
Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang)- Gema Sajadah atau Gerakan Bersama-Sampah Jadi Sedekah merupakan gerakan pemilahan dan pengumpulan sampah untuk dijual ke bank sampah milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten. Progam ini di inisiasi oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Jombang. Peserta dihimpun dari seluruh satuan kerja dibawah naungan Kemenag Jombang.
Program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dengan memilah sampah dan menjualnya sebagai wujud pelaksanaan ekoteologi kementerian agama. Hasil dari penjualan sampah dialokasikan untuk membantu masyarakat terdampak musibah salah satunya musibah puting beliung yang terjadi beberapa waktu lalu. Selain itu, dilakukan pula pendistribusian keranjang sampah ke beberapa titik lokasi pengumpulan sampah di Kabupaten Jombang.
Program Gema Sajadah dilaksanakan bertepatan dengan perayaan hari santri nasional 2025. Beberapa madrasah atau satker ditunjuk sebagai titik lokasi pengumpulan sampah, diikuti ajakan kepada madrasah sekitarnya untuk bersama mengumpulkan sampah seperti botol plastik, kardus, kaleng, dan minyak bekas pakai. Setelah terkumpul akan dilaksanakan pengambilan oleh Kemenag kabupaten bekerja sama dgn DLH.
MAN 3 Jombang menjadi salah satu satker yang menjadi titik lokasi pengumpulan sampah. Hal ini bukan menjadi hal baru bagi madrasah kaya juara ini. Sudah menjadi budaya warga MAN 3 Jombang, baik siswa maupun guru, membuang botol plastik di keranjang sampah tersedia. Dari kebiasaan ini madrasah telah memiliki persedian sampah botol plastik yang cukup banyak. Beberapa madrasah sekitar juga ikut mengumpulkan sampah di tilok MAN 3 Jombang seperti Madrasah Muallimin Muallimat, MA Bahrul Ulum, MA Unggulan Wahab Hasbulloh, MA Fattah Hasyim, dan MA Kalijaring. “Harapan kami progam ini dapat dilakukan dengan pendekatan kesadaran untuk memilah sampah terlebih dahulu,” Ungkap Kepala Madrasah, Sutrisno ME. Menurutnya, jika kesadaran telah tumbuh maka Ekoteologi Kemenag akan menjadi budaya di madrasah dan masyarakat pada umumnya. Total sampah terkumpul mencapai 2 kilogram. Kontribusi luar biasa ini membuat MAN 3 Jombang mendapat apresiasi dari Kemenag Kabupaten kategori capaian terberat. Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada Rabu (28/01/26) di Aula Al- Muhajirin Oleh Kepala Kantor Kemenag Jombang, Dr H Muhajir M.Ag.. (nis)
