Kabupaten Jombang – Bukan hal baru lagi, MAN 3 Jombang selalu konsisten dalam meningkatkan mutu dan prestasi dari waktu ke waktu, sehingga tagline Madrasah Kaya Juara sangat merepresentasikan eksistensinya. Capaian tersebut merupakan hasil implementasi berbagai program produktif dan progresif yang dijalankan secara berkelanjutan. Salah satunya melalui kegiatan Seminar Motivasi yang diselenggarakan bagi siswa kelas X dan XI Kelas Unggulan pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Acara tersebut dihadiri pimpinan MAN 3 Jombang dan Direktur Program Kelas Unggulan beserta jajarannya. “Tidak ada kesuksesan yang diraih dengan mudah. Semua membutuhkan proses panjang, kerja keras, dan konsistensi. Seperti perjalanan saya mengabdi di Bahrul Ulum hampir 38 tahun hingga akhirnya dipercaya menjadi Kepala MAN 3 Jombang,” ungkap Bapak Sutrisno, M.E., dalam sambutannya sesaat sebelum membuka acara.

“Menjadi siswa sekaligus santri yang unggul tidak lahir dari zona nyaman. Jika ingin kuat mental dan berprestasi, maka jangan alergi dengan tantangan dan kesulitan. Hadapi dengan struggle, karena dari perjuangan itulah karakter, mental, dan prestasi dilahirkan,” pesan Nyai Hj. Maslachatul Ammah, Direktur Program Kelas Unggulan.
Seperti yang telah diketahui, program Kelas Unggulan (Excellent Class) merupakan salah satu program strategis MAN 3 Jombang dalam menyiapkan peserta didik yang memiliki kapasitas akademik, prestasi, serta kesiapan mental di atas rata-rata. Siswa yang tergabung dalam program ini merupakan hasil seleksi ketat dari berbagai aspek.

Guna memperkuat output siswa kelas unggulan, seminar motivasi yang diselenggarakan hari ini menghadirkan Ning Nanda Lia Roiya Maula, S.H sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, beliau mengangkat topik menarik dan begitu relevan dengan kehidupan siswa, yaitu “Kiat menjadi Santri Unggul dan Sukses Belajar di Lingkungan Pesantren.” Pada penyampaiannya, beliau sempat menyebutkan bahwa setidaknya ada tiga pilar utama yang harus dimiliki siswa yaitu mindset, skill, dan action. Tiga pilar ini saling berhubungan dan tidak terpisahkan.
Memiliki mindset yang baik artinya mampu berpikir positif, memiliki kesiapan mental yang prima dan berani menghadapi berbagai tantangan sebagai bagian dari proses perjuangan. Sehingga, siswa akan memiliki dorongan untuk terus tumbuh dan pantang menyerah. Sedangkan skill, dalam hal ini mencakup keterampilan mengasah kemampua akademik, berpikir kritis, manajemen waktu, komunikasi serta mampu beradaptasi secara cepat dengan segala perubahan lingkungan. Sementara action, diperlukan untuk mampu mengeksekusi hasil olah mindset dan skill menjadi sebuah bentuk tindakan nyata dan bermakna.
“Setiap proses pembelajaran akan melahirkan banyak tantangan. Tidak selalu mudah, tapi harus selalu dicoba. Mulailah dengan kenali diri sendiri, kenali lingkungan dan munculkan rasa cinta pada semua ilmu yang kalian terima. Ketika menemui kegagalan, jangan ragu untuk bangkit dan coba lagi. Inilah jalan kesuksesan,” ungkap Ning Nanda, narasumber utama yang kiprahnya begitu luar biasa. (dil)

