Peserta Didik MAN 3 Jombang Juara 2 Lomba MC Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) –  Zahrotin Nur Firda berjaya dalam ajang MC Choice Award. Peserta didik dari kelas XI MIPA 6 ini meraih juara kedua dalam ajang tersebut (26/2). Penyelenggara lomba adalah UINSA Public Speaking. Lomba bertaraf nasional ini dilaksanakan secara daring. Pesertanya adalah masyarakat umum dari seluruh penjuru tanah air.

Lomba berlangsung dalam satu tahapan. Peserta diminta membuat rekaman video berdurasi enam menit. Dalam video tersebut, peserta memandu suatu acara dengan tema yang sudah ditetapkan panitia. Tema tersebut adalah Diesnatalis UINSA Public Speaking. Batas pengumpulan video adalah 22 Februari 2022.  Firda mengaku mengalami kesulitan saat rekam gambar. “Saya ambil gambar lebih dari 15 kali karena berbagai kendala. Alhamdulillah, berhasil mengumpulkannya tepat waktu,” ujar siswi yang bercita-cita mendirikan kafe literasi ini.

Video Penampilan Firda dalam MC Choice Award

Video penampilan Firda rupanya menarik perhatian juri. Ia mendapatkan nilai 275. Nilai tersebut membuatnya menjadi juara 2. Dari tiga besar pemenang, hanya Firda yang masih berstatus sebagai pelajar. Juara lainnya adalah mahasiswa yang usianya jauh di atas Firda. “Alhamdulillah, saya tidak menyangka mendapat juara 2. Ini jadi motivasi saya untuk lebih menekuni public speaking,” ujarnya bahagia. (Zul)

Pengumuman Pemenang MC Choice Award

Dua Peserta Didik MAN 3 Jombang Berjaya di Mathematics Olympiad of UNIPDU

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Layla Mazidatus Sa’adah kembali harumkan nama MAN 3 Jombang. Siswi XII MIPA 6 ini berhasil menjadi Juara 3 Mathematics Olympiad of UNIPDU (19/2). Selain Layla, ada juga nama Angelita Firdaus (XII MIPA 5) yang berhasil menjadi Harapan 1. Penyelenggara lomba tingkat provinsi ini adalah FKIP Universitas Pesantren Tinggi Dahrul ‘Ulum Jombang.

Lomba terdiri atas tiga babak. Pada babak penyisihan (12/2), peserta mengerjakan 15 soal pilihan ganda dan lima soal isian singkat. Pelaksanaan babak ini secara daring.  25 peserta terbaik di tahap ini lolos ke semi final. Pada babak semi final yang berlangsung daring (14/2), peserta mengerjakan total 15 soal. “Saya harus mengerjakan 10 soal isian singkat dan 5 soal yang jawabannya perlu penjabaran,” ujar Layla. Siswi kelahiran Jombang, 13 Mei 2004 ini termasuk dalam 8 besar yang berhak lolos ke babak selanjutnya.

Babak final dilaksanakan secara tatap muka di Unipdu (19/2). Ada tiga tahapan dalam babak ini. Tahap pertama, peserta memilih amplop soal dan menjawabnya. Tahap kedua, peserta harus adu cepat dalam menjawab soal. Dalam kedua tahap tersebut, peserta mendapatkan penambahan poin jika menjawab benar. Peserta juga mendapat pengurangan poin jika menjawab salah. Pada tahap ketiga, peserta harus mempertaruhkan nilai yang sudah mereka kumpulkan.  Jika menjawab benar, mereka akan mendapat penambahan sejumlah poin yang dipertaruhkan. Jika salah mereka harus kehilangan sejumlah poin itu.

Keberhasilan delegasi MAN 3 Jombang ini tak lepas dari bimbingan Didik Suliswanto dan Esa Trisnayanti  selaku pembina. “Strategi kami dalam setiap bimbingan adalah mengkolaborasikan siswa senior dengan junior agar mereka saling menjadi tutor belajar bersama,” ujar Didik. Pihaknya berharap tim olimpiade matematika MAN 3 Jombang dapat meraih prestasi yang lebih baik. “Kami membidik prestasi di KSN dan KSM 2022. Semoga bisa,” harap pria asal Lamongan itu. (Zul)

Peserta Didik MAN 3 Jombang Juara Tiga Kaligrafi Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Tak melulu bidang akademik, MAN 3 Jombang juga memiliki prestasi dalam bidang seni. Kaligrafi salah satunya. Adinda Octavia Setiowati (XI MIPA 5) harumkan nama madrasah dalam Lomba Kaligrafi Tingkat Nasional (11/2). Ia menjadi juara ketiga. Penyelenggara lomba adalah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Adinda mengikuti kategori kaligrafi kontemporer.

Lomba terlaksana secara daring. Dalam lomba ini, peserta diwajibkan melukis kaligrafi dari hadist yang disediakan panitia. Peserta menyelesaikan karya selama dua jam lebih 30 menit. Segala proses pengerjaan wajib terlihat di layar Zoom. “Saya harus pintar mengatur strategi, agar kaligrafi saya selesai tepat waktu,” ujar Adinda. Meski sempat terkendala sinyal, namun Adinda berhasil menyelesaikan karyanya dengan baik. Ia memperoleh nilai 198 dan menjadi juara ketiga.

Ahmad Zarqoni selaku pembina mengatakan bahwa prestasi siswa MAN 3 Jombang dalam bidang kaligrafi ini menumbuhkan optimisme untuk meraih juara dalam lomba-lomba selanjutnya. “Semoga prestasi bidang kaligrafi MAN 3 Jombang terus meningkat,” harap Zarkoni. (Zul)

Tim MAN 3 Jombang Juara Smart Competition Pertamina

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Trio Dawud, Ziyana, dan Fahma kembali meraih prestasi. Tergabung dalam Tim Mantrian, mereka berhasil menjadi juara pertama Smart Competition Pertamina SPACEUP 4.0. Kompetisi bertaraf nasional ini diselenggarakan oleh Universitas Pertamina Indonesia. Terdapat empat materi yang diujikan, yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan Wawasan Kebangsaan. Dawud Putra Cahyono (XII MIPA 1) bertugas menyelesaikan soal Matematika dan Fisika. Fahma Sairil (XII MIPA 8) dan Ziyanatul Karimah (XII MIPA 8) bertanggungjawab atas soal Kimia, Biologi, dan Wawasan Kebangsaan. Kompetisi berlangsung secara daring. Terdapat dua tahapan, yatiu penyisihan dan final.

Pada tahap penyisihan (8/2), Dawud dkk mengerjakan soal-soal pilihan ganda. Pengerjaan soal lewat Google Docs. “Kami diberi waktu 90 menit untuk menyelesaikannya,” ujar Dawud. Ketiganya berhasil menduduki peringkat tiga dan melaju ke final.

Pada tahap final (15/2) terdapat tiga babak yang harus dilalui peserta. Babak pertama, peserta memilih paket soal yang disediakan panitia. Setiap paket terdiri atas 7 soal. Peserta diberi waktu 30 menit untuk menyelesaikannya. Tantangan selanjutnya adalah babak rebutan. Lewat Zoom, peserta berebut menjawab soal yang diberikan panitia. Terdapat 7 soal yang diujikan. “Apabila benar, kami mendapat tambahan nilai 10. Jika salah atau tidak menjawab, kami mendapat pengurangan 3 poin,” ujar Fahma. Babak akhir adalah rebutan dengan poin progresif. Terdapat 5 soal isian singkat yang harus diselesaikan peserta. Bobot nilai setiap soal selalu bertambah. Tim Mantrian berhasil mengakhiri kompetisi dengan raihan nilai 105. Nilai tersebut membuat mereka menjadi juara pertama.

Proses Bimbingan Olimpiade

Bagus Amrullah selaku koordinator BPMO mengaku bangga dengan pencapaian ketiga siswanya itu. “Dawud, Ziyana, dan Fahma sangat bertanggung jawab pada kompetisi yang mereka ikuti. Prinsip mereka adalah jadilah pemenang pada setiap tantangan. Alhamdulillah mereka menjadi juara,” tutur Bagus. (Zul)

Tim MAN 3 Jombang Juara 1 Olimpiade Kedokteran Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Trio jagoan olimpiade MAN 3 Jombang berkumpul dalam satu tim.  Mereka adalah Dawud Putra Cahyono (XII MIPA 1), Ziyanatul Karimah (XII MIPA 8), dan Fahma Sairil (XII MIPA 8). Kerjasama mereka berbuah kemenangan pada Olimpiade Kedokteran Cardion (13/2). Penyelenggara lomba yang berlangsung secara daring ini adalah UIN Malang. Pada lomba bertaraf nasional ini , terdapat empat materi yang diujikan,  yaitu Biologi, Fisika, Kimia, dan Kedokteran Dasar.

Lomba terdiri atas tiga babak. Pada babak penyisihan (30/1), peserta diminta mengerjakan 80 soal pilihan ganda. Tim MAN 3 Jombang berhasil masuk 40 besar dengan menduduki peringkat 33. Pada babak semifinal (13/2), Dawud cs mengerjakan soal yang ditampilkan lewat fitur Breakout Rooms pada aplikasi Zoom. Setiap tiga menit, mereka harus menyelesaikan satu soal. “Kami harus berkonsentrasi mengerjakan soal. Setiap detik harus dimanfaatkan dengan baik,” ujar Dawud. Kerja keras mereka di babak ini berbuah manis. Berada di peringkat dua membuat mereka melaju ke Final.

Pada babak final (15/2), terdapat lima tim yang bertanding. Final berlangsung sangat ketat. Ada dua tahapan yang harus dilalui Dawud dkk. Tahap pertama adalah presentasi. Mereka harus menjelaskan satu dari lima tema yang disediakan panitia. Tim MAN 3 Jombang memilih tema Gigantisme. “Setiap finalis diberi waktu 10 menit. Tujuh menit untuk presentasi, dan sisanya menjawab pertanyaan dari juri,” tutur Ziyana. Pada tahap kedua, setiap tim memiliki kesempatan menjawab satu soal. Apabila salah, tim lain dapat merebutnya. Total terdapat 20 soal yang disediakan panitia. Di tahap ini, mereka juga harus menaruhkan nilai yang telah dikumpulkan. “Kami harus pintar atur strategi dalam mempertaruhkan nilai. Alhamdulillah juara pertama dengan nilai akumulasi 3800,” ujar Fahma.

Bagus Amrullah selaku koordinator BPMO mengaku bangga dengan pencapaian ketiga siswanya itu. “Dawud, Ziyana, dan Fahma sangat dewasa dalam menyelesaikan setiap tahapan lomba. Kecepatan dan ketepatan mereka menjawab soal perlu diacungi jempol,” ujar Bagus. (Zul)

Siswi MAN 3 Jombang Juara Taqdimul Qishoh Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Jargon Madrasah Kaya Juara semakin melekat dengan MAN 3 Jombang. Tak hanya memiliki segudang prestasi akademik, madrasah di bawah naungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini juga memiliki prestasi non akademik yang berlimpah. Salah satunya dari cabang Taqdimul Qishoh. Baru-baru ini, salah satu peserta didik meraih juara tingkat nasional dalam cabang lomba tersebut. Dia adalah Nurul Badriyatul Ilba (X Bahasa 2). Nurul menjadi juara pertama dalam lomba Taqdimul Qishoh yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (11/2).

Terdapat dua tahapan dalam lomba ini. Pada babak penyisihan, peserta diminta membuat video cerita berbahasa Arab. Video berdurasi maksimal tujuh menit. Di tahap ini Nurul mengangkat cerita Timun Mas. Dari tahap penyisihan diambil 6 besar untuk melaju ke final. Pada tahap final, Nurul kembali membuat video dengan durasi tujuh menit. Ia menceritakan kisah Hindun binti Utbah dalam videonya. Penghayatan Nurul dalam bercerita rupanya menarik perhatian juri. Ia terpilih menjadi Juara Pertama.

Nurul tak menyangka menjadi peserta terbaik di lomba itu. Pasalnya, ini adalah kali pertama ia mengikuti lomba Taqdimul Qishoh. “Alhamdulillah bisa juara pertama. Saya tidak menyangka,” ujar siswi yang bercita-cita menjadi dosen sastra ini.

Yantini selaku pembina mengatakan bahwa terdapat dua siswi MAN 3 Jombang yang melaju ke final. Selain Nurul yang menjadi juara pertama, ada pula nama Kharisma Nawa Fitrotul Islamiyah (X IPS 7) yang menjadi juara harapan 2. (Zul)

Siswi MAN 3 Jombang Juara 3 Olimpiade PAI Tingkat Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Rona bahagia terpancar dari wajah Neyla Marshadina Aufa. Siswi Kelas XI IPS 3 ini baru saja meraih prestasi membanggakan. Ia terpilih menjadi juara ketiga Olimpiade PAI (11/2). Lomba bertaraf nasional ini diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Terdapat dua tahapan dalam lomba yang dilaksanakan secara daring ini. Pada babak penyisihan (6/2), peserta diminta menjawab 50 soal pilihan ganda. Soal dibagikan secara langsung lewat aplikasi Zoom. Jawaban kemudian dikirim lewat link Google Forms yang telah disediakan. “Saya hanya punya waktu dua menit untuk menyelesaikan setiap soal dan mengirimkan jawabannya,” ujar Neyla. Siswi kelahiran 18 Juni 2005 ini berhasil mendapat raihan poin 60. Nilai tersebut membuatnya melaju ke babak final bersama lima peserta terbaik lainnya.

Pada babak final (11/2), Neyla mendapatkan satu pertanyaan yang disampaikan secara langsung oleh panitia lewat Video Call. Ia diminta mengemukakan pendapatnya tentang sejarah Piagam Madinah. “Bukan hanya menguraikan sejarah dan isi Piagam Madinah, saya juga harus mengaitkannya dengan kemajemukan Bangsa Indonesia,” tutur siswi yang bercita-cita menjadi menteri keuangan ini. Selian mendapatkan pertanyaan tersebut, Neyla diharuskan membaca beberapa ayat Alquran yang telah disiapkan oleh panitia. Neyla mendapatkan raihan poin 94. Nilai tersebut menjadikannya juara ketiga dalam lomba tersebut.

Neyla sangat bersyukur dengan pencapaiannya itu. Sejak Kelas X, ia berulang kali mengikuti lomba sejenis namun selalu berakhir kegagalan. “Alhamdulillah, kekalahan tersebut menjadi cambuk bagi saya untuk terus belajar. Alhamdulillah kali ini menang,” ujarnya bangga.

Sementara itu, Eryati Fikriyah selaku pembimbing mengatakan bahwa MAN 3 Jombang mengirimkan  enam delegasi dalam lomba ini. Tiga diantaranya masuk babak final. Selain Neyla yang menjadi juara ketiga, terdapat nama Septiana Mar’atus Sholikhah (XI MIPA 7) yang menjadi harapan 2 dan Mohammad Azhar Efendi (XII MIPA 1) yang meraih harapan 3. (Zul)

Kreatif, Peserta Didik MAN 3 Jombang Membuat Kerajinan dari Daur Ulang Bahan Bekas

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Peserta didik MAN 3 Jombang mendapatkan tantangan membuat barang kerajinan. Tantangan itu diberikan oleh guru mata pelajaran seni budaya. MGMP Seni Budaya MAN 3 Jombang memang memiliki program untuk membiasakan peserta didik dalam mendaur ulang barang bekas. “Kami ingin peserta didik memiliki karakter cinta lingkungan,” ujar Helina, salah stau guru seni budaya.

Peserta didik diberikan kebebasan dalam menentukan jenis karya. Ada yang membuat miniatur sekolah, miniatur rumah, sampai miniatur kota. Peserta didik menggunakan bahan bahan bekas seperti kardus, kertas koran, triplek, dan bungkus makanan instan.

Peserta didik tampak senang mengikuti proses pembelajaran. Helmi, misalnya. Peserta didik XII IPS 1 ini mengaku tertarik dengan kegiatan membuat karya dari bahan bekas. “Kami dapat kesempatan teribat dalam melestarikan lingkungan,” ujar Helmi. (Zul)

Kolaborasi Guru dan Siswa MAN 3 Jombang Juara 1 Podcast Nasional

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Guru MAN 3 Jombang, Moch Afan Zulkarnain gandeng Ferdian Irwan Prihandoko (XII MIPA 1) untuk memproduksi podcast. Mereka mengusung nama Podcast Bang Bung. Dalam salah satu episodenya, mereka mengangkat tema tradisi dan kebudayaan daerah. Keduanya menceritakan tradisi daerah masing-masing. Afan yang berasal dari Banyuwangi, menceritakan tradisi Seblang. Ferdi yang berasal dari Bojonegoro, menceritakan tentang tradisi sedekah bumi. Podcast berdurasi tujuh menit itu dibawakan secara santai khas anak muda.

Podcast tersebut berhasil menjadi juara pertama Lomba Ceritakan Budayamu, Ceritakan Tradisimu. Penyelenggara lomba adalah Badan Sosialisasi MPR RI. Periode lomba dari 12 November hingga 17 Desember 2021. Pengumuman pemenang pada Januari 2022.

Afan menuturkan bahwa proses pembuatan podcast tersebut memakan waktu selama dua pekan. “Awalnya kami mendiskusikan tentang topik, menyusun naskah, rekaman, hingga proses editing,” ujar guru matematika itu. Sedangkan Ferdi mengatakan sempat mengalami kesulitan saat proses rekaman. “Saya harus pintar-pintar membagi waktu. Proses rekaman podcast ini bertepatan dengan pelaksanaan PAS,” ujarnya. Meski begitu, Ferdi mengaku sangat bersemangat dalam setiap tahapan pembuatan karya tersebut.

Usaha keras keduanya membuahkan hasil dengan dinobatkannya Podcast Bang Bung sebagai juara pertama. Hal itu tentu membuat mereka bangga. Ferdi berkata bahwa ini adalah kali pertama ia terlibat dalam pembuatan podcast. “Saya jadi tertarik untuk lebih mendalami dunia podcast ini,” tuturnya senang.(Zul)

Jalin Kerjasama dengan NU Online, MAN 3 Jombang Gelar Kelas Jurnalistik

Kabupaten Jombang – MAN 3 Jombang serius kembangkan kemampuan menulis peserta didiknya. Hal itu terbukti dengan adanya program kelas jurnalistik sebagai materi pengembangan diri. Tak tanggung-tanggung, madrasah kaya juara ini menjalin kerjasama dengan NU Online Jombang sebagai tim pengajar.  Menurut Abdul Mukhid selaku  Koordinator Kelas Unggulan, kehadiran jurnalis profesional  diharapkan dapat mengeksplorasi bakat peserta didik dalam menulis berita. “Anak-anak dapat belajar langsung dari tutor yang berpengalaman,” ujarnya.

Kelas jurnalistik diikuti oleh peserta didik kelas XI Unggulan setiap pekan. Dalam pembelajarannya, peserta didik diberikan pengetahuan tentang teknik wawancara hingga menulis berita dengan benar. Mereka tak hanya diberikan teori jurnalistik saja, namun juga  mempraktikkannya. Dalam satu kesempatan misalnya, mereka mendapat tugas untuk melakukan wawancara secara langsung kepada narasumber. Hasil wawancara tersebut selanjutnya mereka kembangkan menjadi suatu tulisan. Karya  peserta didik  yang menarik berkesempatan dimuat dalam media NU Online Jombang. Salah satu yang telah dimuat adalah tulisan milik Ahmad Iqbal  dari XI MIPA 1. Dalam tulisannya, Iqbal menceritakan tentang program Language Day di MAN 3 Jombang.

Paktik Wawancara Kelas Jurnalistik

Peserta didik tampak senang dengan program ini. Salah satunya adalah Adinda Savia. Menurut siswi XI MIPA 4 ini, kelas jurnalistik sangat menambah wawasannya. “Saya jadi ingin lebih mendalami dunia jurnalistik,” ujar Adinda.   

Kelas jurnalistik merupakan salah satu materi pengembangan diri pada program unggulan MAN 3 Jombang. Selain jurnalistik, materi lainnya yang diberikan kepada peserta didik  adalah public speaking, karya tulis ilmiah, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. (Zul)