Jaring Anggota Baru, BPMO MAN 3 Jombang Gelar Seleksi

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Bimbingan Pemantapan Materi Olimpiade (BPMO) MAN 3 Jombang mengadakan seleksi pada Kamis (10/8/2023). Kegiatan tersebut terpusat di Aula Lantai 2 dan 3. Terdapat sembilan mapel yang diujikan. Mapel-mapel tersebut adalah Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Geografi, Ekonomi, Pendidikan Agama Islam, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab.

Ketua Pusat Prestasi dan Inovasi (PPI), Rizki Yuniar Bariq mengatakan bahwa sasaran kegiatan ini adalah peserta didik kelas X. Menurut Bariq, seleksi ini diikuti oleh 501 peserta. “PAI menjadi mapel dengan peserta terbanyak,” ujar Bariq.

Guru Ekonomi ini menambahkan bahwa jumlah soal setiap mapel berbeda-beda. Demikian pula dengan formatnya. “Ada mapel yang menggunakan format pilihan ganda. Ada pula yang uraian,” imbuh Bariq. Menariknya, BPMO menggunakan soal – soal terintegrasi dalam menguji calon anggotanya. Hal itu bertujuan agar peserta didik terbiasa dengan soal-soal yang menjadi ciri khas Kompetisi Sains Madrasah (KSM) itu.

Setiap mapel akan diambil 10 peserta terbaik untuk mengikuti seleksi lanjutan. Salah satu bentuk seleksi lanjutan adalah wawancara. Pada tahap itu akan dipilih 5-6 siswa per mapel yang akan menjadi anggota BPMO.

Sekadar tahu, BPMO adalah wadah bagi peserta didik MAN 3 Jombang untuk berprestasi di bidang olimpiade. Setiap anggotanya akan mendapat bimbingan intensif agar bisa bersaing dalam berbagai kompetisi. Tidak terhitung banyaknya anggota BPMO yang telah berprestasi di kancah nasional maupun internasional.

“Untuk menjaga kualitas BPMO, kami mencari anggota baru yang memiliki kemampuan dasar mapel yang dipilih, kemauan, dan konsistensi dalam belajar,” pungkas Bariq. (Zul)

Selamat! Enam Peserta Didik MAN 3 Jombang Tahun Pelajaran 2022/2023 Diterima Perguruan Tinggi Jalur Program Beasiswa Santri Berprestasi

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Enam peserta didik MAN 3 Jombang Tahun Pelajaran 2022/2023, dinyatakan lolos seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Mereka adalah Naufal Mahdi Nashrullah (XII MIPA 1), Mahmud Faizul Falah (XII MIPA 1), Irsal Al Khusaini (XII MIP 3), Rif’atul Himmah (XII MIPA 6), Indhira Ayu Puspita (XII MIPA 7), dan Nurul Alleyda (XII MIPA 7). Naufal cs berhasil masuk perguruan tinggi yang diinginkan melalui jalur beasiswa dari Kementerian Agama dan LPDP ini.

PBSB dimulai awal Juli 2023. Terdapat 2782 pendaftar dengan kuota 1135 yang diterima. Mereka mengikuti beberapa rangkaian seleksi meliputi tes wawasan kebangsaan, bacakitab, hafalan Al Qur’an, dan tes wawasan akademik.

Naufal Mahdy merasa bersyukur dapat lolos beasiswa ini. Impiannya masuk prodi Statistik di ITS dapat terwujud. “Saya ingin meringankan beban orang tua dan membanggakan mereka,” kata Naufal saat dihubungi lewat Whatsapp.

Hal senada disampaikan oleh Mahmud Faizul Falah. Peraih nilai tertinggi jurusan MIPA Putra MAN 3 Jombang Tahun Pelajaran 2022/2023 ini mengaku telah membidik PBSB sejak lama. Menurutnya, santri-santri yang lolos program tersebut akan dipertemukan dalam Community of Santri Scholars of Ministry Religous Affairs (CSSMoRA). “Saya ingin bertemu dengan santri-santri hebat dari seluruh Indonesia dan belajar dari mereka,” ujar Falah.

Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno memberikan apresiasi kepada enam lulusan MAN 3 Jombang ini. Menurutnya, mereka telah menunjukkan kualitas santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum. “Siswa MAN 3 Jombang yang menjadi bagian dari PP. Bahrul Ulum Tambakberas mampu berkompetisi dengan santri lainnya dari seluruh Indonesia,”ujar Sutrisno bangga.

Selanjutnya, Sutrisno berharap keberhasilan anak-anak didiknya itu dapat menginspirasi adik-adik kelasnya untuk lebih tekun dan berprestasi di PP. Bahrul Ulum. “Semoga tahun depan, adik-adik kelas mereka dapat lolos PBSB,” harap Sutrisno. (Zul)

Pelepasan Peserta Didik MAN 3 Jombang untuk Pertukaran Pelajar ke Swiss Berlangsung Haru

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – MAN 3 Jombang menggelar kegiatan pelepasan untuk M. Yusuf Gabriel pada Selasa (8/8/2023) di Aula Lantai 2. Gabriel adalah peserta didik MAN 3 Jombang yang akan mengikuti kegiatan pertukaran pelajar ke Swiss. Gabriel telah diyatakan lolos seleksi AFS Intercultural Programs melalui Bina Antarbudaya Chapter Surabaya. Sekadar tahu, AFS Intercultural Programs merupakan organisasi pertukaran antar budaya terbesar di dunia, yang beroperasi di lebih dari 60 negara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Muhajir selaku Kepala Kantor Kemenag Jombang, KH. M. Wafiul Ahdi selaku Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, dan Nyai Hj. Maslachatul Ammah selaku Direktur Program Unggulan MAN 3 Jombang. Hadir pula wali murid dari Gabriel, Misbahul Ulum.

Kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno menyampaikan dalam sambutannya bahwa keberhasilan Gabriel adalah buah dari usaha kerasnya selama beberapa bulan terakhir. “Gabriel telah mengikuti serangkaian tes AFS ini dari tahun lalu, bahkan di sela-sela persiapan OSN Informatika yang dia ikuti,” ujar Sutrisno. Pria asal Kabuh ini berpesan agar Gabriel tetap menjaga ibadahnya di Swiss.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Kemenag Jombang, Muhajir. Menurutnya, Gabriel harus melakukan yang terbaik sebagai duta Indonesia. “Jaga sikap karena Gabriel bukan hanya membawa nama madrasah, tetapi juga Indonesia. Hormati adat dan budaya masyarakat di sana,” ujar Muhajir.

Misbahul Ulum sebagai wali murid dari Gabriel juga diberikan kesempatan memberikan sambutan. Sebagai orang tua, Misbahul Ulum mengaku bangga dengan keberhasilan putranya. “Semua ini tak lepas dari dukungan Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum dan guru-guru di MAN 3 Jombang,” ujar Misbahul Ulum.

Pelepasan Gabriel, dihadiri pula oleh rekan-rekan sekelasnya di XII MIPA 1. Suasana haru terasa saat Gabriel berpamitan kepada mereka. Sebagai kenang-kenangan, mereka memberikan kaos kelas yang telah mereka persiapkan. “Kami berharap Gabriel mengenakannya di Swiss,” ujar ketua kelas XII MIPA 1, Zaidan Attabrani.

Gabriel direncanakan berangkat ke Swiss pada 17 Agustus 2023. Di Swiss, Selama kurang lebih 10 bulan, Gabriel akan menjalani berbagai kegiatan AFS, salah satunya proyek sosial. “Saya ingin memperkenalkan budaya Indonesia,” kata Gabriel. (Zul)