MAN 3 Jombang PP Bahrul Ulum Gelar ASAT Semester 2 Tahun Pelajaran 2025/2026

MAN 3 Jombang melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Semester 2 Tahun Pelajaran 2025/2026 yang diikuti oleh sebanyak 619 peserta didik putra dan 933 peserta didik putri dari kelas X dan XI. Pelaksanaan asesmen berlangsung tanggal 04 hingga 15 Juni 2026 sebagai bagian dari evaluasi hasil belajar siswa selama satu semester pembelajaran. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sekaligus menjadi bahan refleksi dalam peningkatan mutu pendidikan di MAN 3 Jombang.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ujian, peserta dibagi ke dalam 41 ruang ujian yang tersebar di lokal induk, timur, dan SBSN. Ujian dilaksanakan dalam satu sesi dimulai pukul 07.00 dan berakhir pukul 11.00. Berbeda dengan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) ganjil yang dilaksanakan berbasis Computer Based Test (CBT), ASAT kali ini menggunakan sistem Paper Based Test (PBT) atau ujian berbasis kertas.

Perubahan metode pelaksanaan ujian ini bukan merupakan langkah mundur dalam pemanfaatan teknologi, melainkan bagian dari evaluasi dan strategi peningkatan kualitas asesmen sesuai arahan kepala MAN 3 Jombang, Sutrisno ME. “Selama pelaksanaan CBT sebelumnya, madrasah menemukan beberapa kendala yang membuat konsentrasi dan optimalisasi pengerjaan soal menjadi kurang maksimal,” ujar wakil kepala bidang kurikulum, Manasiful Anam MPdI. Pelaksanaan ujian berbasis kertas dipilih sebagai langkah untuk mengembalikan fokus peserta didik serta meningkatkan nilai dan marwah ujian sebagai bagian penting dari proses pendidikan.(nis)

98 Peserta Didik MAN 3 Jombang Lolos SNBT 2026, Bagikan Kisah Perjuangan dan Rasa Syukur

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang)- MAN 3 Jombang kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan 98 peserta didiknya dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. 98 peserta didik tersebut berhasil meraih kursi di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta setelah melewati proses persiapan yang penuh tantangan, kerja keras, dan doa. Beberapa perguruan tinggi yang berhasil ditaklukkan yakni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Politeknik Elektronika Negeri, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Samarinda, Politeknik Perkapalan Negeri, Sunan Ampel Surabaya, Uin Malang, Uin Surabaya, Uin Sunan Kalijaga, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Jember, Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Palangkaraya, Universitas Trunojoyo Amdura, dan Universitas Veteran.

Salah satu peserta didik yang berhasil lolos adalah Nadifa Aulia (XII- 9), yang diterima di Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur. Nadifa mengaku perjalanan menuju SNBT tidaklah mudah. Ia harus menjaga konsistensi belajar, mengikuti bimbingan belajar, serta aktif meminta arahan dari guru dan orang tua.

“Saat pengumuman, saya hanya berharap mendapatkan hasil terbaik. Alhamdulillah saya dinyatakan lolos SNBT dan diterima di kampus yang saya impikan. Tantangan terbesar saya adalah menghadapi soal-soal yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dan membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam. Saya sangat berterima kasih kepada guru-guru yang telah membimbing dan mendoakan saya,” ungkap Nadifa.

Testimoni serupa juga disampaikan oleh peserta didik lain dari kelas XII, Abdullah Muhammad Ar- Rusyd. Ia mengaku sempat tidak percaya ketika mengetahui dirinya lolos SNBT karena merasa hasil uji coba yang pernah diperolehnya belum memuaskan. Namun, berkat ketekunan belajar dan dukungan keluarga, ia mampu membuktikan kemampuannya.

“Perasaan saya campur aduk antara senang dan tidak percaya. Saya sempat merasa nilai yang saya dapatkan belum cukup baik. Namun selama satu tahun terakhir saya terus berusaha, mengikuti bimbingan belajar, dan mendapatkan dukungan penuh dari keluarga. Alhamdulillah usaha tersebut membuahkan hasil,” tuturnya.

Sementara itu, Zaky Fadlurrohman (XII- 1), mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya adalah memahami materi yang pada umumnya dipelajari oleh mahasiswa semester awal. Menurutnya, banyak soal SNBT yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi dan pemahaman konsep yang mendalam.

“Awalnya saya kesulitan memahami materi karena beberapa di antaranya belum pernah saya pelajari secara khusus di sekolah. Namun setelah mendapatkan tambahan materi dan rutin mengerjakan latihan soal, saya mulai memahami konsep-konsep tersebut. Alhamdulillah, berkat usaha yang dilakukan secara bertahap, saya berhasil lolos SNBT tahun ini,” jelas Zaky.

Keberhasilan 98 peserta didik tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin belajar, serta dukungan dari guru dan keluarga merupakan faktor penting dalam meraih prestasi. PLH kepala madrasah, KH Syifa’ Malik MPdI, berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berjuang meraih cita-cita dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan akademik. (nis)

Lewat Upacara Khidmat, MAN 3 Jombang PP Bahrul Ulum Ajak Generasi Muda Bumikan Nilai Pancasila

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – MAN 3 Jombang menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Induk MAN 3 Jombang ini diikuti seluruh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik. Ada yang berbeda pada upacara kali ini. Jika biasanya petugas upacara didominasi oleh siswa, pada peringatan Hari Lahir Pancasila ini seluruh petugas upacara merupakan anggota dewan guru MAN 3 Jombang.

Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Manasiful Anam, MPdI. Prosesi pengibaran bendera Merah Putih berjalan khidmat, diiringi harmoni suara dari tim Paduan Suara Guru MAN 3 Jombang.

Dalam kesempatan tersebut, Pembina Upacara juga membacakan pidato resmi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). “Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilainilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” ungkap waka kurikulum membacakan teks pidato BPIP. Pesan utama dari pidato tersebut mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam setiap kebijakan publik dan tindakan nyata, guna melawan intoleransi serta membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, adil, dan bersatu. Upacara yang berjalan lancar ini diharapkan dapat memperkuat karakter nasionalisme dan memperkokoh pilar kebangsaan di lingkungan MAN 3 Jombang PP Bahrul Ulum Tamabkberas. (nis)