
Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang)- MAN 3 Jombang kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan 98 peserta didiknya dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. 98 peserta didik tersebut berhasil meraih kursi di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta setelah melewati proses persiapan yang penuh tantangan, kerja keras, dan doa. Beberapa perguruan tinggi yang berhasil ditaklukkan yakni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Politeknik Elektronika Negeri, Politeknik Negeri Bali, Politeknik Negeri Samarinda, Politeknik Perkapalan Negeri, Sunan Ampel Surabaya, Uin Malang, Uin Surabaya, Uin Sunan Kalijaga, Universitas Brawijaya (UB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Jember, Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Palangkaraya, Universitas Trunojoyo Amdura, dan Universitas Veteran.
Salah satu peserta didik yang berhasil lolos adalah Nadifa Aulia (XII- 9), yang diterima di Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur. Nadifa mengaku perjalanan menuju SNBT tidaklah mudah. Ia harus menjaga konsistensi belajar, mengikuti bimbingan belajar, serta aktif meminta arahan dari guru dan orang tua.
“Saat pengumuman, saya hanya berharap mendapatkan hasil terbaik. Alhamdulillah saya dinyatakan lolos SNBT dan diterima di kampus yang saya impikan. Tantangan terbesar saya adalah menghadapi soal-soal yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dan membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam. Saya sangat berterima kasih kepada guru-guru yang telah membimbing dan mendoakan saya,” ungkap Nadifa.
Testimoni serupa juga disampaikan oleh peserta didik lain dari kelas XII, Abdullah Muhammad Ar- Rusyd. Ia mengaku sempat tidak percaya ketika mengetahui dirinya lolos SNBT karena merasa hasil uji coba yang pernah diperolehnya belum memuaskan. Namun, berkat ketekunan belajar dan dukungan keluarga, ia mampu membuktikan kemampuannya.
“Perasaan saya campur aduk antara senang dan tidak percaya. Saya sempat merasa nilai yang saya dapatkan belum cukup baik. Namun selama satu tahun terakhir saya terus berusaha, mengikuti bimbingan belajar, dan mendapatkan dukungan penuh dari keluarga. Alhamdulillah usaha tersebut membuahkan hasil,” tuturnya.
Sementara itu, Zaky Fadlurrohman (XII- 1), mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya adalah memahami materi yang pada umumnya dipelajari oleh mahasiswa semester awal. Menurutnya, banyak soal SNBT yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi dan pemahaman konsep yang mendalam.
“Awalnya saya kesulitan memahami materi karena beberapa di antaranya belum pernah saya pelajari secara khusus di sekolah. Namun setelah mendapatkan tambahan materi dan rutin mengerjakan latihan soal, saya mulai memahami konsep-konsep tersebut. Alhamdulillah, berkat usaha yang dilakukan secara bertahap, saya berhasil lolos SNBT tahun ini,” jelas Zaky.
Keberhasilan 98 peserta didik tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin belajar, serta dukungan dari guru dan keluarga merupakan faktor penting dalam meraih prestasi. PLH kepala madrasah, KH Syifa’ Malik MPdI, berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berjuang meraih cita-cita dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan akademik. (nis)
