin, lakban, dan lain-lain. Selanjutnya, peserta meluncurkan roket air menuju zona sasaran yang sudah ditentukan. Roket milik Faisal dan Althof menduduki peringkat tiga terdekat dari sasaran, yakni dengan jarak 3,1 meter. Hal itu membuat Althof dan Faisal berhasil menjadi juara ketiga.

Adinda Salsabillah dan Silvi Fatimatuz Zahroil adalah delegasi Man 3 Jombang untuk Kompetisi Spaghetti Tower. Kedua peserta didik XI MIPA 6 ini diberi waktu dua jam untuk menyusun menara dari spaghetti. Ketinggian menara menjadi penilaiannya. Dinda dan Silvi berhasil menyusun menara dengan ketinggian 1,8 meter.  Menara mereka menjadi yang tertinggi ketiga dalam kompetisi. Hal itu membuat Adinda dan Silvi berhasil menjadi juara tiga.

Nur Asiyah selaku pembina mengaku bangga dengan pencapaian anak-anak didiknya itu. “Mereka sangat bersemangat ketika latihan. Alhamdulillah, usaha mereka membuahkan hasil,” ujar guru Fisika ini. (Zul)

Dawud Putra Cahyono Juara 3 Olimpiade Fisika Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Dawud Putra Cahyono kembali harumkan nama MAN 3 Jombang. Peserta didik XII MIPA 1 ini meraih Juara 3 dalam ajang PHYSCO II (Physics Competition National 2022). Penyelenggara olimpiade Fisika tingkat nasional ini adalah Universitas Nahdlatul Ulama Blitar. Lomba berlangsung secara daring pada Selasa (15/3).

Terdapat dua tahapan lomba, yakni penyisihan dan final. Kedua tahapan tersebut dilaksanakan pada hari yang sama. Pada tahap penyisihan, peserta mengerjakan 40 soal pilihan ganda dan lima soal isian singkat. Menurut Dawud, kualitas soal setara dengan UTBK.  Dawud mengakhiri tahap ini dengan nilai 230 dan menjadi peringkat pertama.  Pada tahap final, terdapat 10 peserta terbaik. Mereka mengerjakan lima soal isian yang kualitasnya setingkat KSN. “Banyak soal yang menjebak tetapi saya tertantang untuk menyelesaikannya,” ujar Dawud. Peserta didik kelahiran Mojokerto ini menyelesaikan kompetisi dengan nilai 44,3. Nilai tersebut membuatnya menjadi juara ketiga.

Dawud adalah pribadi yang tak lekas puas. Dalam waktu dekat, dia akan mengikuti kompetisi lainnya. Peraih medali perak kompetisi sains tingkat ASEAN ini selalu pasang target menjadi juara pertama. “Selama ini saya belum pernah juara pertama di kompetisi mana pun. Kalau belum juara pertama, saya tidak akan berhenti,” pungkasnya. Semangat Dawud dapat menjadi inspirasi dan motivasi  bagi peserta didik MAN 3 Jombang lainnya untuk terus berprestasi . (Zul)

MAN 3 Jombang Gelar Workshop Robotik

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Pusat Prestasi dan Inovasi (PPI) MAN 3 Jombang  lewat komunitas digitalnya adakan workshop robotik (15/3). Kegiatan tersebut berlangsung di lantai dua gedung PPI. Pemateri adalah Wahyu Eko Susanto dan Muhammad Ubaidillah Afandi. Keduanya dari  SMA Robotik Jawa Timur. Peserta workshop adalah anggota ekstrakurikuler robotik MAN 3 Jombang dan perwakilan masing-masing kelas.  

Terdapat empat materi yang disampaikan dalam workshop ini. Keempat materi itu adalah pengenalan solar sel, sistem analog, mikrocontroler, dan IOT. Peserta didik tampak antusias mengikuti kegiatan. Salah satunya adalah Cholil Azim. Peserta didik XI MIPA 1 ini mengaku memiliki ketertarikan dengan robotik. “Alhamdulillah, saya mendapatkan pengetahuan lebih mendalam mengenai robotik,” ujar Cholil.

Pembina robotik MAN 3 Jombang, M. Tholib mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk lebih mengenalkan peserta didik terhadap robotik. “Selain itu, workshop ini juga bertujuan untuk menggali talenta peserta didik dalam bidang digital, “ ujar Tholib. Guru matematika ini menuturkan bahwa nantinya akan diadakan kegiatan rutin untuk mengembangkan talenta-talenta itu. (Zul)

PWI Gelar Pelatihan Jurnalistik di MAN 3 Jombang

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang adakan Pelatihan Jurnalistik dan Belajar Berinternet Sehat di MAN 3 Jombang (15/3). Kegiatan pelatihan ini berlangsung dalam dua hari di Converence Room. Peserta kegiatan adalah anggota OSIS dan ekstrakurikuler jurnalistik MAN 3 Jombang.

Menurut Sutono selaku Ketua PWI Jombang, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dasar-dasar jurnalistik kepada peserta didik. Terdapat lima materi yang diberikan. Salah satunya tentang cara membedakan informasi media mainstream dan medsos. “Peserta didik harus bisa menyaring informasi agar tidak terpengaruh berita hoax,” ujar Sutono. Materi lain yang disampaikan adalah optimalisasi website, teknik menulis, fotografi, dan videografi.

Peserta didik diberikan pengetahuan tentang teknik wawancara hingga menulis berita. Tak hanya teori, peserta didik juga mempraktikannya. Dalam satu kesempatan, mereka mendapat tugas melakukan wawancara secara langsung kepada narasumber.

Peserta didik tampak senang mengikuti pelatihan ini. Salah satunya Lusiana Daffa dari X Bahasa 2. Lusi mengaku memiliki ketertarikan dengan dunia jurnalistik. “Lewat pelatihan ini, saya menjadi tahu teknik menulis dengan benar,” ujarnya. Demikian pula dengan Qurrota Ayun Ramadani dari XI IPS 6. Menurutnya, lewat pelatihan ini dia mendapat pengetahuan tentang cara memilah suatu informasi. “Agar tidak mudah termakan hoax,” kata Ayun.

Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno menyambut hangat kegiatan pelatihan ini. Sutrisno berharap peserta didiknya berkesempatan mengisi rubrik online dari berbagai media yang dinaungi PWI Jombang. “Semoga kegiatan ini menggairahkan semangat anak-anak untuk menulis,” harap Sutrisno. (Zul)

Peserta Didik MAN 3 Jombang Juara 3 Lomba Fotografi Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Berawal dari hobi menjadi prestasi. Kalimat itu cocok disematkan untuk Mohammad Adi Ifan  Cahya. Peserta didik kelas XII IPS 1 ini memiliki hobi dalam bidang fotografi. Ifan kerap mengabadikan setiap momen lewat kameranya. Dia memiliki akun media sosial khusus untuk mempublikasikan hasil jepretannya.

Tak ingin hanya sekadar hobi, Ifan mengikutsertakan salah satu karyanya dalam Lomba Fotografi. Penyelenggara lomba tingkat nasional ini adalah Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta.  Lomba berlangsung secara daring. Peserta mengunggah karya foto dengan tema yang telah ditetapkan panitia. Tema yang dimaksud adalah budaya dan ekologi.  Kesesuaian tema dan deskripsi foto menjadi kriteria penilaian lomba ini. “Foto yang saya unggah tentang pertunjukan musik tradisional. Dalam foto itu ada alat musik seperti gamelan, gong, dan suling,” ujar Ifan. Upaya Ifan membuahkan hasil, dia dinobatkan sebagai Juara 3 dalam ajang ini.

Karya Ifan yang mengantarkannya menjadi Juara 3

Ifan mengaku bangga dengan prestasinya itu. Menurutnya, ini adalah kali pertama dia mengikuti lomba dan langsung mendapat juara tiga. Tak ingin cepat puas, Ifan membulatkan tekad untuk lebih mendalami  dunia fotografi. “Saya ingin menjadi fotografer professional,” kata Ifan. Untuk mencapai cita-citanya tersebut, Ifan berencana melanjutkan pendidikan ke Prodi Desain Komunikasi Visual di Universitas Negeri Malang. (Zul)

Ketua OSIS Putri MAN 3 Jombang Runner Up 1 Speech Contest Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) –  Religina Jayanti tuai prestasi. Ketua OSIS Putri MAN 3 Jombang ini menjadi First Runner Up Hection Speech Competition (13/3). Penyelenggara lomba bertaraf nasional ini adalah Politeknik Negeri Semarang. Lomba terlaksana secara teleconverence melalui aplikasi Zoom.

Terdapat dua tahapan dalam lomba ini. Pada tahap pertama, peserta menyampaikan opini dengan tema How to Make Good Impact for Your Environment.  Peserta didik yang kerap dipanggil Rere ini, dengan lancar menceritakan tentang perjuangan seorang tokoh bernama Faye Simanjuntak yang mendirikan organisasi non profit untuk melindungi anak dari eksplotasi. Rere menyampaikan prinsip yang  dia temukan dalam perjuangan tokoh tersebut. Prinsip itu diantaranya memulai dengan langkah kecil, dan konsistensi. Penampilan Rere rupanya menarik perhatian juri. Peserta didik XI Bahasa 2 ini berhasil masuk tahap Impromptu.

Rere saat kompetisi berlangsung

Tahap Impromptu dilaksanakan pada hari yang sama.  Terdapat enam peserta yang masuk babak ini. Peserta mendapatkan tema secara acak melalui undian. Mereka diberi waktu 10 menit untuk mempersiapkan penampilan. Rere mendapatkan tema Building a Good State of Mind for Indonesia Future. Dalam penampilannya, Rere mengajak generasi muda untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan kebaikan.

Rere tidak menyangka dirinya menjadi First Runner Up dalam ajang ini. Dia mengaku sedikit alami kesulitan pada tahap impromptu. “Ini adalah kali pertama saya mengikuti impromptu. Keterbatasan waktu membuat saya harus berpikir cepat mengenai tema yang saya dapatkan,” tutur Rere.

Mohammad Syamsul Rizal Firdaus selaku pembina mengaku bangga dengan ketercapaian Rere. Guru yang kerap disapa Mr. Sam ini berharap prestasi MAN 3 Jombang dalam bidang speech makin meningkat. “Kami akan memaksimalkan  potensi anak-anak lewat English Family,” ujar Mr. Sam. Sekadar tahu, English Family adalah esktrakurikuler Bahasa Inggris di MAN 3 Jombang. Ekstrakurikuler ini telah banyak menyumbang prestasi untuk madrasah kaya juara ini. (Zul)

Kelas Akhir MAN 3 Jombang Lakukan Sowan kepada Pengasuh Bahrul Ulum

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Menjelang pelaksanaan ujian madrasah, peserta didik kelas XII MAN 3 Jombang melaksanakan sowan-sowan kepada pengasuh PP Bahrul Ulum. Kegiatan ini merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap tahun bagi kelas akhir. Selain mengunjungi pengasuh, peserta didik juga melakukan ziarah ke makam para muassis Bahrul Ulum. Menurut H. M. Ma’shum  selaku waka humas MAN 3 Jombang, peserta didik dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk  meminta doa kepada pengasuh untuk keberkahan dan kemanfaatan ilmu yang telah mereka dapatkan. “Wejangan dari para Kyai dan Ibu Nyai Bahrul Ulum tentu menjadi motivasi tersendiri bagi peserta didik,” ujar Gus Ma’shum.

Peserta didik putra melaksanakan sowan pada Sabtu (12/3), sedangkan peserta didik putri melaksanakannya pada keesokan harinya (13/3). Masing-masing kelas mengunjungi pengasuh yang berbeda. Ada kelas yang sowan di kediaman KH. Abd. Nashir Fattah, ada pula yang bersilahturahmi di kediaman KH. M. Fadlulloh Malik, KH. Abd. Rozaq Sholeh, KH. Abd. Wahab Yahya, KH. M. Abd Jabbar Hubi, KH. Moh. Syifa’ Malik, KH. Sholahul’am Notobuwono, Ny. Hj. Munjidah Wahab, Ny. Hj. Aminatus Surur dan lain sebagainya.

Peserta didik tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka menyimak dengan takzim wejangan dari para pengasuh. KH. Abd. Nashir Fattah berpesan kepada peserta didik untuk terus menjalin silahturahmi dengan Bahrul Ulum meskipun mereka akan segera lulus. KH. Abd. Rozaq Sholeh memberikan motivasi agar peserta didik  dapat melakukan hal yang bermanfaat untuk orang lain. Sementara itu KH. M. Fadlulloh Malik berpesan agar peserta didik tetap mempertahankan kebiasaan positif di pondok . “Kebiasaan seperti salat tahajud, puasa sunah, dan lain-lain jangan sampai ditinggalkan,” begitu pesan Gus Fad.

Kegiatan sowan diakhiri dengan doa yang dipimpin pengasuh. Para kyai dan Ibu nyai mendoakan agar peserta didik diberikan kelancaran dalam meraih kesuksesan.

Usai sowan, peserta didik melakukan ziarah ke makam KH. Abd, Wahab Hasbulloh, KH. Usman, KH. Abd. Fattah Hasyim, dan KH. Abd. Hamid Hasbulloh. Di dalam area makam, peserta didik membaca tahlil dan doa secara khusuk kepada para masyayikh Bahrul Ulum. Tujuan mereka tak lain untuk ngalap barokah. (Zul)

Peringati HUT Ke-53 dan Isra Mikraj, MAN 3 Jombang Adakan Istighosah

Kabupaten Jombang  (MAN 3 Jombang) – Dalam rangka memperingati HUT ke-53 sekaligus Isra Mikraj 1443 H, MAN 3 Jombang adakan istighosah di Gedung Islamic Center (10/3). Acara tersebut  turut mengundang Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Ketua Komite, dan Kapolres Jombang.  Acara dibuka dengan penampilan Tim Banjari MAN 3 Jombang dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Aminuddin. Selanjutnya, KH. Imron Rosyadi memimpin jalannya istighosah.

Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas pencapaian MAN 3 Jombang.  Sutrisno memaparkan prestasi  madrasah yang dipimpinnya dari kancah nasional hingga internasional. “MAN 3 Jombang telah mendapat predikat madrasah sehat, madrasah literasi, madrasah berkarakter, hingga madrasah adiwiyata,” ujar Sutrisno bangga. Tak lupa Sutrisno berpesan kepada peserta didik untuk meningkatkan semangat belajarnya.

Kapolres Jombang, AKBP Moh Nurhidayat diberikan kesempatan untuk memberikan motivasi kepada peserta didik MAN 3 Jombang. Nurhidayat bercerita tentang pengalaman hidupnya dari awal mendaftar polisi hingga menjadi kapolres seperti sekarang. Para peserta didik tampak antusias mendengarkan pemaparan Kapolres Jombang. Nurhidayat berpesan kepada peserta didik yang ingin mendaftar polisi untuk menguatkan tekad dan terus berlatih.  

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH. Wafiul Ahdi dalam sambutannya menceritakan sejarah MAN 3 Jombang. “Madrasah ini lahir dari ide KH. Abdul Wahab Hasbullah agar Bahrul Ulum dapat mencetak santri-santri  yang intelektual,” terangnya. Gus Wafi berharap prestasi MAN 3 Jombang terus berkembang.

Usai sambutan-sambutan, agenda dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah oleh KH. M. Fadlullah Malik. Dengan gaya ceramahnya yang khas, Gus Fad menyampaikan makna Isra Mikraj. Gus Fad mengajak seluruh hadirin untuk terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Peringatan HUT ke-53 MAN 3 Jombang dan Isra Mikraj  berlangsung selama tiga jam. Kegiatan yang dipandu Agung Bahroni ini terlaksana secara sederhana namun khidmat.  (Zul)