Tim MAN 3 Jombang Juara Smart Competition Pertamina

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Trio Dawud, Ziyana, dan Fahma kembali meraih prestasi. Tergabung dalam Tim Mantrian, mereka berhasil menjadi juara pertama Smart Competition Pertamina SPACEUP 4.0. Kompetisi bertaraf nasional ini diselenggarakan oleh Universitas Pertamina Indonesia. Terdapat empat materi yang diujikan, yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Wawasan Kebangsaan. Dawud Putra Cahyono (XII MIPA 1) bertugas menyelesaikan soal Matematika dan Fisika. Fahma Sairil (XII MIPA 8) dan Ziyanatul Karimah (XII MIPA 8) bertanggungjawab atas soal Kimia, Biologi, dan Wawasan Kebangsaan. Kompetisi berlangsung secara daring. Terdapat dua tahapan, yatiu penyisihan dan final.

Pada tahap penyisihan (8/2), Dawud dkk mengerjakan soal-soal pilihan ganda. Pengerjaan soal lewat Google Docs. “Kami diberi waktu 90 menit untuk menyelesaikannya,” ujar Dawud. Ketiganya berhasil menduduki peringkat tiga dan melaju ke final.

Pada tahap final (15/2) terdapat tiga babak yang harus dilalui peserta. Babak pertama, peserta memilih paket soal yang disediakan panitia. Setiap paket terdiri atas 7 soal. Peserta diberi waktu 30 menit untuk menyelesaikannya. Tantangan selanjutnya adalah babak rebutan. Lewat Zoom, peserta berebut menjawab soal yang diberikan panitia. Terdapat 7 soal yang diujikan. “Apabila benar, kami mendapat tambahan nilai 10. Jika salah atau tidak menjawab, kami mendapat pengurangan 3 poin,” ujar Fahma. Babak akhir adalah rebutan dengan poin progresif. Terdapat 5 soal isian singkat yang harus diselesaikan peserta. Bobot nilai setiap soal selalu bertambah. Tim Mantrian berhasil mengakhiri kompetisi dengan raihan nilai 105. Nilai tersebut membuat mereka menjadi juara pertama.

Proses Bimbingan Olimpiade

Bagus Amrullah selaku koordinator BPMO mengaku bangga dengan pencapaian ketiga siswanya itu. “Dawud, Ziyana, dan Fahma sangat bertanggung jawab pada kompetisi yang mereka ikuti. Prinsip mereka adalah jadilah pemenang pada setiap tantangan. Alhamdulillah mereka menjadi juara,” tutur Bagus. (Zul)

Tim MAN 3 Jombang Juara 1 Olimpiade Kedokteran Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Trio jagoan olimpiade MAN 3 Jombang berkumpul dalam satu tim.  Mereka adalah Dawud Putra Cahyono (XII MIPA 1), Ziyanatul Karimah (XII MIPA 8), dan Fahma Sairil (XII MIPA 8). Kerjasama mereka berbuah kemenangan pada Olimpiade Kedokteran Cardion (13/2). Penyelenggara lomba yang berlangsung secara daring ini adalah UIN Malang. Pada lomba bertaraf nasional ini , terdapat empat materi yang diujikan,  yaitu Biologi, Fisika, Kimia, dan Kedokteran Dasar.

Lomba terdiri atas tiga babak. Pada babak penyisihan (30/1), peserta diminta mengerjakan 80 soal pilihan ganda. Tim MAN 3 Jombang berhasil masuk 40 besar dengan menduduki peringkat 33. Pada babak semifinal (13/2), Dawud cs mengerjakan soal yang ditampilkan lewat fitur Breakout Rooms pada aplikasi Zoom. Setiap tiga menit, mereka harus menyelesaikan satu soal. “Kami harus berkonsentrasi mengerjakan soal. Setiap detik harus dimanfaatkan dengan baik,” ujar Dawud. Kerja keras mereka di babak ini berbuah manis. Berada di peringkat dua membuat mereka melaju ke Final.

Pada babak final (15/2), terdapat lima tim yang bertanding. Final berlangsung sangat ketat. Ada dua tahapan yang harus dilalui Dawud dkk. Tahap pertama adalah presentasi. Mereka harus menjelaskan satu dari lima tema yang disediakan panitia. Tim MAN 3 Jombang memilih tema Gigantisme. “Setiap finalis diberi waktu 10 menit. Tujuh menit untuk presentasi, dan sisanya menjawab pertanyaan dari juri,” tutur Ziyana. Pada tahap kedua, setiap tim memiliki kesempatan menjawab satu soal. Apabila salah, tim lain dapat merebutnya. Total terdapat 20 soal yang disediakan panitia. Di tahap ini, mereka juga harus menaruhkan nilai yang telah dikumpulkan. “Kami harus pintar atur strategi dalam mempertaruhkan nilai. Alhamdulillah juara pertama dengan nilai akumulasi 3800,” ujar Fahma.

Bagus Amrullah selaku koordinator BPMO mengaku bangga dengan pencapaian ketiga siswanya itu. “Dawud, Ziyana, dan Fahma sangat dewasa dalam menyelesaikan setiap tahapan lomba. Kecepatan dan ketepatan mereka menjawab soal perlu diacungi jempol,” ujar Bagus. (Zul)