Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Pada tanggal 7 Juli 2026, rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) MAN 3 Jombang PP. Bahrul Ulum Tambakberas memasuki hari kedua dengan berbagai agenda pembinaan untuk mengenalkan budaya madrasah, kepesantrenan, serta nilai-nilai kedisiplinan kepada murid baru melalui sosialisai tata tertib yang berlaku.
Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang turut dihadiri oleh jajaran pimpinan MAN 3 Jombang. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala MAN 3 Jombang H. Sutrisno, M.E., M.Pd. menyampaikan pesan agar seluruh peserta mengikuti MATAMUDA dengan penuh kebahagiaan, semangat, dan kesungguhan.

Dalam amanatnya, beliau mengenalkan berbagai keunggulan MAN 3 Jombang sebagai Madrasah Sehat, Adiwiyata, Literasi, Digital, dan Madrasah Berkarakter. Beliau juga mengajak murid baru untuk bersyukur karena telah menjadi bagian dari keluarga besar MAN 3 Jombang serta berharap mereka dapat melanjutkan estafet prestasi yang telah dicetak oleh kakak kelas sebelumnya.
“Jalani MATAMUDA dengan happy, semangat, dan sungguh-sungguh. Kalian adalah bagian dari MAN 3 Jombang yang memiliki banyak prestasi. Jadilah generasi penerus sesuai tagline kita, MAN 3 Kaya Juara,” pesan H. Sutrisno.

Pembukaan MATAMUDA secara simbolis dilakukan dengan pengalungan name tag kepada perwakilan peserta dan dilanjutkan dengan peluncuran ikon MATAMUDA MAN 3 Jombang 2026/2027 dihadapan seluruh peserta upacara. Selanjutnya, peserta mengikuti kegiatan makan pagi bersama sebelum mengikuti serangkaian materi pembinaan.
Sosialisasi Tata Tertib PP. Bahrul Ulum
Materi pertama disampaikan oleh KH. Ahmad Amin Yahya mengenai Tata Tertib Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU). Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa tim Kamtib PPBU hadir untuk mendukung seluruh minat, bakat, dan prestasi santri, sekaligus menjaga kedisiplinan agar tercipta lingkungan belajar yang tertib dan nyaman.

“Kamtib PPBU hadir bukan hanya untuk menertibkan, tetapi juga mendukung santri dalam mengembangkan minat, bakat, dan prestasi. Namun apabila terdapat pelanggaran, tetap akan dilakukan pendisiplinan positif,” jelas KH. Ahmad Amin Yahya.
Beliau juga menyampaikan bahwa salah satu pelanggaran yang sering terjadi dikalangan santri berkaitan dengan penggunaan teknologi tanpa izin, seperti penggunaan HP dan laptop yang tidak sesuai aturan. Sebenarnya, PP. Bahrul Ulum tetap terbuka terhadap perkembangan teknologi. Santri diperbolehkan menggunakan teknologi untuk mendukung prestasi asalkan telah mendapatkan izin dan pendampingan yang tepat.
Penguatan Spiritual dan Wawasan Wiyata Mandala
Setelah materi Tata Tertib YPPBU, kegiatan dilanjutkan dengan Shalat Dhuha bersama. Murid putri didampingi oleh Ibu Eryati Fikriyah, S.Ag., M.Ag., sedangkan murid putra didampingi oleh Bapak Achmad Rifai, S.E.

Usai melaksanakan Shalat Dhuha, murid baru mendapatkan materi Wiyata Mandala yang membahas pentingnya menghargai lingkungan madrasah sebagai tempat menuntut ilmu. Melalui materi ini, murid baru dikenalkan bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan penemuan jati diri.
Murid baru dikenalkan dengan berbagai program MAN 3 Jombang dari bidang Kurikulum, Kesiswaan, Sarana Prasarana, dan Kehumasan, termasuk fasilitas dan teknologi pendukung pembelajaran yang tersedia. Materi Wiyata Mandala dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Islamic Center untuk murid putra dengan pemateri Bapak Manasiful Anam, M.Pd.I serta Aula Lantai 2 dan 3 untuk peserta putri, dengan pemateri Ibu Dra. Fatchul Hidayati dan Bapak Drs. Sugiyantoro.

Menanamkan Nilai Kepesantrenan dan Budaya Santri
Materi berikutnya adalah Kepesantrenan yang disampaikan oleh tiga narasumber, yaitu KH. Abdulloh Rif’an Nashir, Dr. Hj. Umi Chaidaroh, S.H., M.H., dan KH. M. Abdul Jabar Hubbi. Materi yang disampaikan meliputi sejarah PP. Bahrul Ulum Tambakberas, sistem pembelajaran pesantren, serta budaya santri Bahrul Ulum. Disampaikan bahwa PP. Bahrul Ulum menerapkan Ta’lim dan Tarbiyah.
Ta’lim merupakan proses transfer ilmu pengetahuan untuk mencerdaskan akal, sedangkan Tarbiyah berfokus pada pembentukan akhlaqul karimah, karakter, dan kepribadian santri. Dalam budaya pesantren, santri juga ditekankan bahwa adab menjadi prioritas utama sebelum ilmu. Selain itu, peserta dikenalkan dengan tata tertib pesantren serta peran SIGAP dalam membantu menjaga ketertiban dan membangun kebiasaan disiplin santri.

Sosialisasi Tata Tertib MAN 3 Jombang
Pada sesi terakhir, peserta mendapatkan sosialisasi tata tertib MAN 3 Jombang yang disampaikan oleh tim Bimbingan Konseling (BK) MAN 3 Jombang, yaitu Bapak Sulaiman, S.Pd., Bapak Sudrajat Yudho Putro, S. PSi, dan Bapak Fakkar Rahmatillah Huda, S.Psi.

Materi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada murid baru mengenai batasan perilaku selama berada di lingkungan madrasah agar tercipta suasana pembelajaran yang tertib, aman, dan kondusif.
Dalam penyampaiannya, tim BK menjelaskan berbagai hal yang perlu dihindari oleh murid serta penerapan disiplin positif sebagai upaya membangun kesadaran, tanggung jawab, dan karakter murid.
Melalui rangkaian MATAMUDA hari kedua ini, murid baru MAN 3 Jombang tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan madrasah, tetapi juga dibekali nilai kedisiplinan, keagamaan, kepesantrenan, dan karakter. Bekal tersebut diharapkan mampu membentuk generasi yang unggul, berakhlak, dan siap meneruskan semangat MAN 3 Jombang Kaya Juara. (dil)
