Jebolan PPI Got Talent Juara 3 Lomba Menyanyi Bahasa Arab Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Masih ingat dengan PPI Got Talent?  Kegiatan yang diprakarsai oleh Pusat Prestasi dan Inovasi  ini telah menjaring bakat-bakat baru peserta didik MAN 3 Jombang. Erva Uyun Nurrochmah salah satunya. Uyun adalah pemenang PPI Got Talent bidang menyanyi berbahasa Arab. Peserta didik XI IPS 3 ini baru saja dinobatkan sebagai juara 3 Lomba Menyanyi Arabic Language Festival (8/3). Penyelenggara lomba adalah Prodi Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang.  Lomba bertaraf nasional ini dilaksanakan secara daring.

Lomba ini terdiri atas dua babak. Pada babak penyisihan (3/3), peserta mengirimkan rekaman video menyanyikan lagu berbahasa Arab. Panitia menyediakan beberapa pilihan lagu.  Uyun memilih lagu berjudul Balaghal Ula.  Pada babak final (7/3), peserta diwajibkan menyanyi lagu berjudul Ya Raab secara teleconverence melalui aplikasi Zoom. “Saya alami kesulitan pada pelafalan lirik lagu ini. Alhamdulillah, saya dapat tampil maksimal setelah seminggu latihan,” ujar Uyun. Dengan raihan nilai 180, Uyun berhasil keluar sebagai juara ketiga.

Yantini selaku pembina mengaku bangga dengan pencapaian Uyun. “Dia juara PPI Got Talent. Alhamdulillah, Uyun baru kali pertama kami ajak lomba dan langsung mendapat juara tiga,” tutur Yantini. Sekadar tahu, Man 3 Jombang kirim tiga delegasi dalam lomba ini. Dua diantaranya masuk tiga besar. Mereka adalah Ardaniyatus Azzahrah (XII IPS 5) sebagai juara pertama dan Uyun sebagai juara ketiga. (Zul)

Adinda Octavia Setiowati Juara 1 Lomba Membaca Puisi Bahasa Arab

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Jargon “Madrasah Kaya Juara” memang pantas disematkan untuk Man 3 Jombang. Peserta didiknya memiliki ragam prestasi membanggakan. Salah satunya Adinda Octavia Setiowati. Peserta didik XI MIPA 5 ini telah berkali-kali mendapatkan juara lomba kaligrafi tingkat nasional. Kali ini Adinda kembali dengan prestasi terbarunya. Bukan kaligrafi, melainkan prestasi pada bidang lain. Adinda baru saja menjadi pemenang Lomba Membaca Puisi Arabic Language Festival (8/3). Penyelenggara lomba adalah Prodi Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang.

Lomba berlangsung secara daring dalam dua tahapan. Pada tahap penyisihan (3/3), peserta diminta mengirimkan video membaca puisi berbahasa Arab. Panitia menyediakan pilihan tiga judul puisi. Video harus berdurasi paling lama tujuh menit. Dari babak penyisihan diambil tujuh besar  yang berhak melaju ke final. Adinda salah satunya. Babak final dilaksanakan secara teleconverence melalui aplikasi Zoom (7/3).  Adinda tampil meyakinkan meski sempat terganggu dengan masuknya suara peserta lain. “Alhamdulillah saya bisa berkonsentrasi dalam membaca puisi,” ujar siswi yang ingin menjadi guru seni rupa ini. Adinda berhasil mendapat nilai tertinggi, yakni 170. Raihan nilai itu membuatnya menjadi juara pertama.

Yantini selaku pembina mengaku bangga dengan pencapaian anak didiknya itu. Menurutnya, Adinda adalah anak yang memiliki kemauan keras dalam belajar. “Sebelumnya, dia sempat ikut lomba serupa tapi kalah. Alhamdulillah kali ini langsung juara pertama,” tutur Yantini. (Zul)

Ardaniyatus Azzahra Juara 1 Lomba Menyanyi Lagu Berbahasa Arab

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Ardaniyatus Azzahra (XII IPS 5) harumkan  nama MAN 3 Jombang. Siswi yang kerap dipanggil Arni ini menjadi pemenang Lomba Menyanyi  Arabic Language Festival (8/3). Penyelenggara lomba adalah Prodi Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang.  Lomba bertaraf nasional ini dilaksanakan secara daring.

Pada babak penyisihan (3/3), peserta diminta mengirimkan rekaman video menyanyikan lagu berbahasa Arab. Panitia menyediakan beberapa pilihan lagu.  Arni memilih menyanyikan lagu berjudul Qalbi Sajad. Dari babak penyisihan diambil 7 besar yang berhak melaju ke final. Arni salah satunya.  

Babak  final  berlangsung secara teleconverence melalui aplikasi Zoom (7/3). Peserta wajib menyanyikan lagu berjudul Ya Raab. Arni mengaku bahwa lagu tersebut cukup sulit dinyanyikan. “Kesulitannya pada bagian reff. Nada lagu mulai naik dan pelafalan teksnya susah,” tuturnya.  Menurut Arni, babak final adalah tahapan tersulit kompetisi ini. Menyanyi lewat Zoom cukup membuatnya canggung. “Saya takut saat menyanyi terjadi kendala teknis seperti gangguan sinyal internet,” ujar siswi yang ingin menjadi guru ini. Beruntung ketakutannya tak terjadi.  Suara emasnya berhasil menarik perhatian juri. Dengan raihan nilai 184, Arni berhasil menjadi juara pertama.

Yantini selaku pembina mengatakan bahwa Man 3 Jombang mengirimkan tiga delegasi  untuk mengikuti lomba ini. Selain Arni, terdapat nama Mochammad Alfin Syawaludin (XI MIPA 2) dan Erva Uyun Nurochmah (XI IPS 3). Ketiganya berhasil masuk final. Arni berhasil juara pertama sedangkan Erva menjadi juara ketiga. “Semoga prestasi MAN 3 Jombang dalam bidang menyanyi lagu berbahasa Arab makin meningkat,” harap Yantini. (Zul)

Mahasiswa Unwaha Akhiri Masa Praktik di MAN 3 Jombang

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang)–  Mahasiswa Universitas KH. Wahab Hasbullah (Unwaha) secara resmi mengakhiri kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di MAN 3 Jombang. Hal tersebut ditandai dengan kegiatan penutupan yang terlaksana pada Senin (7/3). Bertempat di aula lantai 2 MAN Induk, kegiatan itu berlangsung khidmat. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan salah satu mahasiswa.

Chusnul Chotimah selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Unwaha menyampaikan terima kasih kepada MAN 3 Jombang karena telah menerima mahasiswanya dengan baik. “Mahasiswa kami merasa nyaman praktik mengajar di sini. Guru pamong sangat telaten mengajari mahasiswa kami tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan mengajar,” ujarnya. Chusnul juga menyampaikan permohonan maaf jika mahasiswanya kurang maksimal dalam melaksanakan praktik mengajar.

Dalam sambutannya, Sutrisno selaku Kepala MAN 3 Jombang menyampaikan pesan dan kesan kepada seluruh mahasiswa PPL. Sutrisno berharap mahasiswa PPL dapat memetik pelajaran dari setiap pengalaman praktik di MAN 3 Jombang.

Acara penutupan PPL berlangsung selama satu jam. Kegiatan itu diakhiri dengan penyerahan cendera mata dari Unwaha kepada MAN 3 Jombang.

Sekadar tahu, terdapat 23 mahasiswa yang telah melaksanakan kegiatan praktik. Mereka dari Prodi Pendidikan Agama Islam, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, dan Biologi. Periode pelaksanaan PPL dari tanggal 7 Februari hingga 7 Maret 2022. (Zul)

MAN 3 Jombang Terima Kunjungan Forum MA Terakreditasi Kabupaten Tuban

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Tertarik dengan Man 3 Jombang, Forum Madrasah Aliah Terakreditasi Kabupaten Tuban lakukan studi banding (1/3). Total terdapat 32 orang hadir di aula lantai dua MAN 3 Jombang. Mereka terdiri atas kepala madrasah, waka kurikulum, operator, dan guru BK dari delapan madrasah swasta yang tergabung dalam forum tersebut. 

Moh. Arifudin selaku ketua Forum MA Terakreditasi Kabupaten Tuban  mengatakan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk silahturahmi dan belajar langsung dari MAN 3 Jombang. “Capaian prestasi dan bagusnya mutu lulusan MAN 3 Jombang membuat kami ingin belajar dan menerapkannya ke madrasah kami,” ujarnya. Menurut Arifudin, MAN 3 Jombang adalah contoh dari madrasah yang maju tanpa mengurangi kultur pesantren.

Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno dengan hangat berbagi tip tentang pengelolaan madrasah. Dia juga dengan sabar menjawab berbagai pertanyaan dari peserta. Ada yang bertanya tentang rahasia meningkatkan prestasi, kiat agar lulusan diterima di perguruan tinggi negeri, hingga cara mendapatkan banyak siswa.

Kegiatan studi banding ini diakhiri dengan pemberian cendera mata dari MAN 3 Jombang kepada Forum MA Terakreditasi Kabupaten Tuban, dan sebaliknya. Sutrisno berharap capaian Man 3 Jombang senantiasa dapat menginspirasi madrasah lainnya. (Zul)

Peserta Didik MAN 3 Jombang Juara 2 Lomba MC Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) –  Zahrotin Nur Firda berjaya dalam ajang MC Choice Award. Peserta didik dari kelas XI MIPA 6 ini meraih juara kedua dalam ajang tersebut (26/2). Penyelenggara lomba adalah UINSA Public Speaking. Lomba bertaraf nasional ini dilaksanakan secara daring. Pesertanya adalah masyarakat umum dari seluruh penjuru tanah air.

Lomba berlangsung dalam satu tahapan. Peserta diminta membuat rekaman video berdurasi enam menit. Dalam video tersebut, peserta memandu suatu acara dengan tema yang sudah ditetapkan panitia. Tema tersebut adalah Diesnatalis UINSA Public Speaking. Batas pengumpulan video adalah 22 Februari 2022.  Firda mengaku mengalami kesulitan saat rekam gambar. “Saya ambil gambar lebih dari 15 kali karena berbagai kendala. Alhamdulillah, berhasil mengumpulkannya tepat waktu,” ujar siswi yang bercita-cita mendirikan kafe literasi ini.

Video Penampilan Firda dalam MC Choice Award

Video penampilan Firda rupanya menarik perhatian juri. Ia mendapatkan nilai 275. Nilai tersebut membuatnya menjadi juara 2. Dari tiga besar pemenang, hanya Firda yang masih berstatus sebagai pelajar. Juara lainnya adalah mahasiswa yang usianya jauh di atas Firda. “Alhamdulillah, saya tidak menyangka mendapat juara 2. Ini jadi motivasi saya untuk lebih menekuni public speaking,” ujarnya bahagia. (Zul)

Pengumuman Pemenang MC Choice Award

Dua Peserta Didik MAN 3 Jombang Berjaya di Mathematics Olympiad of UNIPDU

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Layla Mazidatus Sa’adah kembali harumkan nama MAN 3 Jombang. Siswi XII MIPA 6 ini berhasil menjadi Juara 3 Mathematics Olympiad of UNIPDU (19/2). Selain Layla, ada juga nama Angelita Firdaus (XII MIPA 5) yang berhasil menjadi Harapan 1. Penyelenggara lomba tingkat provinsi ini adalah FKIP Universitas Pesantren Tinggi Dahrul ‘Ulum Jombang.

Lomba terdiri atas tiga babak. Pada babak penyisihan (12/2), peserta mengerjakan 15 soal pilihan ganda dan lima soal isian singkat. Pelaksanaan babak ini secara daring.  25 peserta terbaik di tahap ini lolos ke semi final. Pada babak semi final yang berlangsung daring (14/2), peserta mengerjakan total 15 soal. “Saya harus mengerjakan 10 soal isian singkat dan 5 soal yang jawabannya perlu penjabaran,” ujar Layla. Siswi kelahiran Jombang, 13 Mei 2004 ini termasuk dalam 8 besar yang berhak lolos ke babak selanjutnya.

Babak final dilaksanakan secara tatap muka di Unipdu (19/2). Ada tiga tahapan dalam babak ini. Tahap pertama, peserta memilih amplop soal dan menjawabnya. Tahap kedua, peserta harus adu cepat dalam menjawab soal. Dalam kedua tahap tersebut, peserta mendapatkan penambahan poin jika menjawab benar. Peserta juga mendapat pengurangan poin jika menjawab salah. Pada tahap ketiga, peserta harus mempertaruhkan nilai yang sudah mereka kumpulkan.  Jika menjawab benar, mereka akan mendapat penambahan sejumlah poin yang dipertaruhkan. Jika salah mereka harus kehilangan sejumlah poin itu.

Keberhasilan delegasi MAN 3 Jombang ini tak lepas dari bimbingan Didik Suliswanto dan Esa Trisnayanti  selaku pembina. “Strategi kami dalam setiap bimbingan adalah mengkolaborasikan siswa senior dengan junior agar mereka saling menjadi tutor belajar bersama,” ujar Didik. Pihaknya berharap tim olimpiade matematika MAN 3 Jombang dapat meraih prestasi yang lebih baik. “Kami membidik prestasi di KSN dan KSM 2022. Semoga bisa,” harap pria asal Lamongan itu. (Zul)

Peserta Didik MAN 3 Jombang Juara Tiga Kaligrafi Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Tak melulu bidang akademik, MAN 3 Jombang juga memiliki prestasi dalam bidang seni. Kaligrafi salah satunya. Adinda Octavia Setiowati (XI MIPA 5) harumkan nama madrasah dalam Lomba Kaligrafi Tingkat Nasional (11/2). Ia menjadi juara ketiga. Penyelenggara lomba adalah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Adinda mengikuti kategori kaligrafi kontemporer.

Lomba terlaksana secara daring. Dalam lomba ini, peserta diwajibkan melukis kaligrafi dari hadist yang disediakan panitia. Peserta menyelesaikan karya selama dua jam lebih 30 menit. Segala proses pengerjaan wajib terlihat di layar Zoom. “Saya harus pintar mengatur strategi, agar kaligrafi saya selesai tepat waktu,” ujar Adinda. Meski sempat terkendala sinyal, namun Adinda berhasil menyelesaikan karyanya dengan baik. Ia memperoleh nilai 198 dan menjadi juara ketiga.

Ahmad Zarqoni selaku pembina mengatakan bahwa prestasi siswa MAN 3 Jombang dalam bidang kaligrafi ini menumbuhkan optimisme untuk meraih juara dalam lomba-lomba selanjutnya. “Semoga prestasi bidang kaligrafi MAN 3 Jombang terus meningkat,” harap Zarkoni. (Zul)

Tim MAN 3 Jombang Juara Smart Competition Pertamina

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Trio Dawud, Ziyana, dan Fahma kembali meraih prestasi. Tergabung dalam Tim Mantrian, mereka berhasil menjadi juara pertama Smart Competition Pertamina SPACEUP 4.0. Kompetisi bertaraf nasional ini diselenggarakan oleh Universitas Pertamina Indonesia. Terdapat empat materi yang diujikan, yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Wawasan Kebangsaan. Dawud Putra Cahyono (XII MIPA 1) bertugas menyelesaikan soal Matematika dan Fisika. Fahma Sairil (XII MIPA 8) dan Ziyanatul Karimah (XII MIPA 8) bertanggungjawab atas soal Kimia, Biologi, dan Wawasan Kebangsaan. Kompetisi berlangsung secara daring. Terdapat dua tahapan, yatiu penyisihan dan final.

Pada tahap penyisihan (8/2), Dawud dkk mengerjakan soal-soal pilihan ganda. Pengerjaan soal lewat Google Docs. “Kami diberi waktu 90 menit untuk menyelesaikannya,” ujar Dawud. Ketiganya berhasil menduduki peringkat tiga dan melaju ke final.

Pada tahap final (15/2) terdapat tiga babak yang harus dilalui peserta. Babak pertama, peserta memilih paket soal yang disediakan panitia. Setiap paket terdiri atas 7 soal. Peserta diberi waktu 30 menit untuk menyelesaikannya. Tantangan selanjutnya adalah babak rebutan. Lewat Zoom, peserta berebut menjawab soal yang diberikan panitia. Terdapat 7 soal yang diujikan. “Apabila benar, kami mendapat tambahan nilai 10. Jika salah atau tidak menjawab, kami mendapat pengurangan 3 poin,” ujar Fahma. Babak akhir adalah rebutan dengan poin progresif. Terdapat 5 soal isian singkat yang harus diselesaikan peserta. Bobot nilai setiap soal selalu bertambah. Tim Mantrian berhasil mengakhiri kompetisi dengan raihan nilai 105. Nilai tersebut membuat mereka menjadi juara pertama.

Proses Bimbingan Olimpiade

Bagus Amrullah selaku koordinator BPMO mengaku bangga dengan pencapaian ketiga siswanya itu. “Dawud, Ziyana, dan Fahma sangat bertanggung jawab pada kompetisi yang mereka ikuti. Prinsip mereka adalah jadilah pemenang pada setiap tantangan. Alhamdulillah mereka menjadi juara,” tutur Bagus. (Zul)

Tim MAN 3 Jombang Juara 1 Olimpiade Kedokteran Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Trio jagoan olimpiade MAN 3 Jombang berkumpul dalam satu tim.  Mereka adalah Dawud Putra Cahyono (XII MIPA 1), Ziyanatul Karimah (XII MIPA 8), dan Fahma Sairil (XII MIPA 8). Kerjasama mereka berbuah kemenangan pada Olimpiade Kedokteran Cardion (13/2). Penyelenggara lomba yang berlangsung secara daring ini adalah UIN Malang. Pada lomba bertaraf nasional ini , terdapat empat materi yang diujikan,  yaitu Biologi, Fisika, Kimia, dan Kedokteran Dasar.

Lomba terdiri atas tiga babak. Pada babak penyisihan (30/1), peserta diminta mengerjakan 80 soal pilihan ganda. Tim MAN 3 Jombang berhasil masuk 40 besar dengan menduduki peringkat 33. Pada babak semifinal (13/2), Dawud cs mengerjakan soal yang ditampilkan lewat fitur Breakout Rooms pada aplikasi Zoom. Setiap tiga menit, mereka harus menyelesaikan satu soal. “Kami harus berkonsentrasi mengerjakan soal. Setiap detik harus dimanfaatkan dengan baik,” ujar Dawud. Kerja keras mereka di babak ini berbuah manis. Berada di peringkat dua membuat mereka melaju ke Final.

Pada babak final (15/2), terdapat lima tim yang bertanding. Final berlangsung sangat ketat. Ada dua tahapan yang harus dilalui Dawud dkk. Tahap pertama adalah presentasi. Mereka harus menjelaskan satu dari lima tema yang disediakan panitia. Tim MAN 3 Jombang memilih tema Gigantisme. “Setiap finalis diberi waktu 10 menit. Tujuh menit untuk presentasi, dan sisanya menjawab pertanyaan dari juri,” tutur Ziyana. Pada tahap kedua, setiap tim memiliki kesempatan menjawab satu soal. Apabila salah, tim lain dapat merebutnya. Total terdapat 20 soal yang disediakan panitia. Di tahap ini, mereka juga harus menaruhkan nilai yang telah dikumpulkan. “Kami harus pintar atur strategi dalam mempertaruhkan nilai. Alhamdulillah juara pertama dengan nilai akumulasi 3800,” ujar Fahma.

Bagus Amrullah selaku koordinator BPMO mengaku bangga dengan pencapaian ketiga siswanya itu. “Dawud, Ziyana, dan Fahma sangat dewasa dalam menyelesaikan setiap tahapan lomba. Kecepatan dan ketepatan mereka menjawab soal perlu diacungi jempol,” ujar Bagus. (Zul)