Diklat Penguatan Kader Pejuang NU Hari Kedua, Peserta Didik Putri MAN 3 Jombang Diajak Perkuat Identitas Santri

Kabupaten Jombang (MAN 3 Jombang) – Diklat penguatan kader pejuang Nahdlatul Ulama, bekerja sama dengan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (YPPBU) Tambakberas, untuk kelas akhir hari kedua diperuntukkan bagi peserta didik putri. Sebanyak 487 peserta memadati Aula Hubbul Wathon lantai satu dan dua.

Kegiatan diawali dengan opening ceremony. Pembukaan Diklat secara resmi oleh kepala MAN 3 Jombang yang dalam hal ini diwakili Wakabid Humasy, KH. M. Syifa’ Malik, M.Pd.I. Beliau mengungkap diklat ini merupakah wujud ikhtiar madrasah untuk menguatkan sisi ke- NU an. Lebih lanjut, Gus Syifa membeberkan faktor yang dapat menghantarkan siswa atau santri mencapai kesuksesan. “Kesuksesan seringkali diraih melalui kombinasi potensi bawaan (keturunan), tirakat, dan doa”, pesan Gus Syifa’.

Enam narasumber yang hadir pada hari kedua menyampaikan tiga materi penting. Materi pertama yakni Kebahrul uluman oleh Dr.KH. Muhyidin Zainul A, MM dan Dr. KH. Moh. Fatkhullah Malik, M.Pd.I. Beberapa hal yang disampaikan meliputi sejarah bahrul ulum, riyadhoh,kiprah,serta Hidmah para masyayech Bahrul Ulum.”Ciri khas santri Bahrul Ulum itu mengaji, sholat berjamaah, mengajar, hidmah di NU, dan wiridan”, papar KH. Muhyidin Zainul.

Selanjutnya materi Aswaja An Nahdliyyah diberikan oleh KH. Moh. Abdulloh Rif’an Nashir, Lc dan KH. Azam Choiruman Najib. Konsep Aswaja An Nahdliyyah mengedepankan kombinasi Alquran Hadist dengan logika berpikir.materi terakhir jati diri santri dan akhlakul karimah disampaikan oleh Dr. Nyai Hj. Adatul Istiqomah, M.Pd. dan KH. Wahyudin. Para santri diajak menata hati diera penuh tantangan ini untuk tetap memancarkan jati diri sebagai santri. “Pendidikan di pesantren merupakan inspirasi bagi model pendidikan di luar sana, seperti mulai munculnya bording school dan lain sabagainya”, Ungkap Bu Nyai adatul Istiqomah.(nis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *