Siswi MAN 3 Jombang Juara Taqdimul Qishoh Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Jargon Madrasah Kaya Juara semakin melekat dengan MAN 3 Jombang. Tak hanya memiliki segudang prestasi akademik, madrasah di bawah naungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini juga memiliki prestasi non akademik yang berlimpah. Salah satunya dari cabang Taqdimul Qishoh. Baru-baru ini, salah satu peserta didik meraih juara tingkat nasional dalam cabang lomba tersebut. Dia adalah Nurul Badriyatul Ilba (X Bahasa 2). Nurul menjadi juara pertama dalam lomba Taqdimul Qishoh yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (11/2).

Terdapat dua tahapan dalam lomba ini. Pada babak penyisihan, peserta diminta membuat video cerita berbahasa Arab. Video berdurasi maksimal tujuh menit. Di tahap ini Nurul mengangkat cerita Timun Mas. Dari tahap penyisihan diambil 6 besar untuk melaju ke final. Pada tahap final, Nurul kembali membuat video dengan durasi tujuh menit. Ia menceritakan kisah Hindun binti Utbah dalam videonya. Penghayatan Nurul dalam bercerita rupanya menarik perhatian juri. Ia terpilih menjadi Juara Pertama.

Nurul tak menyangka menjadi peserta terbaik di lomba itu. Pasalnya, ini adalah kali pertama ia mengikuti lomba Taqdimul Qishoh. “Alhamdulillah bisa juara pertama. Saya tidak menyangka,” ujar siswi yang bercita-cita menjadi dosen sastra ini.

Yantini selaku pembina mengatakan bahwa terdapat dua siswi MAN 3 Jombang yang melaju ke final. Selain Nurul yang menjadi juara pertama, ada pula nama Kharisma Nawa Fitrotul Islamiyah (X IPS 7) yang menjadi juara harapan 2. (Zul)

Siswi MAN 3 Jombang Juara 3 Olimpiade PAI Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Rona bahagia terpancar dari wajah Neyla Marshadina Aufa. Siswi Kelas XI IPS 3 ini baru saja meraih prestasi membanggakan. Ia terpilih menjadi juara ketiga Olimpiade PAI (11/2). Lomba bertaraf nasional ini diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Terdapat dua tahapan dalam lomba yang dilaksanakan secara daring ini. Pada babak penyisihan (6/2), peserta diminta menjawab 50 soal pilihan ganda. Soal dibagikan secara langsung lewat aplikasi Zoom. Jawaban kemudian dikirim lewat link Google Forms yang telah disediakan. “Saya hanya punya waktu dua menit untuk menyelesaikan setiap soal dan mengirimkan jawabannya,” ujar Neyla. Siswi kelahiran 18 Juni 2005 ini berhasil mendapat raihan poin 60. Nilai tersebut membuatnya melaju ke babak final bersama lima peserta terbaik lainnya.

Pada babak final (11/2), Neyla mendapatkan satu pertanyaan yang disampaikan secara langsung oleh panitia lewat Video Call. Ia diminta mengemukakan pendapatnya tentang sejarah Piagam Madinah. “Bukan hanya menguraikan sejarah dan isi Piagam Madinah, saya juga harus mengaitkannya dengan kemajemukan Bangsa Indonesia,” tutur siswi yang bercita-cita menjadi menteri keuangan ini. Selian mendapatkan pertanyaan tersebut, Neyla diharuskan membaca beberapa ayat Alquran yang telah disiapkan oleh panitia. Neyla mendapatkan raihan poin 94. Nilai tersebut menjadikannya juara ketiga dalam lomba tersebut.

Neyla sangat bersyukur dengan pencapaiannya itu. Sejak Kelas X, ia berulang kali mengikuti lomba sejenis namun selalu berakhir kegagalan. “Alhamdulillah, kekalahan tersebut menjadi cambuk bagi saya untuk terus belajar. Alhamdulillah kali ini menang,” ujarnya bangga.

Sementara itu, Eryati Fikriyah selaku pembimbing mengatakan bahwa MAN 3 Jombang mengirimkan  enam delegasi dalam lomba ini. Tiga diantaranya masuk babak final. Selain Neyla yang menjadi juara ketiga, terdapat nama Septiana Mar’atus Sholikhah (XI MIPA 7) yang menjadi harapan 2 dan Mohammad Azhar Efendi (XII MIPA 1) yang meraih harapan 3. (Zul)