Pra-Muktamar Ke 35 NU: MAN 3 Jombang PP. Bahrul Ulum Tambakberas Adakan Talk Show dan Bedah Buku Maha Karya Guru Besar IKABU

Kabupaten Jombang – MAN 3 Jombang menjadi tuan rumah kegiatan Bedah Buku dan Talk Show bertema “Khittah NU, Kyai, dan Pesantren: Merawat Tradisi dan Moderasi, Menjaga NKRI” Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh pendidikan, ulama, akademisi, dan praktisi pemerintahan yang merupakan alumni PP. Bahrul Ulum Tambakberas untuk membahas peran pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjawab tantangan zaman.

Kegiatan diawali dengan rangkaian pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, prakata panitia, serta sambutan dari sejumlah tokoh. Dalam rundown resmi, sambutan disampaikan Kepala MAN 3 Jombang PPBU H. Sutrisno, S.Pd., M.E., M.Pd., Ketua Umum Yayasan PPBU KH. Abdur Rozaq Sholeh, serta Ketua Majelis Pengasuh PPBU Dr. KH. Hasib Wahab Hasbullah.

Property of HUMAS MAN 3 Jombang

Sambutan pertama disampaikan oleh ketua panitia yaitu Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydyah, M. Ag. Beliau menyampaikan bahwa pada kegiatan tersebut akan dilakukan bedah buku karya Guru Besar Alumni PP. Bahrul Ulum Tambakberas. Seluruh guru besar IKABU yang berjumlah 41 orang ditargetkan dapat terlibat seluruhnya dalam penyusunan buku sebagai wujud khidmat kepada PPBU.

Acara berlanjut dengan sambutan H. Sutrisno. Beliau menyampaikan apresiasi kepada para Guru Besar IKABU dan tokoh yang telah memberikan ide serta gagasan bagi pengembangan pendidikan di MAN 3 Jombang. Beliau menyebut wujud nyata inovasi yang telah dilakukan adalah dibentuknya ekosistem PPI (Pusat Prestasi dan Inovasi) yang telah banyak melahirkan berbagai prestasi. Bukti lain terlihat dari capaian 460 peserta didik yang berhasil diterima di PTN tahun 2026. Hal ini menjadi salah satu indikator semakin kuatnya kualitas pendidikan yang dikembangkan.

Property of HUMAS MAN 3 Jombang

“Bahkan tak kalah membanggakan, bulan ini satu siswa kita berhasil melaju pada ajang OSN 2026 Mapel Geografi sekaligus menjadi satu-satunya lembaga pendidikan menengah negeri setingkat SMA dan MA yang berhasil lolos diseleksi selanjutnya”. Pungkas Kamad.

Acara secara secara resmi dibuka oleh KH. Abdur Rozaq Sholeh selaku Ketua Umum Yayasan PPBU. Selain itu, turut hadir dan memberikan sambutan Bu Nyai Hj. Chisbiyah Wahab Hasbullah, M.A. Beliau menyampaikan bahwa sejatinya penggagas kegiatan bedah buku telah dimulai dan dilaksanakan jauh sebelum hari ini. Sejumlah wilayah, termasuk di empat provinsi lainnya pernah menjadi tuan rumah bedah buku. Kegiatan tersebut selanjutnya dipusatkan di Jombang sebagai bagian dari rangkaian Pra Muktamar Ke-35 NU. “Kita harus mampu menjaga akar tradisi Tambakberas sekaligus melakukan transformasi agar tetap relevan dengan perkembangan global, tanpa kehilangan karakter dan nilai-nilai kepesantrenan.” Pesan Bu Nyai Hj. Chisbiyah Wahab Hasbullah.

Hal tersebut sejalan dengan tema Bedah Buku kali ini, yang akan disampaikan oleh dua pakar yang mumpuni. Pakar pertama, yaitu Prof. Dr. Drs. H.M. Zainuddin, BA., M.A. Rektor UIN Malang periode 2021–2025 sekaligus alumni MAN 3 Jombang PPBU. Beliau mengangkat gagasan mengenai posisi pesantren, kiai, dan NU dalam menghadapi perubahan zaman. Beliau menekankan bahwa pesantren tidak boleh berhenti pada pola lama, tetapi perlu terus melakukan transformasi dengan tetap berpegang pada nilai-nilai yang menjadi identitasnya.

Pemateri kedua, yaitu Drs. KH. Fathul Huda, Bupati Tuban periode 2011–2021 dan alumni MMA PPBU, turut memberikan perspektif mengenai pengalaman mengimplementasikan nilai-nilai pesantren dalam kehidupan pemerintahan dan masyarakat. Ia juga tercatat sebagai anggota Senat UNWAHA Tambakberas Jombang.

Dalam pemaparannya, Gus Fathul Huda menyoroti bagaimana nilai-nilai pesantren dapat menjadi bekal dalam menjalankan kepemimpinan dan kehidupan bermasyarakat. “Orang yang pintar adalah orang yang fleksibel”, tegas Gus Fathul.

Pengalaman K.H. Abdul Wahab Chasbullah di pemerintahan menjadi salah satu contoh bagaimana nilai keagamaan, keteguhan prinsip, sekaligus kemampuan beradaptasi dapat berjalan beriringan.

Selepas seluruh materi telah disampaikan, maka kegiatan selanjutnya diisi dengan sesi tanya jawab yang seluruh sesi dipandu oleh Prof. Dr. Drs. H. Nur Ali, M.Pd., Ketua Ikatan Alumni MAN3 Jombang PPBU Tambakberas sekaligus Ketua Senat UIN Malang, sebagai pemantik. Tiga peserta mendapatkan kesempatan menyampaikan pandangan dan pertanyaan kepada para narasumber, termasuk perwakilan dari media Radar Malang.

Dalam konteks ini kegiatan bedah buku tidak sekadar menjadi forum membahas sebuah buku. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan akademisi, ulama, pesantren, alumni, dan masyarakat dalam mencari formulasi pendidikan pesantren yang tetap berakar pada tradisi, tetapi mampu menjawab tantangan masa depan. (dil).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *